MerahPutih.com - China mengecam keras serangan yang dilakukan Israel hingga menewaskan prajurit Tentara Nasional Indonesia yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian di Lebanon Selatan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
"Serangan sengaja terhadap penjaga perdamaian PBB merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan resolusi Dewan Keamanan Nomor 1701; hal ini tidak dapat diterima dan harus dihentikan sekarang juga," ujar Mao Ning dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (31/3).
Baca juga:
TNI Ungkap Identitas 2 Prajurit Gugur di Lebanon, Ini Kronologinya
Pernyataan China tersebut merespons insiden fatal di wilayah penugasan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang menewaskan tiga personel TNI serta melukai dua lainnya.
Tiga prajurit yang gugur telah teridentifikasi, yakni: Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Sementara dua prajurit yang mengalami luka adalah Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto
Keduanya saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit St. George Beirut setelah dievakuasi dari lokasi kejadian.
Baca juga:
TNI Gugur di Misi Perdamaian, DPR Desak PBB Jaga Keamanan Pasukan
Hingga kini, pihak UNIFIL masih melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Di sisi lain, TNI terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta menyiapkan langkah-langkah kontinjensi guna menghadapi dinamika konflik yang terus berkembang di wilayah Lebanon Selatan. (Knu)