Celios Desak Reset Ekonomi Indonesia, Copot Menkeu Sampai Pemberian Subsidi Tunai ke Rakyat

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Sabtu, 06 September 2025
Celios Desak Reset Ekonomi Indonesia, Copot Menkeu Sampai Pemberian Subsidi Tunai ke Rakyat

Ilustrasu pekerja.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kondisi ekonomi Indonesia dalam beberapa pekan terakhir dinilai merupakan akumulasi persoalan ketimpangan, ketidakadilan pajak, efisiensi anggaran, hingga melonjaknya utang pemerintah.

Untuk itu, Center of Economic and Law Studies (Celios) menyerukan Reset Ekonomi Indonesia melalui delapan tuntutan kebijakan sebagai langkah pemulihan.

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, mengatakan solusi riil dan implementatif perlu segera ditempuh agar kepercayaan publik pulih, APBN sehat, serta daya beli masyarakat terlindungi.

"Fakta di lapangan menunjukkan beban fiskal meningkat di tengah pelemahan konsumsi, sementara persepsi publik terhadap akuntabilitas belanja negara memburuk,” ujar Bhima dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (6/9).

Baca juga:

Kapolri Izinkan Aparat TNI/Polri Bubarkan Pendemo jika Terjadi Kekacauan yang Ganggu Perekonomian Nasional

Bhima menegaskan, persoalan ketidakadilan pajak harus segera diselesaikan. Penerapan pajak kekayaan (wealth tax), percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset, serta revisi menyeluruh regulasi perpajakan, termasuk penurunan tarif PPN menjadi 8 persen untuk memberi stimulus kepada UMKM dan kelas menengah-bawah.

“Langkah ini bertujuan memperkuat basis penerimaan yang progresif dan menahan pelemahan permintaan domestik,” jelasnya.

Selain itu, yang segera bisa dilakukan adalah pencopotan Menteri Keuangan sebagai nahkoda fiskal.

Lembaga riset ini meminta kenaikan tunjangan DPR dibatalkan, gaji anggota DPR dibatasi maksimal tiga kali UMP DKI Jakarta, pembentukan Komite Remunerasi Independen bagi pejabat negara, serta keterbukaan dana reses DPR sebagai informasi publik.

Celios juga meminta pemangkasan alokasi APBN yang dinilai tidak prioritas, termasuk penghematan belanja Polri, serta evaluasi anggaran program MBG, Koperasi Desa Merah Putih, dan Danantara.

"Anggaran hasil efisiensi diusulkan dialihkan ke subsidi tunai langsung bagi kelompok rentan," katanya.

Celios juga mendorong restrukturisasi utang negara melalui penyesuaian tenor maupun kupon, serta moratorium utang baru hingga indikator ruang fiskal kembali membaik.

Terkait tata kelola, Celios mendesak pemerintah menjalankan Putusan MK tentang larangan rangkap jabatan menteri maupun wakil menteri di kursi komisaris, khususnya di sektor investasi dan hilirisasi.

Dan juga, kata Bhima, proyek Strategis Nasional seperti IKN dan Food Estate.

"Ini harus dihentikan karena terbukti merugikan keuangan negara,” tegas Bhima. (Pon)

#Center Of Economic And Law Studies (CELIOS) #Kemenkeu #Bantuan Sosial
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bansos PKD September 2026 Cair, 219.252 Warga Jakarta Terima KAJ, KLJ, dan KPDJ
Pemprov DKI Jakarta mencairkan bansos PKD September 2026 kepada 219.252 penerima KAJ, KLJ, dan KPDJ. Ini rincian penerimanya.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 12 menit lalu
Bansos PKD September 2026 Cair, 219.252 Warga Jakarta Terima KAJ, KLJ, dan KPDJ
Indonesia
Buat Pendidikan Gratis, Pemerintah Desain Ulang Anggaran Tahun 2027
program sekolah negeri gratis tetap dialokasikan menggunakan anggaran pendidikan yang sudah ditetapkan dalam RAPBN 2027 atau dengan kata lain tidak menggunakan anggaran baru.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Buat Pendidikan Gratis, Pemerintah Desain Ulang Anggaran Tahun 2027
Indonesia
Ingin Uang Beredar di Masyarakat, Insentif Pajak Capai Rp 632 Triliun
Sejumlah target penerima insentif perpajakan di antaranya termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor bidang usaha seperti manufaktur, pertanian, perdagangan, hingga konstruksi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Ingin Uang Beredar di Masyarakat, Insentif Pajak Capai Rp 632 Triliun
Indonesia
DTSEN Terus Dimutakhirkan, BPS Pastikan Keluarga Penerima Bansos Tercatat Akurat
BPS memperkuat DTSEN untuk memperbaiki akurasi data bantuan sosial. Warga dapat mengajukan perbaikan data melalui sejumlah kanal resmi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
DTSEN Terus Dimutakhirkan, BPS Pastikan Keluarga Penerima Bansos Tercatat Akurat
Indonesia
Utang BLBI Pemerintah ke BI Lunas, Obligor Masih Bakal Ditagih
DJKN memiliki Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) yang bertanggung jawab atas penagihan seluruh kewajiban yang masih terutang kepada negara.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Utang BLBI Pemerintah ke BI Lunas, Obligor Masih Bakal Ditagih
Indonesia
Utang BLBI 30 Dekade ke BI Lunas, Kemenkeu Ambil Alih Tugas Satgas Tagih Aset Obligor
Pemerintah resmi melunasi utang BLBI Rp218,3 T ke BI setelah 30 tahun. Hak tagih dan penyitaan aset obligor nakal diambil alih Kemenkeu!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Utang BLBI 30 Dekade ke BI Lunas, Kemenkeu Ambil Alih Tugas Satgas Tagih Aset Obligor
Indonesia
Penempatan SAL Rp 200 Triliun di Himbara Tetap Dilanjutkan
Kementerian Keuangan akan terus melakukan komunikasi dengan perbankan, sehingga tidak terjadi gap atau lag antara dana yang tersedia di bank dengan yang ditarik oleh pemerintah.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Penempatan SAL Rp 200 Triliun di Himbara Tetap Dilanjutkan
Berita
Cara Cek Bansos KTP dan Desil DTSEN, Bisa Lewat HP
Cara cek bansos KTP menggunakan NIK di situs dan aplikasi Cek Bansos Kemensos. Simak arti desil 1-10 dan cara memperbarui data DTSEN.
ImanK - Rabu, 16 September 2026
Cara Cek Bansos KTP dan Desil DTSEN, Bisa Lewat HP
Indonesia
Menkeu Baru Dihadapkan pada Ujian Kepercayaan Pasar, DPR Soroti Arah APBN dan Utang
Momentum pergantian Menkeu harus dimanfaatkan untuk memperkuat kredibilitas fiskal sekaligus menjaga stabilitas pasar keuangan dan keyakinan investor.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
Menkeu Baru Dihadapkan pada Ujian Kepercayaan Pasar, DPR Soroti Arah APBN dan Utang
Indonesia
Qodari Yakin Suahasil Mampu Jaga Perekonomian Indonesia Tetap Tumbuh dan Stabil
Muhammad Qodari optimistis Suahasil Nazara mampu menjaga perekonomian Indonesia tetap tumbuh sekaligus stabil.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Qodari Yakin Suahasil Mampu Jaga Perekonomian Indonesia Tetap Tumbuh dan Stabil
Bagikan