Kesehatan Mental

Pilih Jenis Meditasi yang Pas Untukmu

annehsannehs - Senin, 07 Juni 2021
Pilih Jenis Meditasi yang Pas Untukmu

Meditasi membuat Pikiranmu jadi lebih jernih. (Foto- Unsplash/Chelsea Gates)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEDITASI telah menjadi salah satu kegiatan yang sudah dilakukan manusia sejak zaman dahulu. Meditasi telah menjadi bagian dari berbagai budaya di seluruh dunia yang efektif menciptakan rasa tenang di dalam diri manusia.

Walau sering kali dikaitkan dengan beberapa ajaran agama dan kepercayaan spiritual yang berbeda-beda, meditasi bukan tentang sebuah keyakinan tertentu. Dilansir dari Healthline, meditasi adalah tentang cara menemukan kesadaran dan mencapai kedamaian.

Meditasi bisa menenangkan jiwa. (Sumber- Freepik/alexeyzhilkin)
Meditasi bisa menenangkan jiwa. (Foto- Freepik/alexeyzhilkin)

Meski tidak ada cara yang benar atau salah dalam bermeditasi, penting untuk mengetahui meditasi yang sesuai kebutuhan dan bisa melengkapi dirimu. Sejauh ini, ada beberapa tipe meditasi yang paling populer antara lain mindfulness meditation, spiritual meditation, focused meditation, dan mantra meditation.

Baca juga:

Bekali Tubuh Perangi Virus Corona dengan 3 Zat Ini

Mindfulness meditation atau meditasi kesadaran merupakan salah satu meditasi yang paling populer di dunia bagian Barat. Meditasi yang berasal dari ajaran Buddha ini menggabungkan konsentrasi dengan kesadaran. Jenis meditasi ini cocok untuk mereka yang tidak memiliki guru untuk membimbing mereka karena bisa dilakukan sendiri.

Ada juga meditasi spiritual. Meditasi spiritual sering digunakan pada kepercayaan agama di bagian Timur seperti Hinduisme, Taoisme, dan pada kepercayaan Kristiani. Meditasi spiritual serupa dengan doa. Kita merenungkan keheningan dan mencari hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan. Biasanya dibutuhkan beberapa jenis minyak. Beberapa yang kerap digunakan, seperti minyak atsiri, dupa, sage, dan kayu cendana. Meditasi spiritual bisa dilakukan di rumah atau tempat ibadah. Latihan ini bermanfaat bagi mereka yang ingin mencari pertumbuhan secara spiritual.

Mana tipe meditasi yang tepat untukmu?  (Foto- Pexels/Alexy Almond)
Mana tipe meditasi yang tepat untukmu? (Foto- Pexels/Alexy Almond)

Sementara itu, pada focused meditation, kamu harus melibatkan konsentrasi dengan memanfaatkan salah satu panca indera. Meditasi terfokus biasanya melibatkan kegiatan menghitung mote-mote mala, mendengarkan gong, atau menatap lilin yang menyala. Walau terkesan sederhana, praktik ini sulit bagi pemula, terutama ketika hendak mempertahankan fokus mereka setelah beberapa menit. Latihan ini cocok bagi mereka yang membutuhkan fokus lebih di dalam hidup.

Baca juga:

Yuk Sembuhkan Penyakit dengan Terapi Pasir Pantai

Selanjutnya ada mantra meditation. Meditasi mantra sangat menonjol di berbagai ajaran kepercayaan, terutama tradisi Hindu dan Buddha. Jenis meditasi ini menggunakan suara berulang untuk menjernihkan pikiran. Suara tersebut bisa berupa frasa, kata, atau suara 'Om' yang populer.

Meditasi. Pikiranmu bisa jadi lebih jernih. (Foto- Unsplash/Chelsea Gates)
Meditasi membuat pikiranmu jadi lebih jernih. (Foto- Unsplash/Chelsea Gates)

Mantra yang diucapkan bisa dengan suara keras ataupun pelan. Setelah mengucapkan mantra selama beberapa waktu, kamu akan merasa lebih waspada dan selaras dengan lingkungan. Jenis meditasi ini memungkinkanmu untuk mengalami tingkat kesadaran yang lebih dalam.

Dari beberapa tipe meditasi tersebut, mana yang paling pas untukmu?(SHN)

Baca juga:

Kecemasan Sosial, Fenomena yang Muncul Setelah Pandemi

#Kesehatan #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan