Relasi

Cek nih, Tanda Hubunganmu Berkualitas

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 01 Agustus 2022
Cek nih, Tanda Hubunganmu Berkualitas

Hubungan bersama pasanganmu bisa berkualitas tapi butuh keseriusan untuk mencapainya. (foto: freepik/prostooleh)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK pasangan yang menginginkan jalinan hubungan yang berkualitas. Namun, tidak semudah itu untuk mewujudkannya. Dibutuhkan usaha dari kamu dan pasangan agar bisa mewujudkan hubungan yang berkualitas. Nah, untuk menilai kualitas hubunganmu dengan pasangan, Psychology Today memberi beberapa tanda yang dapat kamu perhatikan dalam hubunganmu.

1. Hubungan yang setara

Hubungan yang berkualitas bisa ditandai dengan saling memberi dan menerima secara setara. Artinya, baik kamu dan pasangan tidak ada yang lebih berkuasa dibandingkan yang lain.

Evaluasi kembali hubunganmu selama ini. Apakah pasanganmu suka melarang kamu mengikuti kegiatan tertentu? Apakah kamu diberikan kesempatan untuk menentukan pilihan? Apakah kamu harus selalu mengikuti kemauan pasangan? Atau justru sebaliknya?

Bila benar demikian, hubunganmu bisa dikatakan tidak setara, sebab pasanganmu juga berhak mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya.

BACA JUGA:

Apakah Salah Kangen Mantan Ketika Sudah Punya Pacar Baru?

2. Saling mendukung

Tanda hubungan berkualitas lainnya adalah saling mendukung satu sama lain, baik dalam keadaan suka maupun duka, sehingga kalian berdua bisa saling menginspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi di kemudian hari.

pacaran
Hubungan yang sehat saling mendukung, baik dalam keadaan suka maupun duka. (foto: freepik/freepik)

3. Saling menghormati

Pasangan yang baik akan menghormatimu sebagai dirimu sendiri, bukan menuntutmu menjadi seperti orang lain. Saat kalian sudah bisa menghormati dan menerima keunikan masing-masing, itu menandakan bahwa hubungan yang sedang kamu jalani adalah hubungan berkualitas. Selain itu, kamu juga harus menghormati teman-teman dan keluarga pasanganmu, begitu pula sebaliknya.

4. Saling percaya

Hubungan yang sehat harus dilandasi dengan rasa percaya antara kamu dan pasangan. Tanpa adanya rasa saling percaya, maka suatu hubungan tidak bisa berjalan dengan baik.

BACA JUGA:

Langkah-Langkah Ekstrem Stalking Pacar yang Diduga Selingkuh

5. Berkompromi

Ada kalanya kamu dan pasangan memiliki pendapat yang berbeda terhadap suatu hal. Menghadapi hal ini, kamu dan pasangan harus berkompromi agar hubungan dapat terus berjalan dengan baik. Tapi ingat, kompromi yang sehat tidak membuatmu merasa terisolasi dari kehidupan pribadimu.

6. Berkomunikasi dengan baik

Jangan biarkan hubunganmu kacau dan dipenuhi pertengkaran karena kurang bisa berkomunikasi dengan baik. Kuncinya adalah berbicara jujur agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara kalian berdua. Bila pasanganmu belum siap untuk bercerita, jangan memaksanya dan berikan dia waktu.

pacar

Dalam hubungan yang sehat, pasangan tidak memaksa atau membuatmu tidak nyaman dengan aktivitas seks. (foto: freepik/cookie_studio)

7. Tidak memaksa hubungan intim

Dalam hubungan yang sehat, pasangan tidak memaksa atau membuatmu tidak nyaman dengan aktivitas seks yang tidak kamu inginkan. Waspadalah jika pasanganmu mengatakan hal-hal romantis hanya untuk mendapatkan keinginannya, misalnya mengatakan bila kamu menyayanginya kamu harus memberikan ciuman atau mau berhubungan intim.

Hubungan yang berkualitas sejatinya dapat berjalan tanpa menghina, merendahkan, menyalahkan, cemburu berlebihan, menghakimi, atau melakukan kekerasan fisik.

Bila hubunganmu termasuk berkualitas, terus pertahankan tanda-tanda yang telah disebut. Namun, jika sebaliknya, mungkin inilah waktunya bagi kamu untuk membicarakan hal tersebut dengan pasangan.

Hubungan yang tidak sehat bisa berpengaruh pada kesehatanmu. Jadi, jangan ragu untuk mencari bantuan bila kamu membutuhkannya, baik dari keluarga, sahabat, maupun psikolog.(DGS)

BACA JUGA:

Jangan Tanyakan ini pada Pacar Baru Kamu

#Relasi #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Fun
Mindfulness Jadi Sorotan Usai Konten Maudy Ayunda, Ini Makna dan Cara Menerapkannya
Konten Maudy Ayunda tentang mindfulness dan berita buruk menuai perdebatan. Lantas, apa sebenarnya arti mindfulness dan bagaimana menerapkannya?
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 September 2026
Mindfulness Jadi Sorotan Usai Konten Maudy Ayunda, Ini Makna dan Cara Menerapkannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Bagikan