MERAHPUTIH.COM - CHINA akan meluncurkan wahana bulan Chang’e-7 pada 2026. Misi ini akan menargetkan kutub selatan Bulan untuk pencarian es air dan menguji sejumlah teknologi canggih yang berkelanjutan. Demikian dilaporkan China Media Group, Senin (3/2).
Misi yang menggunakan wahana peloncat (hopper) dan dilengkapi alat analisis molekul air itu bertujuan mengonfirmasi keberadaan dan distribusi air yang membeku di dalam kawah-kawah yang mengalami kegelapan abadi di Bulan. Misi Chang'e-3 dan Chang'e-5 berhasil mendarat di sisi dekat bulan, sedangkan Chang'e-4 dan Chang'e-6 mencatatkan pendaratan bersejarah di sisi jauh bulan.
Oleh karena itu, Chang’e-7, yang direncanakan mendarat di kutub selatan bulan, akan menguji kemampuan wahana bulan milik China tersebut untuk menjangkau daerah mana pun di bulan. “Jika es cair di bulan ditemukan, hal itu dapat secara signifikan mengurangi biaya dan waktu yang diperlukan untuk mengangkut air dari Bumi, sehingga memfasilitasi pendirian pangkalan manusia untuk aktivitas jangka panjang di bulan serta memungkinkan eksplorasi lebih lanjut ke Mars atau antariksa-dalam (deep space),” jelas ungkap Wakil Kepala Perancang Misi Chang'e-7 Tang Yuhua dalam wawancara.
Baca juga:
Menurut Wu Weiren, kepala perancang program eksplorasi bulan China, wahana antariksa Chang'e-7, yang terdiri dari wahana pengorbit (orbiter), wahana pendarat (lander), wahana penjelajah (rover), dan mobile hopper, akan menghadapi berbagai tantangan ekstrem, termasuk suhu di bawah minus 100 derajat celsius dan medan yang kompleks.??Wahana peloncat (hopper), yang merupakan penjelajah bulan pertama dari jenisnya, akan ‘meloncat’ dari area-area yang terpapar matahari hingga ke kawah gelap untuk melakukan analisis mendetail.
Wahana pendarat akan menggunakan sistem ‘navigasi citra tengara’ antariksa-dalam pertama buatan China untuk memastikan presisi, sedangkan hopper memanfaatkan teknologi penyerapan guncangan aktif untuk mendarat dengan aman di lereng.??Wahana antariksa Chang'e-7 dapat menganalisis medan pendaratannya secara otonomos, dengan lebih dari separuh pengoperasiannya dilakukan secara independen tanpa memerlukan intervensi dari bumi. Panel-panel surya yang dipasang secara vertikal di wahana antariksa itu sedang dioptimalkan agar bisa menangkap sinar matahari sudut rendah di dekat kutub bulan.
Saat ini, misi ini telah memasuki fase perakitan dan pengujian akhir.(*)?
Baca juga:
Roket China Pecah di Orbit, Tinggalkan Puing di Luar Angkasa