MerahPutih Pendidikan- Otien Astonegoro (28) seorang guru bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tiara Nusa, Jatijajar, Depok. Dengan terpilihnya Presiden Joko Widodo, pada Hari Guru kemarin dirinya menaruh harapan tinggi dalam pemerintahan presiden pilihan rakyat ini.
Bagi Otien, sebenarnya kesejahteraan guru sudah membaik semenjak pemerintahan Presiden SBY, namun itu hanya berlaku bagi guru negeri, namun guru honorer belum merasakan kesejahteraan yang dijanjikan karena belum adanya pemerataan. Dirinya mengharapkan pada pemerintahan Presiden Joko Widodo semuanya dapat berubah lebih baik
Janji pemerintah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan para guru secara merata dan mematangkan kurikulum sangat diharapkan oleh Otien. Kepada Merahputih.com, guru yang telah mendirikan lembaga bimbingan belajar bernama SINAUKU ini mengungkapkan harapannya pada Pemerintah mengenai perbaikan dunia pendidikan bangsa ini. Berikut petikan wawancaranya:
MerahPutih: “Bagaimana perhatian pemerintah sampai saat ini kepada guru?”
Otien: “Saat ini sudah ditingkatkan semenjak pemerintahan Pak SBY untuk guru-guru negeri (PNS). Tapi untuk guru honorer belum, dan belum merata juga.”
MerahPutih: “Apa harapan guru-guru di pemerintahan Jokowi?”
Otien: “Kemarin saya sempat menonton Anies Baswedan di TVRI, beliau berkata guru itu bukan pahlawan tanpa tanda jasa, justru guru itu banyak jasanya, beliau juga mengajak untuk 'memuliakan' guru. Nah, kata-kata dari 'memuliakan' tersebut, harapannya mudah-mudahan pemerintahan saat ini benar-benar memperhatikan kesejahteraan guru-guru secara merata, dari sabang sampai merauke. Yang kedua, harus benar-benar melihat ke lapangan. Apa saja yang diperlukan untuk mengajar, mulai dari buku pegangan, buku pedoman dan lainnya. Semoga pejabat-pejabat yang disana sering 'blusukan' ke sekolah-sekolah.”
MerahPutih: “Lalu apakah yang harus difokuskan dahulu untuk peningkatan bidang pendidikan?”
Otien: "Kurikulum. Harus lebih matang dalam menyiapkan kurikulum. Mulai dari pelaksanaan sampai perangkat yang dibutuhkan dalam mengajar. Salah satu dosen saya dulu di UI pernah berkata, untuk memajukan bangsa Indonesia, yaitu pendidikan harus merata dari sabang sampai merauke. Pak Anies sdh bagus dengan slogannya Indonesia Mengajar, tapi bagaimana dengan kurikulum yang sekarang?"
MerahPutih: “Apakah ada kurikulum yang tidak tepat?”
Otien: "Sepertinya tidak pernah ada, hanya pelaksanaannya saja yang tidak maksimal. Perangkat dan lain-lainnya."
MerahPutih: “Bagaimana dengan nasib guru honorer?”
Otien: "Saat ini kan sudah tidak boleh ada lagi. Kan makanya banyak yang sudah diangkat, tapi memang belum semuanya."
MerahPutih: “Bagaimana dengan gaji guru saat ini?”
Otien: "Setiap daerah kan berbeda-beda ya, tergantung kebijakan Pemdanya. Ya saat ini memang menjadi guru di Jakarta menjadi inceran guru-guru, karena paling besar pendapatannya."