Cegah Penyebaran Bakteri Difteri, Banten Siapkan Tiga Juta Lebih Vaksin

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 08 Desember 2017
Cegah Penyebaran Bakteri Difteri, Banten Siapkan Tiga Juta Lebih Vaksin

Ilustrasi vaksin. (MP/Alfi Ramadhani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan menyiapkan sekitar tiga juta lima puluh ribu vaksin difteri yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat untuk mengantisipasi wabah penyakit bakteri difteri.

"Untuk vaksin kita sudah dapat dari pemerintah pusat, dan itu disebar ke seluruh Indonesia. Untuk di Banten, ada tiga juta lima puluh ribu orang untuk satu putaran, dan akan dimulai pada Senin nanti," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Sigit Wardojo di Serang, Jumat (8/12).

Sigit mengatakan, nanti vaksin difteri tersebut disebarkan ke semua tempat pelayanan kesehatan di delapan kabupaten/kota di Banten.

"Nanti disebarkan untuk semua tempat pelayanan kesehatan, seperti klinik dan puskesmas hingga rumah sakit, sekarang juga sudah bisa untuk disuntik," kata Sigit.

Untuk tahapan vaksin akan dilakukan tiga putaran, untuk putaran pertama satu bulan.

"Tiga juta vaksin ini untuk putaran pertama, ini harus tiga kali putaran. Nanti putaran kedua bulan berikutnya tiga juta lagi dan putaran ketiga enam bulan kemudian," katanya.

Pihaknya akan melakukan sosialisasi untuk vaksin difteri tersebut, karena khawatir banyak masyarakat yang tidak tahu.

"Sambil melakukan vaksin, kita juga menyosialisasikannya, khawatir banyak warga yang tidak tahu ataupun takut," katanya.

Terkait penyakit difteri tersebut, kata dia, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, saat ini ada 68 kasus penyakit difteri tersebar di delapan Kabupaten/Kota.

Penyakit yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta memengaruhi kulit ini, rentan terhadap anak-anak hingga orang dewasa.

"Data 2017 ada delapan orang meninggal dunia karena penyakit ini. Paling rentan itu di usia 0-19 tahun, tidak menutup kemungkinan juga kepada orang dewasa," ucap Sigit.

Sebab, kata dia, dari delapan orang meninggal dunia selama 2017, ada satu orang berumur 45 tahun meninggal karena penyakit tersebut. "Untuk yang meninggal delapan orang rata-rata anak-anak ada satu orang dewasa," tandasnya. (*)

Sumber: ANTARA

#Dinas Kesehatan #Vaksinasi #Bakteri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pramono Targetkan Angka Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan angka stunting Jakarta turun dari sekitar 17 persen menjadi 14 persen dalam dua tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Pramono Targetkan Angka Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun
Indonesia
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Imbau Kelompok Rentan Kurangi Aktivitas di Luar
Dinkes DKI Jakarta mengimbau bayi, balita, dan lansia mengurangi aktivitas di luar rumah saat polusi udara Jakarta sedang tidak baik.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Imbau Kelompok Rentan Kurangi Aktivitas di Luar
Lifestyle
Vaksin HPV Mulai Menyasar Siswa Laki-Laki, Ini 3 Manfaatnya Bagi Kesehatan
HPV merupakan kelompok virus yang dapat menginfeksi kulit dan selaput lendir
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Vaksin HPV Mulai Menyasar Siswa Laki-Laki, Ini 3 Manfaatnya Bagi Kesehatan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] :Bayi di Bekasi Alami Radang Orak karena Disuntik Vaksin Petugas Kesehatan
Kondisi radang otak yang dialami bayi tersebut tidak berkaitan dengan vaksin yang diberikan.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA] :Bayi di Bekasi Alami Radang Orak karena Disuntik Vaksin Petugas Kesehatan
Indonesia
Cuaca Tak Menentu dan Polusi Tinggi, Warga Jakarta Diminta Waspadai ISPA
Dinkes DKI Jakarta mengimbau masyarakat mewaspadai ISPA akibat cuaca yang tidak menentu dan tingginya polusi udara. Kenali gejala hingga langkah pencegahannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
Cuaca Tak Menentu dan Polusi Tinggi, Warga Jakarta Diminta Waspadai ISPA
Indonesia
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Dinkes DKI Jakarta menemukan 3 kasus positif hantavirus dan 6 suspek. Masyarakat diminta waspada penularan virus dari tikus serta menjaga kebersihan lingkungan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Indonesia
4 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, DPRD DKI Minta Pemprov Tingkatkan Kewaspadaan
Dinkes DKI Jakarta mencatat empat kasus Hantavirus sepanjang 2026. DPRD DKI meminta Pemprov meningkatkan pengawasan dan langkah preventif agar tidak menyebar.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
4 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, DPRD DKI Minta Pemprov Tingkatkan Kewaspadaan
Indonesia
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Dinkes Solo mencatat, sebanyak 450 kasus TBC ditemukan sejak awal 2026. Pemkot Solo pun menggelar cek kesehatan gratis.
Soffi Amira - Kamis, 23 April 2026
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Indonesia
104 Siswa Keracunan MBG di Jakarta Timur, Dinkes Ungkap Dugaan Penyebab Awal
Sebanyak 104 siswa di Jakarta Timur diduga keracunan program MBG. Dinkes DKI mengungkap kemungkinan penyebab dari jeda distribusi makanan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 April 2026
104 Siswa Keracunan MBG di Jakarta Timur, Dinkes Ungkap Dugaan Penyebab Awal
Indonesia
Dislipidemia Mendominasi Temuan Medis Program Cek Kesehatan Gratis Jakarta Pusat
Integrasi sistem melalui platform digital memastikan setiap data kesehatan warga terekam dengan akurat guna menentukan langkah penanganan medis selanjutnya
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Februari 2026
Dislipidemia Mendominasi Temuan Medis Program Cek Kesehatan Gratis Jakarta Pusat
Bagikan