Cara Sederhana untuk Tingkatkan Fokus dan Konsentrasi

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 31 Januari 2022
Cara Sederhana untuk Tingkatkan Fokus dan Konsentrasi

TIngkatkan konsentrasimu dengan berbagai trik yang mudah. (Foto: Pexels/bruce mars)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SITUASI pandemi membawa sebagian besar orang pada posisi yang sulit. Kabar duka dan imbauan untuk diam di rumah saja, sering membuat kita menjadi stres dan mengalami kesulitan berkonsentrasi. Tidak hanya itu, kehadiran ponsel pintar yang selalu ada di tangan kita juga sering membuatmu terdistraksi dan gagal fokus menyelesaikan pekerjaan.

Dikutip dari Mind Body Green, penulis buku bestselling New York Times berjudul Stolen Focus: Why You Can't Pay Attention, Johann Hari, membagikan beberapa tips untuk meningkatkan fokus dan attention span atau rentang perhatian yang bisa bermanfaat untuk kamu yang sering gagal fokus dan menyebabkan turunnya performa dalam pekerjaan.

Baca juga:

Tidak Bisa Tidur Karena Otak Terasa Penuh? Ikuti 3 Tips Ini

1. Tidur lebih lama

Cara Sederhana untuk Tingkatkan Fokus dan Konsentrasi
Dapatkan kualitas tidur yang baik untuk kebugaran tubuh dan pikiran. (Foto: Unsplash/Kinga Cichewicz)

Hari mengungkapkan bahwa hal nomor satu yang mencuri konsentrasi manusia bukanlah teknologi, tetapi kurang tidur. Coba ingat-ingat ketika kamu rela begadang demi menyelesaikan tugas lembur. Pasti tingkat fokus menjadi lebih rendah ketimbang saat kamu baru bangun tidur.

"Ketika kamu tidur, otak itu seperti melakukan bersih-bersih," ungkap Hari kepada Mind Body Green. Secara harfiah, tidur itu merestorasi energi. "Ketika sudah letih, otak benar-benar tersumbat dengan sampah, sehingga kamu tidak bisa berpikir dan memperhatikan dengan baik," tambahnya. Jika kurang tidur, perhatianmu pun akan lebih mudah terdistraksi dengan teknologi.

Baca juga:

3 Makanan dan Minuman Terbaik untuk Dikonsumsi Menjelang Tidur

2. Hindari multi-tasking

Multitasking juga punya sisi buruk. (Foto: pixabay/serenawong)

Mungkin kamu merasa mampu melakukannya. Padahal, itu akan membuat otakmu lebih kesulitan dan pekerjaan tidak bisa dikerjakan dengan maksimal. "Kami telah mengatakan sebelumnya, dan kami akan mengatakannya lagi bahwa multitasking sama sekali tidak berfungsi," ungkap Hari.

Ahli saraf Dean Sherzai, M.D., dan Ayesha Sherzai, M.D. pun setuju bahwa multitasking sebenarnya menghambat kesehatan otak.

Hari mengungkapkan bahwa setiap perhatianmu terganggu, dibutuhkan waktu sekitar 23 menit untuk kembali ke tingkat fokus semula. Mengerjakan banyak tugas hanya akan membuat hasil pekerjaan tidak maksimal, membuatmu lebih sedikit mengingat, dan menjadi kurang kreatif.

3. Batasi waktu penggunaan perangkat digital

Cara Sederhana untuk Tingkatkan Fokus dan Konsentrasi
Ponsel adalah salah satu yang membuat fokus kita buyar. (Foto: pixabay/j-shoots.com)

Jika kamu tidak bisa menahan godaan untuk scrolling media sosial, berikan batasan waktu bermain ponsel. Kamu bisa mengaktifkan pengingat waktu di Instagram jika kamu terlalu sering bermain media sosial, atau menggunakan aplikasi lainnya seperti kSafe yang bisa mengunci ponselmu yang bisa diatur mulai dari lima menit sampai seharian. (SHN)

Baca juga:

Seporsi Junk Food Turunkan Konsentrasi

#Lemah Fokus #Kesehatan #Kesehatan Mental #Pekerjaan
Bagikan
Ditulis Oleh

annehs

Berita Terkait

Indonesia
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Hingga kini, belum ada kasus Nipah di Indonesia. Polri menekankan kewaspadaan Polri dan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat tidak panik.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Penggunaan ponsel secara berlebihan dalam kondisi minim cahaya memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan mata, seperti computer vision syndrome dengan gejala mata lelah, penglihatan kabur, mata merah, mata kering, hingga sakit kepala.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Indonesia
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
kajian kesehatan perlu dilakukan guna Memastikan ikan sapu-sapu layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Fun
Lirik 'Nyut-Nyutan' Pedangdut Thailand Jirayout Suarakan Isi Hati 'Pengais Rupiah'
Penyanyi sekaligus entertainer asal Narathiwat, Thailand, Jirayout kembali menghadirkan karya terbaru lewat single bertajuk “Nyut-Nyutan”.
Wisnu Cipto - Sabtu, 17 Januari 2026
Lirik 'Nyut-Nyutan' Pedangdut Thailand Jirayout Suarakan Isi Hati 'Pengais Rupiah'
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Bagikan