Pilpres 2019

Curhat Ma'ruf Amin: Sekarang Jadi Kiai "Jarum Super"

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 26 Februari 2019
 Curhat Ma'ruf Amin: Sekarang Jadi Kiai

Kiai Ma'ruf berkunjung ke Cirebon, Jawa Barat (MP/Mauritz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Calon wakil presiden nomor 01 Ma'ruf Amin mencurahkan isi hati saat melakukan rangkaian safari politik ke Cirebon, Jawa Barat, Senin (25/2).

Di sela kenjungannya, Kiai Ma'ruf mengatakan, dia lebih nyaman sebagai Rais Aam PBNU dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Alasannya, kalau ingin keliling Indonesia bisa santai tak terburu-buru.

Berbeda saat terpilih menjadi Cawapres. Dia mengungkapkan, lebih sibuk di luar rumah karena padatnya kegiatan.

"Kalau sekarang jadi cawapres, kayak supir taksi ngejar setoran, muter. Sampai saya disebut kiai 'jarum super' jarang di rumah suka pergi, muter terus," ucap Ma'ruf Amin di kompleks Ponpes Kemlek, Senin (25/2).

Kiai Ma'ruf melakukan kampanye di Cirebon Jawa Barat
Kiai Ma'ruf mengungkapkan sejak jadi cawapres kesibukannya semakin padat (MP/Mauritz)

Namun demikian, Kiai Ma'ruf menyangkal bahwa itu adalah keinginan pribadinya. Dia juga menegaskan, NU tak pernah mengancam Jokowi perihal posisi cawapres.

"PBNU tidak meminta apalagi mengancam, Pak Jokowi minta cawapres, kalau ada yang cerita bahwa PBNU mengancam, enggak ada itu," ungkap Kiai Ma'ruf.

Mantan Wantimpres di era SBY itu menegaskan NU tak pernah mengintimidasi. Namun, dia membenarkan NU memang menawarkan pilihan kepada Jokowi agar memilih cawapres kader NU.

Sebab, jika Jokowi memilih kader NU, maka NU akan all out (mati-matian) memenangkan Jokowi dan kader NU yang jadi pendamping Jokowi itu.

"Orangnya boleh pilih ketum PBNU Kiai Said, boleh Kader NU ketum PKB Pak Muhaimin, kader NU ketum PPP, Pak Romahurmuziy," bebernya.

"Kader NU yang profesional Pak Mahfud, boleh juga yang Rais Aam Kiai Ma'ruf Amin. Eh, tau-tau saya terakhir kok malah dipilih," tukas Kiai Ma'ruf saat menceritakan dinamika pemilihan pendamping Jokowi.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Pamer Program Kartu, Pengamat: Jokowi Mendidik Masyarakat dengan Hal-Hal Instan

#Pilpres 2019 #KH Ma'ruf Amin #Presiden Jokowi #Rais Am PBNU
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031
Kiai Haji Miftachul Akhyar kembali dipercaya menduduki posisi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2026-2031.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031
Indonesia
Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan
Muktamar Ke-35 NU memanas usai massa protes soal pencalonan Gus Yusuf Chudlori. Gus Yahya angkat bicara dan minta semua pihak tenang. Simak faktanya!
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan
Indonesia
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden RI ke Istana Kepresidenan, bahas situasi nasional dan geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Indonesia
Tolak Pemecatan, Gus Yahya Sebut Ada Yang Menginginkan NU Pecah
Ada upaya untuk memecah belah NU melalui surat yang beredar dan menyatakan pemberhentiannya sebagai ketua umum.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 27 November 2025
Tolak Pemecatan, Gus Yahya Sebut Ada Yang Menginginkan NU Pecah
Indonesia
Nadirsyah Hosen Nilai Struktur PBNU Rapuh, Serukan Penyederhanaan dan Kemandirian
Dinamika internal PBNU belakangan ini memperlihatkan kerapuhan struktur kepemimpinan jamiyah ketika garis komando tidak berjalan secara tegas. ?
Dwi Astarini - Selasa, 25 November 2025
Nadirsyah Hosen Nilai Struktur PBNU Rapuh, Serukan Penyederhanaan dan Kemandirian
Indonesia
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Mantan Wali Kota Solo ini mendapatkan rumah pensiun hadiah dari negara di bangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Oktober 2025
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Indonesia
Cerita Ajudan Saat Jokowi Pemulihan Sekaligus Liburan di Bali Bersama Semua Cucu
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tiba dikediaman Jalan Kutai Utara 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo usai berlibur bersama cucunya di Bali, Sabtu (12/7).
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 13 Juli 2025
Cerita Ajudan Saat Jokowi Pemulihan Sekaligus Liburan di Bali Bersama Semua Cucu
Berita Foto
Anggota Watimpres Era Presiden Jokowi, Djan Faridz Jalani Pemeriksan KPK
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Djan Faridz usai menjalani pemeriksaan KPK di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Didik Setiawan - Rabu, 26 Maret 2025
Anggota Watimpres Era Presiden Jokowi, Djan Faridz Jalani Pemeriksan KPK
Indonesia
Pulang ke Solo, Jokowi Akan Dilibatkan dalam Kegiatan Kampung oleh Pengurus RT/RW Setempat
Jokowi diharapkan kembali berbaur dengan masyarakat di wilayah setempat.
Frengky Aruan - Selasa, 22 Oktober 2024
Pulang ke Solo, Jokowi Akan Dilibatkan dalam Kegiatan Kampung oleh Pengurus RT/RW Setempat
Indonesia
H-1 Pensiun, Mural Infrastruktur Era Jokowi Mejeng di Jalan Slamet Riyadi
Presiden Joko Widodo akan kembali ke Solo setelah purnatugas.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 Oktober 2024
H-1 Pensiun, Mural Infrastruktur Era Jokowi Mejeng di Jalan Slamet Riyadi
Bagikan