Ketika Romantika Diuji Prahara Politik Nasional Tersaji dalam Teater Musikal 'Mar'

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 28 Februari 2025
Ketika Romantika Diuji Prahara Politik Nasional Tersaji dalam Teater Musikal 'Mar'

Teater musikal Mar ditampilkan di Ciputra Artpreuner Jakarta. (Foto: MerahPutih.com/Tika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - ArtSwara Production merilis produksi teater musikal ke-13 bertajuk 'Mar' yang tayang dengan meriah di panggung megah Ciputra Artpreuner, Jakarta Selatan, Kamis (27/2).

Drama musikal Mar diproduseri oleh Narindra Kukila. Persipan sejak tiga tahun, proyek ini digarap dengan matang.

Melibatkan penulisan naskah drama Titien Wattimena, serta penanggung jawab aransemen lagu Dian HP. Hamada Abdool dan Davit Fitrik betanggung jawab atas koreograferi di musikal ini.

Produksi ini mencerita kisah cinta dua sejoli Galabby Tahira yang berperan jadi tokoh Aryati dan Gabriel Harvianto sebagai tokoh Sersan Mayor Mar.

Cinta mereka merekah di tengah gejolak politik pasca Kemerdekaan yang masih tak pasti. Menariknya cerita ini disampaikan dalam bentuk prolog antara Aryati tua yang disapa Nin dan cucunya Mara.

Baca juga:

Drama Musikal Mar: Perjalanan Cinta yang Kuat antara Prajurit dan Perawat

Dari sudut kiri panggung, Nin terlihat dalam baluta baju brokat dihiasi seledang menjutai di bahunya yang ringkih. Tangannya menggenggam foto cinta pertama dan terakhirnya, Sersan Mayor Mar.

Cucunya Nin, mendesaknya mengilhami sebuah kisah cinta abadi yang pernah dilalui Nin. Sebuah perjalanan menuju perjamuan cinta.

Diceritakan kisah berlatar awal tahun kemerdekaan Indonesia.

Suatu sore, sekelompok tentara dan juru rawat bersantai melepas penat di warung Ambu. Lantunana serulingan sunda, wangi kopi dan goreng pisang mengepul dan meruar ke sudut manapun.

Waktu pertama bagi Aryati bersinggah melepas penat yang selama ini hanya didekapnya di ruang perawatan. Tapi siapa yang tahu nasib, hari itu jadi hari spesial, wanita dengan tutur manis tersebut bertemu dengan Sersan Mayor Mar.

Setiap orang tersanjung bisa berkenalan dengan Sersan Mayor Mar. Pria gagah dan tegap itu dijuluki "Gatot Kaca". Saat Mar duduk di kuris kayu, kelap kelip lampu berganti, menyoroti Mar yang kehadiran selalu mencuri perhatian.

"Pria idaman hasratnya hatiku, juru terbang angkatan udara negaraku. Alangkah gagahnya sopan satunya. Aku namakan dia juru terbangku si Gatot Kaca," kata Sersan Jono menyanjung Mar, sebuah lagu terinspirasi dari karya maestro Ismail Marzuki.

Baca juga:

Pementasan Teater Populer Bertajuk Dag Dig Dug di Salihara Jakarta

Sersan Jono yang paling mendukung Mar berkenalan dengan Ariyati. Satu langkah malu-malu jadi lebih pasti, waktu Mar menyodorkan tangan bersalaman dan berkenalan dengan Ariyati.

Itulah waktu di mana benih cinta mulai tumbuh di hati Mar. Ia menyukai Ariyati. Perkenalan mereka terbilang singkat. Namun kechemistri keduanya terikat kuat, romansa-romansa menghiasi hari mereka.

Satu pertemuan penting, Ariati dengan blouse orange bersepeda dengan Mar, melihat rembulan terang seterang niat Mar yang inginkan Ariati menjadi kekasihnya. Dua orang yang sedang dibelai asmara itu mengikat janji, saling mencintai dan akhirnya berpacaran.

Hari berganti hari. Sampai tiba di mana Ariyati mendapatkan tugas mengabdi kepada negara. Ia dipindah tugaskan ke Jakarta meninggalkan Mar di 'Bumi Parahyangan'.

Kabar yang membuat hari Mar tertegun, tapi tergugah karena ia pun mesti mengabdikan dirinya menjaga kedaulatan Indonesia yang berpindah ke Yogyakarta.

"Rindu tak bisa kamu lawan Mar. Semakin coba kau bunuh. Semakin kuat dia mengusai detak jantungmu," kata Aryati dalam penggelan pesan perpisahan yang membuat pilu.

Baca juga:

Teater Pandora bersama Museum MACAN Persembahkan Teater 'Constellations'

Satu hari terlewati, jarak Jakarta dan Yogyakarta mungkin beratus kilometer tapi perasaan keduanya selalu hangat. Dengan doa dan harapan yang selalu mereka rapal dalam surat cinta.

Hari baik makin dekat. Mar dan Ariyati menikah, sebuah cita-cita suci yang lama dimimpikan tercapai. Tapi pengabdian sang Sersan tidak bisa lepas. Ia kembali bertugas.

Dalam langkah Mar berseraklah doa-doa Ariyati. Tapi takdir tak bisa dibendung. Peristiwa Bandung Lautan Api pecah, menjadi saksi pilu memisahkan sosok patriot "Mar" dengan orang yang dikasihinya.

Mar meregang nyawa bersemayam ke dunia lain di banyak ketinggian ialah ketinggian cinta dan rasa hormat. (Tka)

#Teater #Teater Musikal
Bagikan
Ditulis Oleh

Tika Ayu

Berita Terkait

Berita Foto
Jelang Pementasan Teater Musikal Bertajuk Senja Teduh Pelita, Adaptasi Lagu MALIQ & D’Essentials
Para pemeran mementaskan teater musikal bertajuk "Senja Teduh Pelita' adaptasi lagu MALIQ and D'Essentials dalam konfereni pers di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 03 Juni 2026
Jelang Pementasan Teater Musikal Bertajuk Senja Teduh Pelita, Adaptasi Lagu MALIQ & D’Essentials
ShowBiz
Drama Musikal 'Mar' Comeback, Hadirkan Panggung 360 Derajat Visualisasi Ciamik Bandung Lautan Api
Pertunjukan drama musikal Mar kembali lagi ke panggung pertunjukan di Ciputra Artpreneur, Jakarta Pusat, pada 15-17 Mei 2026.
Dwi Astarini - Sabtu, 16 Mei 2026
Drama Musikal 'Mar' Comeback, Hadirkan Panggung 360 Derajat Visualisasi Ciamik Bandung Lautan Api
ShowBiz
Joko Anwar Ungkap Rencana Teater Musikal 'Ghost in The Cell', Dijadwalkan 2027
Joko Anwar berencana mengadaptasi Ghost in The Cell menjadi teater musikal pada 2027. Simak konsep, alasan, dan rencana audisi terbuka untuk talenta baru.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Joko Anwar Ungkap Rencana Teater Musikal 'Ghost in The Cell', Dijadwalkan 2027
ShowBiz
Versi Baru Lagu 'Dua Manusia' Maudy Ayunda Berhasil Hidupkan Musikal 'Perahu Kertas'
Musikal Perahu Kertas memperkenalkan OST “Dua Manusia” yang dinyanyikan Maudy Ayunda dengan sudut pandang perempuan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Februari 2026
Versi Baru Lagu 'Dua Manusia' Maudy Ayunda Berhasil Hidupkan Musikal 'Perahu Kertas'
ShowBiz
ArtSwara Hadirkan 'Vintage Sounds', Live Variety Show Musik Pop Era 80-90's
ArtSwara akan menggelar pertunjukan 'Vintage Sounds' pada 17 Februari 2026, hadirkan musik pop Indonesia era 80–90's dengan aransemen baru dari Tohpati.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
ArtSwara Hadirkan 'Vintage Sounds', Live Variety Show Musik Pop Era 80-90's
Berita Foto
Mengintip Latihan Jelang Pementasan Teater Musikal Bertajuk Perahu Kertas di Jakarta
Pelakon musikal Perahu Kertas berakting pada sesi latihan di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Mengintip Latihan Jelang Pementasan Teater Musikal Bertajuk Perahu Kertas di Jakarta
Berita Foto
Jelang Pementasan Festival Musikal Indonesia 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta
Program Manager Indonesia Kaya Billy Gamaliel (kiri) bersama Produser Festival Musikal Indonesia Nala Amrytha (kedua kiri), Brand Ambassador Festival Musikal Indonesia Quinn Salman (tengah), Ara Ajisiwi (kedua kanan), dan Gerry Gerardo (kanan) foto bersama usai konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Rabu (22/10/2025).
Didik Setiawan - Rabu, 22 Oktober 2025
Jelang Pementasan Festival Musikal Indonesia 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta
ShowBiz
Festival Musikal Indonesia 2025: Kreativitas Komunitas Seni Nusantara dalam Satu Panggung
FMI 2025 menjadi ruang kolaboratif bagi seniman serta komunitas musikal dari berbagai daerah untuk menampilkan karya yang memadukan unsur budaya lokal dengan sentuhan musikal modern.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Oktober 2025
Festival Musikal Indonesia 2025: Kreativitas Komunitas Seni Nusantara dalam Satu Panggung
ShowBiz
Mengenang Pramoedya Ananta Toer lewat 'Bunga Penutup Abad'
Kehadiran pertunjukan ini kembali menegaskan bahwa karya-karya Pram tidak hanya bersifat abadi, tetapi juga tetap relevan.
Dwi Astarini - Senin, 01 September 2025
Mengenang Pramoedya Ananta Toer lewat 'Bunga Penutup Abad'
Berita Foto
Mengintip Sesi Latihan Jelang Pementasan Teater Bertajuk Bunga Penutup Abad
Happy Salma memerankan Nyai Ontosoroh beradu akting dengan Reza Rahadian memerankan Minke dalam sesi latihan pementasan teater bertajuk "Bunga Penutup Abad" di Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Didik Setiawan - Kamis, 21 Agustus 2025
Mengintip Sesi Latihan Jelang Pementasan Teater Bertajuk Bunga Penutup Abad
Bagikan