China Bakal Singgung Penjualan Senjata AS saat Bertemu Trump di Beijing

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026
China Bakal Singgung Penjualan Senjata AS saat Bertemu Trump di Beijing

Donald Trump dan Xi Jinping (mfa.gov.cn)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan melakukan kunjungan ke China dan dijadwalkan bertemu dengan Xi Jinping pada Kamis (14/5) dan Jumat (15/5) di Beijing.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dia dan Presiden China Xi Jinping akan membahas penjualan senjata ke Taiwan saat kedua pemimpin itu bertemu di Beijing pekan ini.

"Saya akan berdiskusi tentang hal itu dengan Presiden Xi," kata Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih, Senin (11/5).

Trump mengatakan, hal itu untuk menjawab pertanyaan apakah Amerika Serikat seharusnya menjual senjata kepada Taiwan, pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut.

Baca juga:

Perundingan Damai Gagal, Trump Keluarkan Ancaman Baru

Dia menambahkan bahwa sesungguhnya Xi Jinping tidak berharap AS menjual senjata ke Taiwan.

"Presiden Xi ingin agar kami tidak melakukannya dan saya akan membahas hal tersebut. Isu tersebut merupakan satu dari banyak hal yang akan saya bicarakan dengan Xi," ujar Trump.

Sementara itu, pernyataan terbaru dari pejabat China mengindikasikan Xi Jinping akan mendesak Donald Trump untuk menghentikan penjualan senjata ke Taiwan, sebuah wilayah yang diperintah secara demokratis tetapi diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya.

Seorang pejabat senior Amerika Serikat sebelumnya mengatakan kebijakan AS terhadap Taiwan tidak berubah dan memprediksi tidak akan ada perubahan di masa mendatang.

Berdasarkan Taiwan Relations Act, Amerika boleh membantu Taiwan mempertahankan kemampuan pertahanan diri secara memadai.

Pada Desember lalu, Amerika menyetujui potensi penjualan senjata dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) senilai lebih dari 11 miliar dolar AS (sekitar Rp 191,9 triliun) kepada Taiwan.

Langkah tersebut memicu reaksi keras dari China, yang belum menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk membawa Taiwan berada di bawah kendalinya. (*)

#Amerika Serikat #Donald Trump #China
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
China Kerahkan Kapal Induk ke Pasifik Barat
Liaoning telah menggelar latihan militer selama lebih dari 40 hari di sejumlah wilayah, termasuk Pasifik Barat dan Laut China Selatan, pada awal tahun lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
China Kerahkan Kapal Induk ke Pasifik Barat
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Indonesia
Menlu China Sambut Menlu Arrmanatha, Ingin Dorong Pembangunan Senasib Sepenanggungan
China disebut bersedia terus bersama Indonesia, mengikuti arahan strategis kepala negara kedua negara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Menlu China Sambut Menlu Arrmanatha, Ingin Dorong Pembangunan Senasib Sepenanggungan
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Bagikan