China Bangun Sarana Militer Baru di Laut China Selatan

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 30 Juni 2017
China Bangun Sarana Militer Baru di Laut China Selatan

Para Tentara China sedang berlatih (ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

China membangun sarana baru militer di kepulauan Laut Cina Selatan, kata lembaga kajian AS pada Kamis, yang dapat menimbulkan ketegangan dengan Washington, yang menuding Beijing melakukan militerisasi di jalur penting perairan itu.

Prakarsa Keterbukaan Laut Asia (AMTI), bagian dari Pusat Kajian Strategis dan Internasional di Washington, mengatakan, citra baru satelit menunjukkan tempat penampungan peluru kendali dan radar komunikasi, yang dibangun di Fiery Cross, Mischief dan Subi Reef di Kepulauan Spratly.

Amerika Serikat mengkritik pembangunan sarana militer China di pulau buatan dan mengkhawatirkan sarana itu untuk membatasi pergerakan kapal secara bebas melalui Laut China Selatan, salah satu jalur penting perdagangan. Pada bulan lalu, kapal perang Angkatan Laut AS berlayar dalam jarak 12 mil laut di Mischief Reef untuk menunjukkan kebebasan berlayar, tantangan pertama untuk klaim Beijing atas sebagian besar jalur perairan itu sejak Presiden AS Donald Trump menjabat.

China membantah tuduhan AS bahwa pihaknya melakukan militerisasi di laut itu, yang juga diklaim oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam. Trump telah meminta bantuan China untuk mengekang program nuklir dan peluru kendali Korea Utara, dan ketegangan antara Washington dan Beijing atas instalasi militer di Laut China Selatan dapat menghambat usaha tersebut.

China telah membangun empat tempat penampungan peluru kendali baru di Fiery Cross untuk menuju ke delapan pulau lainnya, kata AMTI. Mischief dan Subi masing-masing memiliki delapan tempat penampungan, kata lembaga kajian itu dalam sebuah laporan sebelumnya.

Pada Februari, Reuters melaporkan bahwa China telah hampir selesai membangun struktur peluru kendali darat-ke-udara jarak jauh di tiga pulau. Di pulau Mischief Reef, array antena yang sangat besar sedang dipasang, yang tampaknya digunakan untuk meningkatkan kemampuan Beijing memantau lingkungan di sekitarnya, kata AMTI, mereka menambahkan bahwa pembangunan antena tersebut harus menjadi perhatian Filipina karena dibuat dekat dengan daerah yang diklaim oleh Manila.

Sebuah kubah besar baru-baru ini dipasang di Fiery Cross dan satu lagi sedang dalam pembangunan, yang menunjukkan sistem komunikasi atau radar yang cukup besar, kata AMTI. Dua kubah lainnya dibangun di Mischief Reef, katanya.

Kubah kecil dipasang di dekat tempat penampungan peluru kendali di Mischief, "menunjukkan bahwa itu dapat dihubungkan ke radar untuk sistem peluru kendali yang mungkin ada di sana," kata AMTI.

"Pada saat ini, Beijing setiap saat dapat menggunakan perangkat militer, termasuk pesawat tempur dan peluncur peluru kendali bergerak, ke kepulauan Spratly," katanya.

Sumber: ANTARA

#Laut China Selatan #Donald Trump #Beijing #Filipina
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Legenda Country Dolly Parton Meninggal Dunia, Donald Trump Perintahkan Bendera Setengah Tiang Selama Satu Pekan
Penyanyi sekaligus aktris musik country asal Amerika Serikat, Dolly Parton, meninggal dunia pada usia 80 tahun.
Yusuf Abdillah - Rabu, 26 Agustus 2026
Legenda Country Dolly Parton Meninggal Dunia, Donald Trump Perintahkan Bendera Setengah Tiang Selama Satu Pekan
Dunia
Trump Mulai Operasi Serangan Penghancuran Ekonomi Iran
Trump mengatakan AS akan berupaya memutus jalur keuangan dan perdagangan yang memberikan dukungan ekonomi kepada Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Agustus 2026
Trump Mulai Operasi Serangan Penghancuran Ekonomi Iran
Dunia
Balas Klaim Trump atas Selat Hormuz, Iran Sebut California Wilayah Barunya
Iran membalas pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut Selat Hormuz sebagai "wilayah baru AS".
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
Balas Klaim Trump atas Selat Hormuz, Iran Sebut California Wilayah Barunya
Dunia
Trump Ancam Bombardir Oman Jika Ikut Campur Kesepakatan Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Oman.
Yusuf Abdillah - Selasa, 18 Agustus 2026
Trump Ancam Bombardir Oman Jika Ikut Campur Kesepakatan Selat Hormuz
Dunia
Trump Siapkan Hantaman Ekonomi Baru ke Iran
Iran selama beberapa dekade telah menunjukkan bahwa negara tersebut tidak dapat dilumpuhkan dengan langkah-langkah semacam itu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
Trump Siapkan Hantaman Ekonomi Baru ke Iran
Dunia
4 Kali Jadi Target Penembakan, Trump Sampai Dikawal 'Avengers' Saat Main Golf
Donald Trump sudah empat kali jadi target penembakan dalam dua tahun terakhir, termasuk insiden peluru mengenai telinganya pada Juni 2024.
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
4 Kali Jadi Target Penembakan, Trump Sampai Dikawal 'Avengers' Saat Main Golf
Dunia
Badai Muson Habagat Landa Filipina, 8 Orang Tewas dan 486 Ribu Orang Terdampak
setidaknya 124 ribu keluarga atau 486 ribu orang terdampak bencana akibat hujan lebat dan banjir di sejumlah wilayah Filipina hingga Minggu pukul 18:00 waktu setempat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Badai Muson Habagat Landa Filipina, 8 Orang Tewas dan 486 Ribu Orang Terdampak
Dunia
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Presiden AS Donald Trump menutup lima misi diplomatik, termasuk Konsulat AS di Medan, Indonesia.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Dunia
Board of Peace Sepakat Lucuti Senjata Milik Hamas, Pasukan Kepolisian Baru Akan Amankan Gaza
Dewan Perdamaian menyatakan Hamas telah menyetujui peta jalan rinci untuk melaksanakan tahapan berikutnya dari gencatan senjata di Gaza.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Board of Peace Sepakat Lucuti Senjata Milik Hamas, Pasukan Kepolisian Baru Akan Amankan Gaza
Olahraga
Ferran Torres Pamer Topi 'Make Spain Great Again' Saat Parade Juara, Gedung Putih Angkat Bicara
Penampilan pemain berusia 26 tahun mengenakan topi bertuliskan empat kata tersebut memicu dua penafsiran berbeda
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Juli 2026
Ferran Torres Pamer Topi 'Make Spain Great Again' Saat Parade Juara, Gedung Putih Angkat Bicara
Bagikan