Cegah Kebutaan, Dokter Anjurkan Tangani Mata Malas Anak

Soffi AmiraSoffi Amira - Kamis, 10 Oktober 2024
Cegah Kebutaan, Dokter Anjurkan Tangani Mata Malas Anak

Dokter anjurkan tangani mata malas anak untuk cegah kebutaan. (Foto: Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dokter Spesialis Mata dari RS Mata Cicendo, Feti Karfiati Memed, mengingatkan pentingnya menangani mata malas (ambliopia) pada anak sejak dini untuk mencegah kebutaan saat dewasa.

Menurut Feti, ambliopia merupakan penyebab umum hilangnya penglihatan pada orang dewasa berusia 20-70 tahun, yang tidak diobati saat masih anak-anak.

“Jika tidak diterapi pada masa anak-anak, ambliopia dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara permanen,” ujarnya, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (9/10).

Ambliopia terjadi ketika otak tidak mendapatkan rangsangan visual normal dari mata, biasanya disebabkan oleh kelainan refraksi yang tidak terkoreksi, strabismus (mata juling), atau katarak.

Baca juga:

Ridwan Kamil Janji Akan Hadirkan Program Dokter Keliling

Pemeriksaan penglihatan yang terlambat setelah usia lima tahun akan sulit mengobati ambliopia, kemudian risiko kebutaan permanen meningkat jika terapi baru dilakukan setelah usia 8-10 tahun.

Anak-anak yang berisiko ambliopia biasanya memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa, kelahiran prematur, atau masalah mata seperti juling dan kabur.

Skrining dianjurkan dimulai sejak usia bayi untuk mendeteksi adanya gangguan mata, kemudian dilanjutkan setiap tahun setelah anak berusia lima tahun.

Baca juga:

Mengenal Glaukoma, Penyakit Mata yang Bisa Sebabkan Kebutaan

“Kehilangan penglihatan dapat dicegah dengan deteksi dini dan terapi tepat waktu,” ujar Feti.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menambahkan, bahwa pembiayaan untuk kasus ambliopia pada anak dapat ditanggung BPJS jika anak terdaftar sebagai peserta. (waf)

#Kesehatan Mata #Tes Mata #Kesehatan #Dokter Mata
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan