Cengengesan Melawan Rejim Tiran Melalui “Mati Ketawa Cara Daripada Soeharto”

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Minggu, 15 Oktober 2017
Cengengesan Melawan Rejim Tiran Melalui “Mati Ketawa Cara Daripada Soeharto”

Soeharto mendapat tangkapan ikan besar. (ciricara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DESAS-DESUS keterlibatan Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres) di balik kelihaian memancing Presiden Soeharto tersebar luas. Paspampres konon berada di bawah laut bertugas mengaitkan ikan besar pada kail pancingan penguasa Orde Baru tersebut.

Panglima TNI, Feisal Tanjung tak mau kecolongan. Maklum, namanya masuk dalam daftar peserta lomba memancing di Kepulaun Seribu bersama sang presiden dan para menteri. Dia meminta para pasukannya menjaga perairan sekitar lokasi lomba, memastikan agar pertandingan berjalan fair.

Di atas geladak kapal, Feisal Tanjung, Menristek BJ Habibie, dan Menpan Harmoko tercekat ketika sang presiden berteriak strike! Nampak ikan besar termangu di mata kailnya. Tak lama kemudian, teriakan serupa semakin sering terdengar.

Penasaran, Feisal Tanjung lantas menghampiri sang presiden. “Pak, terus terang kami kagum dengan kemampuan bapak. Bisakah bapak berikan rahasianya kepada kami?” tanya sang panglima.

Lho. Kamu selama ini belum tahu tho. Itu kan gampang saja. Ini lho, “ ujar Soeharto tersenyum kecil sembari menarik mata kail dan menunjukan sebuah plastik kecil bertuliskan, “Pilih: Makan Kail, Ikut P4, atau Ikut Pembekalan”.

Humor mengenai penguasa Orde Baru, Soeharto, beserta para pembantunya di kabinet, hadir pada kumpulan anekdot Mati Ketawa Cara Daripada Soeharto. Poros humor atau lelucon di dalam buku tersebut, menurut aktifis Tri Agus Siswowihardjo, pada dokumentasi diskusi Menyindir di Moncong Senapan, rangkaian simposium Cara Orde Baru Menciptaken Manusia Indonesianya,15 Juni 2016, mengisahkan Soeharto, menterinya; Harmoko, Moerdiono, dan kebijakan-kebijakannya.

“Masyarakat kala itu berada di bawah tekanan, berusaha melawan melalui humor,” ungkap Agus Siswowiharjo.

Kumpulan anekdot sumbangan para aktifis, jurnalis, dan pelaku humor di tanah air, lanjut Agus Siswowiharjo, terinspirasi dari buku humor Mati Ketawa Cara Rusia pada paruh pertama tahun 1980-an. Gus Dur memberi kata pengantar buku humor berjudul asli Russia Dies Laughing, memuat humor segar, bahkan tak kalah lucu dengan kelakar-kelakar di dalam isi buku berisi lelucon tentang Komunisme di Russia dan Eropa Timur.

“Buku itu sangat berpengaruh dan mengilhami pembaca di Indonesia.Ternyata lelucon anti komunis bisa diadopsi untuk menertawakan rejim Orde Baru yang anti komunis,” imbuh Agus Siswowiharjo.

Lahirlah buku humor politik Mati Ketawa Cara Daripada Soeharto, untuk membuktikan , “Tidak semua manusia Indonesia telah ‘mati pikir’ di negerinya sendiri. Ada sejumlah orang masih kreatif dan berotak sehat. Buktinya mereka bisa membuat humor. Dan lewat humor-humor bikinannya itu mereka berhasil mengundang orang lain untuk tersenyum. Meski kada sini dan menyakitkan,” tulis Penerbit Pustaka GoRo-GoRo pada kata pengantar buu humor Mati Ketawa Cara Daripada Soeharto.

Buku humor politik tersebut kemudian beredar secara bawah tanah di masa rejim Orba. Media massa alternatif turut pula berpartisipasi menyebarluaskan humor tersebut dengan memberi pemanis sketsa karikatural.

Humor menjadi pelepasan suasan sumpek, ketika saran kritik atau saluran unek-unek pada masa Orba tersumbat, atau kalau pun ada, melalui penyeleksian (screening) panjang dan melelahkan, dengan hasi akhir tak lebih dari sekadar puja-puji.

“Lelucon juga dapat berfungsi sebagai kritik terhadap keadaan tidak menyenangkan atau kebosanan di tempat atau negara sendiri,” sebut mendiang Gus Dur dalam rekaman kaset diskusi “Humor dalam Budaya Indonesia,” di TIM Jakarta, September 1992, dinukil dalam makalah “Humor: Sosialisasi Kebencian Terhadap Rejim”.

Melalui humor, kekuasaan absolut bahkan berjarak, menjadi bahan tertawaan ringan dan renyah. (*)

#Soeharto #Humor Soeharto #Humor Orde Baru #Mati Ketawa Cara Daripada Soeharto
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Berbesar Hati Capaian Stok Beras Nasional Lampaui Era Soeharto
Saat ini stok beras nasional mencapai lebih dari 3 juta ton, melampaui rekor tertinggi sebelumnya sebesar 2 juta ton di era Presiden ke-2 RI Soeharto.
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Januari 2026
Prabowo Berbesar Hati Capaian Stok Beras Nasional Lampaui Era Soeharto
Indonesia
Komnas HAM Kecewa Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional, Minta Kasus Dugaan Pelanggaran di Masa Lalu Tetap Harus Diusut
Komnas HAM menyatakan kecewa atas pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto. Menilai keputusan itu melukai korban pelanggaran HAM berat era Orde Baru dan mencederai semangat Reformasi 1998.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 November 2025
Komnas HAM Kecewa Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional, Minta Kasus Dugaan Pelanggaran di Masa Lalu Tetap Harus Diusut
Indonesia
Menteri HAM Ogah Komentar Detail Soal Gelar Pahlwan Soeharto
Pigai menjelaskan Kementerian HAM tidak memberikan rekomendasi nama apa pun untuk diusulkan menjadi pahlawan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 November 2025
Menteri HAM Ogah Komentar Detail Soal Gelar Pahlwan Soeharto
Indonesia
Golkar Solo Bakal Gelar Tasyakuran Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Partai Golkar sejak awal telah mengusulkan dan mendukung beliau beserta tokoh-tokoh lainnya untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Kemudian tahun ini baru terwujud.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 November 2025
Golkar Solo Bakal Gelar Tasyakuran Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Indonesia
Ubedilah Badrun Sebut Gelar Pahlawan untuk Soeharto Bukti Bangsa Kehilangan Moral dan Integritas
Tanda bahwa bangsa Indonesia tengah kehilangan ukuran moral dan integritas dalam bernegara. ?
Dwi Astarini - Senin, 10 November 2025
Ubedilah Badrun Sebut Gelar Pahlawan untuk Soeharto Bukti Bangsa Kehilangan Moral dan Integritas
Indonesia
Soeharto & Marsinah Barengan Jadi Pahlawan Nasional, SETARA Institute Kritik Prabowo Manipulasi Sejarah
"Mana mungkin Marsinah dan Soeharto menjadi pahlawan pada saat yang bersamaan," kata Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi
Wisnu Cipto - Senin, 10 November 2025
Soeharto & Marsinah Barengan Jadi Pahlawan Nasional, SETARA Institute Kritik Prabowo Manipulasi Sejarah
Indonesia
Aktivis Reformasi Sebut Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto Bentuk Pengaburan dan Amnesia Sejarah Bangsa
Gelar kepahlawanan bukan sekadar bentuk penghargaan individual, melainkan mekanisme moral kolektif sebuah bangsa.
Dwi Astarini - Senin, 10 November 2025
Aktivis Reformasi Sebut Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto Bentuk Pengaburan dan Amnesia Sejarah Bangsa
Indonesia
Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Pimpinan Komisi XIII DPR Singgung Pelanggaran HAM Orde Baru
Pimpinan Komisi XIII DPR menyinggung soal pelanggaran HAM Orde Baru. Hal ini buntut dari pemberian gelar pahlawan nasional untuk Soeharto.
Soffi Amira - Senin, 10 November 2025
Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Pimpinan Komisi XIII DPR Singgung Pelanggaran HAM Orde Baru
Indonesia
Klaim tak Ada Bukti Pelanggaran HAM, Fadli Zon Justru Ungkit Jasa Besar Soeharto untuk Indonesia
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon mengklaim, bahwa tak ada bukti pelanggaran HAM yang dilakukan Soeharto.
Soffi Amira - Senin, 10 November 2025
Klaim tak Ada Bukti Pelanggaran HAM, Fadli Zon Justru Ungkit Jasa Besar Soeharto untuk Indonesia
Berita Foto
Momen Presiden Prabowo Subianto Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara
Presiden Prabowo Subianto (kiri) memberikan selamat kepada putra presiden kedua RI Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto (kanan) Bambang Trihatmodjo (kiri) dan Siti Hardijanti Hastuti Rukmana usai upacara pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto dan sembilan tokoh lainnya di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Didik Setiawan - Senin, 10 November 2025
Momen Presiden Prabowo Subianto Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara
Bagikan