Sains

China Kirim Misi Chang’e-7 ke Kutub Selatan Bulan, Cari Es Cair

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 04 Februari 2025
 China Kirim Misi Chang’e-7 ke Kutub Selatan Bulan, Cari Es Cair

Ilustrasi Wahana Bulan Chang'e-7 milik China.(foto: ANTARA/XINHUA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - CHINA akan meluncurkan wahana bulan Chang’e-7 pada 2026. Misi ini akan menargetkan kutub selatan Bulan untuk pencarian es air dan menguji sejumlah teknologi canggih yang berkelanjutan. Demikian dilaporkan China Media Group, Senin (3/2).

Misi yang menggunakan wahana peloncat (hopper) dan dilengkapi alat analisis molekul air itu bertujuan mengonfirmasi keberadaan dan distribusi air yang membeku di dalam kawah-kawah yang mengalami kegelapan abadi di Bulan. Misi Chang'e-3 dan Chang'e-5 berhasil mendarat di sisi dekat bulan, sedangkan Chang'e-4 dan Chang'e-6 mencatatkan pendaratan bersejarah di sisi jauh bulan.

Oleh karena itu, Chang’e-7, yang direncanakan mendarat di kutub selatan bulan, akan menguji kemampuan wahana bulan milik China tersebut untuk menjangkau daerah mana pun di bulan. “Jika es cair di bulan ditemukan, hal itu dapat secara signifikan mengurangi biaya dan waktu yang diperlukan untuk mengangkut air dari Bumi, sehingga memfasilitasi pendirian pangkalan manusia untuk aktivitas jangka panjang di bulan serta memungkinkan eksplorasi lebih lanjut ke Mars atau antariksa-dalam (deep space),” jelas ungkap Wakil Kepala Perancang Misi Chang'e-7 Tang Yuhua dalam wawancara.

Baca juga:

NASA Sengaja Tabrakkan Pesawat Luar Angkasa ke Asteroid


Menurut Wu Weiren, kepala perancang program eksplorasi bulan China, wahana antariksa Chang'e-7, yang terdiri dari wahana pengorbit (orbiter), wahana pendarat (lander), wahana penjelajah (rover), dan mobile hopper, akan menghadapi berbagai tantangan ekstrem, termasuk suhu di bawah minus 100 derajat celsius dan medan yang kompleks.??Wahana peloncat (hopper), yang merupakan penjelajah bulan pertama dari jenisnya, akan ‘meloncat’ dari area-area yang terpapar matahari hingga ke kawah gelap untuk melakukan analisis mendetail.

Wahana pendarat akan menggunakan sistem ‘navigasi citra tengara’ antariksa-dalam pertama buatan China untuk memastikan presisi, sedangkan hopper memanfaatkan teknologi penyerapan guncangan aktif untuk mendarat dengan aman di lereng.??Wahana antariksa Chang'e-7 dapat menganalisis medan pendaratannya secara otonomos, dengan lebih dari separuh pengoperasiannya dilakukan secara independen tanpa memerlukan intervensi dari bumi. Panel-panel surya yang dipasang secara vertikal di wahana antariksa itu sedang dioptimalkan agar bisa menangkap sinar matahari sudut rendah di dekat kutub bulan.

Saat ini, misi ini telah memasuki fase perakitan dan pengujian akhir.(*)?

Baca juga:

Roket China Pecah di Orbit, Tinggalkan Puing di Luar Angkasa

#Sains
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).

Berita Terkait

Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Dunia
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Spesies asli Floreana, 'Chelonoidis niger niger', punah pada 1840-an karena pelaut mengambil mereka dari pulau tersebut untuk sumber makanan dalam pelayaran.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Fun
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Museum MACAN meluncurkan Water Turbine Project, program pendidikan seni kolaborasi dengan Grundfos Indonesia. Angkat isu air, lingkungan, dan keberlanjutan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Lifestyle
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Jejak-jejak yang sebagian berdiameter hingga 40 sentimeter itu tersusun sejajar dalam barisan paralel.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Bagikan