Kesehatan

Cara Paling Mudah Tingkatkan Energi dengan Makanan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 19 Agustus 2019
Cara Paling Mudah Tingkatkan Energi dengan Makanan

Cobalah masak sendiri untuk mendapatkan energi maksimal dalam makanan. (Foto: Pixabay/HaiRobe)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TINGKAT energi kami ditentukan oleh variabel tak terbatas baik dari dalam maupun luar, seperti genetika dan usia. Tidur, tentu saja, adalah salah satu faktor terpenting untuk meningkatkan cadangan energi tubuh kita yang memang kita kendalikan. Tapi makanan juga memainkan peran besar.

Ada beberapa kebiasaan makan yang dapat meningkatkan tingkat energi kita, dan tentu ada juga cara yang secara tidak sadar memperlambat.

Baca Juga:

5 Mitos Tentang Penuaan Ini Sebaiknya Dilupakan

Dikutip Real Simple, Samantha Cassetty, ahli diet, penulis, dan direktur nutrisi di The Healthy Mommy menentukan langkah-langkah sederhana yang dapat diambil ketika makan agar merasa lebih berenergi, meningkatkan pencernaan, dan mengoptimalkan kesehatan.


1. Sarapan seimbang

Sarapan seimbang bisa membuat kamu kenyang lebih lama. (Foto: Pixabay/Free-Photos)
Sarapan seimbang bisa membuat kamu kenyang lebih lama. (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Melewatkan sarapan atau makan makanan yang tidak seimbang dan kaya karbohidrat di pagi hari, dapat menyebabkan keadaan lesu pada tubuh.

"Hal itu karena tubuh kamu secara alami memecah jaringan otot di malam hari, dan jika tidak membangun kembali jaringan otot dengan memasok bahan pembangun saat sarapan, pencernaan dan energi kamu dapat mulai melambat," kata Cassetty.

Jika kamu secara rutin mengonsumsi roti panggang alpukat, yang kekurangan protein memadai, coba masukkan telur rebus, salmon asap, atau kacang tumbuk untuk mengaktifkan fase pembangunan kembali otot. Kamu bakal merasa kenyang lebih lama. Gak ada lagi keroncongan di pagi hari.


2. Berhenti ngemil sebelum tidur

Ngemil bisa berarti makan malam kamu terlalu ringan. (Foto: Pixabay/anaterate)
Ngemil bisa berarti makan malam kamu terlalu ringan. (Foto: Pixabay/anaterate)

Jika kamu makan terlalu larut malam, itu mungkin mengganggu tidur. Kebiasaan itu juga dapat merusak hormon nafsu makan, yang pada akhirnya berpengaruh proses metabolisme tubuh kamu.

Nah, ketika kamu merasa lapar di malam hari, hal itu mungkin terjadi karena makan malam kamu terlalu ringan, atau karena alasan lain seperti kebosanan atau kebiasaan ngemil. Cobalah untuk matikan dapur setidaknya dua jam sebelum tidur. Ditambah dengan kebiasaan tidur sehat lainnya, hal ini dapat membantu mengoptimalkan tingkat energi.

Baca Juga:

Waspada, Ini Cara Bedakan Nyeri Dada Biasa dengan Sakit Jantung


3. Masak sendiri makanan kamu

Masak makanan sendiri berarti agar kamu mendapat energi maksimal. (Foto: Pixabay/Levoqd)
Masak makanan sendiri berarti agar kamu mendapat energi maksimal. (Foto: Pixabay/Levoqd)

Memasak terkadang terasa sangat "mahal" pada akhir hari yang panjang, sering kali merupakan hal terakhir yang ingin kamu lakukan. Hal itu membuat banyak orang beralih ke makanan olahan, yang terlalu banyak diproses.

Tubuh kamu dirancang untuk mencerna dan memetabolisme makanan untuk mendapatkan energi yang dibutuhkannya.

Jadi, kalau kamu secara rutin mengonsumsi makanan olahan lebih dari makanan utuh, kamu mempersingkat proses ini. Ini bisa membuat kamu merasa lesu dan kekurangan energi. Tambahan lainnya, memasak bisa menjadi terapi dan juga cara yang bagus untuk menjalin ikatan dengan orang yang dicintai. (*)

Baca Juga:

7 Langkah Rawat Ginjal agar Tetap Sehat

#Kesehatan #Info Kesehatan #Tips Kesehatan #Tips Memasak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan