Headline

Dampak Badai Cempaka, Terjadi Sekitar 21 Titik Bencana

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 30 November 2017
Dampak Badai Cempaka, Terjadi Sekitar 21 Titik Bencana

Petugas BMKG menunjukkan area pergerakan badai Siklon Tropis Cempaka di Laboratorium BMKG Kemayoran, Jakarta, Rabu (29/11).(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Badai Cempaka atau siklom tropis yang menghantam pesisir selatan Pulau Jawa berdampak luar biasa terhadap sejumlah wilayah. Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan banjir dan tanah longsor di wilayah selatan Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Selain Pacitan, salah satu wilayah yang paling parah terkena dampak Badai Cempaka yakni Magelang, Jawa Tengah. Berdasarkan laporan Bupati Zaenal Arifin, sebanyak 21 titik bencana terjadi di wilaayah Magelang akibat badai Cempaka.

Zaenal Arifin di Magelang, Kamis (30/11), mengatakan bencana yang terjadi kecil-kecil, namun harus tetap diwaspadai dan selalau siaga.

Bupati Magelang sebagaimana dilansir Antara mengatakan hal tersebut usai apel besar siaga bencana alam di lapangan drh Soerpardi, Kabupaten Magelang.

Ia menuturkan bencana yang terjadi berupa hujan angin yang mengakibatkan pohon tumbang dan tanah longsor. Kebanyakan melanda wilayah pegunungan Menoreh, meliputi Kecamatan Salaman dan Borobudur.

"Paling banyak terjadi di kawasan Menoreh, karena kondisi tanah cukup labil. Di bawah (tanah) batuan, sehingga mudah terjadi longsor. Tapi kami terus siaga memantau pergerakan," katanya.

Ia menuturkan langkah antisipasi yang dilakukan, yakni melalui Badan Penanggulan Bencana Daerah bersama Polri, TNI, komunitas relawan, dan stakholder lainnya menggelar apel siaga menghadapi potensi bencana di wilayah ini.

Menurut dia bencana yang terjadi tidak berpengaruh pada sektor pariwisata dan sektor lainnya.

"Belum ada kenaikan status bencana. Sejauh ini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika belum memberikan rekomendasi. Bencana yang terjadi di Yogyakarta sudah berangsur baik, badai bergerak keluar Pulau Jawa. Kita beharap keluar dari bumi Indonesia," katanya.

Kepala Pelaksanan BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto, mengatakan hujan angin dan tanah longsor mendominasi bencana akibat badai Cempaka di wilayah ini.

Angin kencang terjadi di Desa Sukorini dan Desa Keji Kecamatan Muntilan, Desa Kalijoso Kecamatan Secang dan Kelurahan Mendut Kecamatan Mungkid. Akibatnya, sejumlah pohon tumbang hingga menutup akses jalan desa. Selain itu, pohon tumbang juga menimpa sebuah mushala dan rumah warga.

Pada Rabu (29/11) sore, musibah tanah longsor terjadi di beberapa titik di lereng pegunungan Menoreh, meliputi Kecamatan Salaman, Kecamatan Borobudur dan di lereng Merapi Kecamatan Sawangan.

Menurut dia tidak ada warga yang mengungsi karena rumah-rumah yang terdampak tergolong sedang, seperti hanya mengenai dapur. Hal itu juga karena kesiapsiagaan petugas dan relawan di masing-masing daerah.(*)

#Siklon Tropis Cempaka #Magelang #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
pemerintah telah meningkatkan respons darurat gempa nasional dari Level IV menjadi Level III pada Jumat (23/10).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Bagikan