China Dituduh Mencoba Pengaruhi Pemilu AS

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 April 2024
 China Dituduh Mencoba Pengaruhi Pemilu AS

Presiden Xi Jinping (kanan) melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken (kiri) di Balai Agung Rakyat di Beijing, pada Jumat (26/4/2024). ANTARA/Xinhua

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Amerika Serikat menuduh China mencoba untuk memengaruhi dan bahka dibilang mengganggu pemilu AS mendatang.

"Kami telah melihat, secara umum, bukti adanya upaya untuk memengaruhi dan bisa dibilang campur tangan, dan kami ingin memastikan bahwa upaya tersebut dihentikan secepat mungkin," ujar Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken pada Jumat (26/4)

Pernyataan itu ia keluarkan dalam wawancara dengan stasiun televisi CNN pada akhir kunjungannya selama tiga hari di China.

Selama kunjungan tersebut, Blinken bertemu dengan Presiden Xi Jinping serta sejumlah pejabat China untuk membahas sejumlah isu antara kedua negara seperti peraturan teknologi AS dan sikap China atas Rusia.

Baca juga:

China Desak Israel Hentikan Semua Operasi Militer di Rafah

Menlu AS itu mengatakan, bahwa dalam diskusinya dengan Xi, dia menyoroti peringatan dari Presiden Joe Biden sebelumnya agar tidak campur tangan dalam pemilu AS 2024.

"Campur tangan apa pun oleh China dalam pemilu kami adalah sesuatu yang kami perhatikan dengan sangat hati-hati dan sama sekali tidak dapat kami terima, jadi saya ingin memastikan bahwa mereka mendengar pesan itu lagi," ujarnya.

Pada pemilu 2018, mantan Presiden Donald Trump juga menuduh China mencoba ikut campur dalam pemilu sela menyangkut perselisihan perdagangan dengan pemerintahannya.

China menegaskan, secara konsisten menekankan kebijakannya untuk tidak ikut campur dalam pemilu AS, dengan mengutip prinsip menghormati urusan dalam negeri negara lain.

Baca juga:

Pertama Kali Tampil di GP China, Zhou Merasa Terharu

Namun, entitas yang terkait dengan China, termasuk mereka yang diduga memiliki kaitan dengan Beijing, telah menghadapi tuduhan campur tangan politik di negara-negara seperti Kanada.

#China #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
China Kerahkan Kapal Induk ke Pasifik Barat
Liaoning telah menggelar latihan militer selama lebih dari 40 hari di sejumlah wilayah, termasuk Pasifik Barat dan Laut China Selatan, pada awal tahun lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
China Kerahkan Kapal Induk ke Pasifik Barat
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Indonesia
Menlu China Sambut Menlu Arrmanatha, Ingin Dorong Pembangunan Senasib Sepenanggungan
China disebut bersedia terus bersama Indonesia, mengikuti arahan strategis kepala negara kedua negara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Menlu China Sambut Menlu Arrmanatha, Ingin Dorong Pembangunan Senasib Sepenanggungan
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Bagikan