Co-founder Apple Steve Wozniak Kecam Cawe-Cawe Perusahaan Teknologi dalam Politik AS

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 05 Maret 2025
 Co-founder Apple Steve Wozniak Kecam Cawe-Cawe Perusahaan Teknologi dalam Politik AS

Steve Wozniak.(foto: IMDB)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - CO-Founder Apple Steve Wozniak mengkritik peran langsung perusahaan teknologi besar dalam politik AS. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Selasa (4/3), sosok yang dikenal unik ini mengatakan tokoh seperti Elon Musk memiliki pengaruh yang terlalu besar dalam kehidupan publik.

Perancang komputer pertama Apple ini telah lama menjaga jarak dari raksasa Silicon Valley setelah meninggalkan perusahaan rintisan tersebut sebelum mencapai kesuksesan besar di bawah kepemimpinan co-founder Steve Jobs. “Saat ini semua perusahaan teknologi besar begitu besar. Rasanya seperti mereka mengendalikan hidup kita," kata Wozniak dalam acara dagang MWC Barcelona di Spanyol.

Menurut Wozniak, perusahaan teknologi sangat besar dan karena mereka memiliki nilai yang begitu besar, mereka harus terlibat dalam politik. Wozniakmerujuk pada sejarah panjang aktivitas lobi. "Tapi benar-benar mengambil peran langsung, hanya karena mereka sukses di bidang teknologi, saya sama sekali tidak menyukainya,” tegasnya.

Beberapa tokoh teknologi besar telah mendukung Donald Trump dalam usahanya kembali ke kursi kepresidenan, seperti Peter Thiel, co-founder PayPal.

Baca juga:

Cek Asli Bertandatangan Steve Jobs dan Steve Wozniak Dilelang

Namun, Wozniak secara khusus mengkritik Elon Musk, pemimpin X (sebelumnya Twitter), Tesla, dan SpaceX, yang juga merupakan orang dekat Trump dan pernah bekerja dengan Thiel di PayPal. Orang terkaya di dunia itu juga memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), yang telah memangkas banyak aktivitas pemerintah federal.

"Saya pikir keterampilan dalam politik sangat berbeda dari keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan di perusahaan teknologi. Tidak masuk akal menjalankan pemerintahan seperti menjalankan bisnis," kata Wozniak.

Dalam menjalankan bisnis, menurutnya, seseorang melihat sekitar, mencari konsensus, bernegosiasi, dan berkompromi.

"Saya tidak melihat hal itu terjadi dalam kasus Elon Musk. Anda tidak bisa begitu saja mengatakan semuanya dihapus dan memulai dari nol," tambahnya.(dwi)

Baca juga:

Mengenal Prosopagnosia, Kondisi Buta Wajah Dialami Brad Pitt dan Steve Wozniak

#Amerika Serikat #Donald Trump #Elon Musk #Steve Wozniak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Bagikan