Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Cerita Kehidupan Bung Karno Dalam Monolog Bung Karno

Muchammad YaniMuchammad Yani - Senin, 14 Agustus 2017
Cerita Kehidupan Bung Karno Dalam Monolog Bung Karno

Wawan Sofyan sedang monolog (Doc. Galeri Indonesia Kaya)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAGI yang bergelut di dunia seni pertinjukan terntunya akan mengenal nama Wawan Sofyan. Wawan merupakan sutradara dan penulis naskah untuk sejumlah pentas teater, dan pemain monolog. Kali ini, Wawan Sofwan menunjukan kemampuannya dalam pementasan yang bertajuk Monolog Bung Karno: Besok Atau Tidak Sama Sekali di Auditorium Galeri Indonesia Kaya.

Monolog berdurasi 60 menit ini mengisahkan, malam hari menjelang pembacaan teks proklamasi, Sukarno merenungkan kembali perjalanan perjuangannya dalam membebaskan Indonesia dari belenggu penjajahan. Apa itu bangsa? Apa itu kemerdekaan? Berbagai pertanyaan lainnya diangkat dalam monolog ini.

Setelah kekalahan Jepang dari sekutu, para Bapak Bangsa Indonesia merasa kalau tidak melakukan sebuah tindakan revolusioner, maka kemerdekaan yang sudah di depan mata akan terlepas. Acara kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan secara lantang oleh para penikmat seni di Auditorium Galeri Indonesia Kaya.

Wawan Sofyan sedang monolog (Doc. Galeri Indonesia Kaya)

"Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui betul tentang perjuangan bangsa ini untuk bebas dari bentuk penjajahan. Melalui pementasan ini, semoga dapat menginspirasi kita sebagai generasi penerus bangsa untuk meneladani semangat juang Bung Karno dan meneruskan perjuangan para pahlawan untuk Indonesia yang lebih baik," ujar Wawan Sofwan di acara Monolog Bung Karno: Besok Atau Tidak Sama Sekali di Galeri Indonesia Kaya, Minggu (13/8).

Pada 1994, Wawan Sofwan mendirikan sebuah kelompok teater bernama Mainteater untuk melatih dirinya sebagai seorang sutradara dan mengakomodasi monolog pertamanya Oknum. Pada 2002, Wawan membawakan monolog Bung Karno untuk pertama kalinya di Moskow, Rusia, saat mendapatkan beasiswa dari Yayasan Bung Karno.

Dari Moskow itulah Wawan membawa monolog Bung Karno ke Jerman dan Belanda. Selain Bung Karno, Wawan kerap mengangkat tokoh lain seperti Raden Ajeng Kartini, Tan Malaka, dan Inggit Garnasih dalam garapan-garapan monolognya. (*)

Selain artikel ini Anda juga bisa baca Didik Nini Thowok: Tarian Tradisional, Perekat Persatuan Bangsa

#Teater
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Akhiri Penantian 35 Tahun, Teater Koma Hidupkan Kembali Lakon 'Rumah Sakit Jiwa'
Teater Koma kembali menghadirkan lakon klasik Rumah Sakit Jiwa karya N. Riantiarno setelah 35 tahun. Pertunjukan digelar 30 Juli–2 Agustus 2026 di TIM, Jakarta.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
Akhiri Penantian 35 Tahun, Teater Koma Hidupkan Kembali Lakon 'Rumah Sakit Jiwa'
Lifestyle
Senja Teduh Pelita Penggabungan Musik, Teater, dan Narasi Kuat Membuka Babak Baru MALIQ & D'Essentials.
Sejumlah lagu seperti "Senja Teduh Pelita", "Himalaya", "Aurora", "Jalan Pulang", hingga materi dari album terbaru Begini Begitu diinterpretasikan ulang untuk mengiringi perjalanan emosional para karakter
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 Juli 2026
Senja Teduh Pelita Penggabungan Musik, Teater, dan Narasi Kuat Membuka Babak Baru MALIQ & D'Essentials.
Berita Foto
Jelang Pementasan Teater Musikal Bertajuk Senja Teduh Pelita, Adaptasi Lagu MALIQ & D’Essentials
Para pemeran mementaskan teater musikal bertajuk "Senja Teduh Pelita' adaptasi lagu MALIQ and D'Essentials dalam konfereni pers di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 03 Juni 2026
Jelang Pementasan Teater Musikal Bertajuk Senja Teduh Pelita, Adaptasi Lagu MALIQ & D’Essentials
ShowBiz
Drama Musikal 'Mar' Comeback, Hadirkan Panggung 360 Derajat Visualisasi Ciamik Bandung Lautan Api
Pertunjukan drama musikal Mar kembali lagi ke panggung pertunjukan di Ciputra Artpreneur, Jakarta Pusat, pada 15-17 Mei 2026.
Dwi Astarini - Sabtu, 16 Mei 2026
Drama Musikal 'Mar' Comeback, Hadirkan Panggung 360 Derajat Visualisasi Ciamik Bandung Lautan Api
Berita Foto
Mengintip Latihan Jelang Pementasan Teater Musikal Bertajuk Perahu Kertas di Jakarta
Pelakon musikal Perahu Kertas berakting pada sesi latihan di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Mengintip Latihan Jelang Pementasan Teater Musikal Bertajuk Perahu Kertas di Jakarta
ShowBiz
Mengenang Pramoedya Ananta Toer lewat 'Bunga Penutup Abad'
Kehadiran pertunjukan ini kembali menegaskan bahwa karya-karya Pram tidak hanya bersifat abadi, tetapi juga tetap relevan.
Dwi Astarini - Senin, 01 September 2025
Mengenang Pramoedya Ananta Toer lewat 'Bunga Penutup Abad'
Berita Foto
Mengintip Sesi Latihan Jelang Pementasan Teater Bertajuk Bunga Penutup Abad
Happy Salma memerankan Nyai Ontosoroh beradu akting dengan Reza Rahadian memerankan Minke dalam sesi latihan pementasan teater bertajuk "Bunga Penutup Abad" di Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Didik Setiawan - Kamis, 21 Agustus 2025
Mengintip Sesi Latihan Jelang Pementasan Teater Bertajuk Bunga Penutup Abad
Berita Foto
Jelang Pertunjukan Teater Bertajuk Bunga Penutup Abad di Jakarta
Produser sekaligus Pemeran Teater Happy Salma (kedua kanan), Aktris Chelsea Islan (kedua kiri), dan Aktor Reza Rahadian (kiri), Pemeran Teater Sajani Arifin (kanan), memberikan keterangan kepada media jelang pertunjukan teater bertajuk Bunga Penutup Abad di Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Didik Setiawan - Jumat, 15 Agustus 2025
Jelang Pertunjukan Teater Bertajuk Bunga Penutup Abad di Jakarta
ShowBiz
Teater Koma Bawa Karakter Punokawan Melintasi Ruang dan Zaman dalam Pertunjukan 'Mencari Semar'
Pertunjukan Mencari Semar akan ditampilkan pada 13-17 Agustus 2025 di Ciputra Artpreneur.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 31 Juli 2025
Teater Koma Bawa Karakter Punokawan Melintasi Ruang dan Zaman dalam Pertunjukan 'Mencari Semar'
Berita Foto
Jelang Pementasan Teater Mencari Semar Angkat Cerita Tradisi Punakawan yang Futuristik
Para pemain memainkan lakon Teater bertajuk "Mencari Semar" di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Kamis (31/7/2025).qa
Didik Setiawan - Kamis, 31 Juli 2025
Jelang Pementasan Teater Mencari Semar Angkat Cerita Tradisi Punakawan yang Futuristik
Bagikan