Kesehatan

Cara Tepat Tangani Kulit Terbakar Matahari

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 16 Mei 2023
Cara Tepat Tangani Kulit Terbakar Matahari

Kulit terbakar akibat sengatan matahari juga terjadi pada orang yang rajin mengenakan tabir surya. (Foto: freepik/freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PANAS terik belakangan ini bisa memengaruhi kulit kamu. Risiko terbakar matahari ialah satu yang mungkin terjadi. Untuk mencegah hal itu, kamu amat disarankan memakai tabir surya dengan SPF tinggi. Meski demikian, dengan matahari yang bersinar amat terik, ada baiknya kamu menghindari sengatan matahari, tetaplah berhati-hati.

Kulit terbakar akibat sengatan matahari ternyata bisa terjadi pada orang yang rajin mengenakan tabir surya. Itu disebabkan ada kemungkinan kamu melewatkan satu titik atau lupa untuk mengaplikasikannya kembali sesering yang dibutuhkan. Saat itu terjadi, tidak perlu panik dengan googling, 'cara menghilangkan sengatan matahari dengan cepat'.

BACA JUGA:

Cara Recharge Kesehatan Kulit yang Terbakar atau Sunburn

Dokter kulit besertifikat di The Ohio State University Wexner Medical Center, Amerika Serikat, Susan Massick, M.D mengatakan sunburn adalah reaksi terhadap sinar UV. “Terlalu banyak sinar matahari dapat merusak sel-sel kulit melebihi apa yang dapat diperbaiki secara alami oleh tubuh, menyebabkan sel-sel itu mati,” katanya seperti diberitakan Prevention (10/5).

sunburn
Terlalu banyak sinar matahari dapat merusak sel-sel kulit melebihi apa yang dapat diperbaiki. (Foto: freepik/pvproductions)

Hal itu memicu reaksi inflamasi. Pembuluh darah melebar dan sel inflamasi masuk untuk membantu. Akibatnya, kulit kamu mulai menjadi merah muda dan merah. Meskipun pencegahan jadi kuncinya, mengobati sengatan matahari dengan pengobatan rumahan tertentu dapat membantu kamu merasa lebih baik dengan cepat, seperti:


1. Mandi air dingin atau shower tanpa sabun
2. Rendam dalam oatmeal yang menenangkan
3. Gunakan es untuk mendinginkan kulit dengan handuk, jangan sampai kulit tergosok
5. Gunakan bedak pereda ruam
6. Oleskan krim hidrokortison
7. Tetap terhidrasi dengan banyak konsumsi air
8. Oleskan minyak dan krim pelem secara strategis, tapi hindari yang mengandung petroleum
9. Oleskan lidah buaya
10. Minum aspirin yang dapat membantu meredakan nyeri, gatal, dan bengkak akibat luka bakar ringan hingga sedang

Selain melakukan cara itu, kamu juga harus menahan keinginan untuk mengelupas kulit. Kulit melepuh adalah tanda kerusakan parah dan harus ditangani dengan hati-hati. Jika lepuh itu mengganggu dan hanya menutupi area kulit yang kecil, kamu dapat mengeringkannya dengan hati-hat. Namun, jangan mengelupas kulit bagian atasnya karena kamu akan mengalami lebih sedikit rasa tidak nyaman. Ada pula risiko infeksi jika udara tidak bersentuhan dengan ujung saraf yang sensitif.

BACA JUGA:

Supaya Rambut Tetap Indah Saat Liburan

Untuk mengalirkan cairan, pertama-tama sterilkan jarum dengan menahannya di atas api. Kemudian tusuk tepi lepuh dan tekan perlahan di bagian atas agar cairannya keluar.

Lakukan langkah itu tiga kali dalam 24 jam pertama, lalu biarkan lepuh itu. Jika ragu, temui dokter kulit jika menurut kamu pengelupasan kulit akibat terbakar sinar matahari mungkin memiliki tanda-tanda infeksi, seperti pembengkakan yang berlebihan atau nanah.

kulit terbakar matahari
Lepuh adalah tanda kerusakan parah dan harus ditangani dengan hati-hati. (Foto: freepik/freepik)

Beberapa luka bakar terlalu parah untuk dirawat di rumah. Konsultasikan dengan dokter jika kamu mengalami mual, menggigil, demam, pingsan, lepuh yang luas, kelemahan umum, bercak perubahan warna ungu, atau rasa gatal yang hebat.(aru)

BACA JUGA:

Mengatasi Wajah Terbakar dari Terik Matahari

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan