Cegah Penyakit Jantung dengan Berbahagia
Bahagia itu sederhana. (Foto: Pexels/Oleksandr P)
MerahPutih.com - Hidup memang penuh tekanan tapi kamu harus menghadapinya. Cobalah untuk tetap bahagia, karena selain baik untuk kesehatan mental, kamu juga dapat terhindar dari penyakit jantung.
Dilansir Eatingwell, Senin (23/9), para peneliti mencari hubungan antara kebahagiaan dan penyakit kardiovaskular, khususnya stroke, penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan gagal jantung.
Mereka mengambil data dari UK Biobank, sebuah studi jangka panjang yang merekrut lebih dari 500.000 individu berusia 40 hingga 69 tahun antara tahun 2006 dan 2010. Dari UK Biobank, mereka menarik informasi dari 121.317 orang dengan usia rata-rata 57 tahun, 55 persen di antaranya adalah perempuan.
Rata-rata lama waktu peserta dipantau adalah 12 tahun. Para peneliti mempertimbangkan enam aspek utama kesejahteraan, termasuk kebahagiaan dan kepuasan umum terhadap keluarga, persahabatan, kesehatan, keuangan, dan situasi pekerjaan.
Baca juga:
Para peserta menilai respons mereka sebagai "sangat bahagia", "sangat bahagia", "cukup bahagia", "cukup tidak bahagia", "sangat tidak bahagia", atau "sangat tidak bahagia" untuk setiap pertanyaan mengenai bidang kehidupan ini.
Skor dari respons peserta disusun berdasarkan Indeks Kesejahteraan, ukuran kesejahteraan subjektif yang tervalidasi.
Selain itu, para peneliti mengamati data jangka panjang untuk mengetahui peserta mana yang berakhir dengan stroke, penyakit jantung koroner, serangan jantung, atau gagal jantung.
Faktor gaya hidup juga dipertimbangkan, termasuk BMI, status merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, kebiasaan menonton televisi, durasi tidur, dan pola makan. Pola makan peserta dievaluasi berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan difokuskan pada asupan buah dan sayur, ikan, daging merah, dan daging olahan.
Baca juga:
Waspada, Konsumsi Kopi Berlebihan Bisa Picu Gangguan Kardiovaskular
Menurut penulis studi, analisis ini menunjukkan bahwa orang dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi cenderung menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. Para peneliti mencatat bahwa hal ini mendukung kemungkinan hubungan sebab-akibat antara tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi dan risiko kardiovaskular yang lebih rendah.
Studi ini menunjukkan bahwa orang yang lebih bahagia cenderung memiliki perlindungan terhadap penyakit jantung dan stroke. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya