Kesehatan Mental

Cara Mudah Memperoleh Kebahagian dengan Berhenti Mencari Kebahagian

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 02 November 2022
Cara Mudah Memperoleh Kebahagian dengan Berhenti Mencari Kebahagian

Kamu dapat melakuakn kegiatan-kegiatan yang disukai untuk memperoleh kebahagiaan. (freepik/ijeab)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BISA jadi masih banyak orang yang sedang mencari kebahagian. Oleh karena itu tak mustahil bila mereka merasa bahwa memperoleh kebahagiaan adalah sesuatu yang sulit untuk dicapai. Mereka seringkali mencarinya baik itu dengan mencapai suatu tujuan atau dengan membandingkan diri.

Melansir dari psycom kebahagian adalah perasaan kegembiraan dan kepuasan. Namun sayangnya itu hanya bersifat sementara.

Baca Juga:

Apakah Kamu Bahagia Bersamanya?

bahagia
Anak-anak selalu ceria, karena mereka tahu bahwa bahagia ada dalam diri. (freepik/jcomp)

“Kebahagiaan adalah perasaan sekilas yang datang dan pergi tetapi tidak dapat bertahan lama. Karena hidup pasti akan mengarah pada perasaan lain yang tidak sesuai seperti kegelisahan, ketakutan, kemarahan,” ungkap Psikolog klinis, Jennifer Barbera.

Celakanya mereka menganggap kalau kebahagian hanya dapat diperoleh ketika mencapai titik tertentu dalam hidup. “Jika kamu berpikir kamu hanya akan bahagia. Misalnya kamu memiliki pekerjaan tertentu namun dapat menjadi masalah besar ketika diambil dari diri kamu, ” jelas Patrick Wanis, pakar perilaku manusia.

Masalah lainnya adalah seringkali seseorang membandingkan kehidupannya dengan orang lain sebagai patokan kebahagiaan. “Membandingkan hidup kita sendiri dengan gambaran kebahagiaan snapshot, yang kita lihat di media sosial sangat bermasalah. Karena gambar-gambar itu hanya memberi ilusi kebahagiaan pada orang-orang,” ungkap Barbera.

Baca Juga:

4 Alasan Kamu Tidak Bahagia

bahagia
Kamu tidak perlu mencarinya melainkan hanya dengan melakukan sesuatu yang dapat membuat dirimu merasa penuh. (Pexels/George Shervashidze)

Barbera mengungkapkan, sebenarnya memperoleh kebahagiaan adalah suatu hal yang mudah. Kamu tidak perlu mencarinya melainkan hanya dengan melakukan sesuatu yang dapat membuat dirimu merasa penuh. “Pemenuhan adalah proses menjalani kehidupan yang berharga. Di mana seseorang mengejar hal-hal yang penting bagi mereka dan tahu yang mereka sukai,” kata Barbera.

Dia juga menyarankan agar orang-orang lebih fokus untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna dengan melakukan hal-hal sederhana yang mampu membuat bahagia. Misalnya membantu orang lain karena menurut penelitian menjadi seorang pekerja sukarela mampu membawa kepuasaan yang besar.

Selain itu, dengan selalu bersyukur kamu juga dapat menghargai apa yang sudah didapat. Kemudian kamu dapat mendekatkan diri dengan orang terdekat dan melakukan kegiatan bersama, sehingga kamu bisa merasa terhubung dan menjadi bagian dari sesuatu. (nbl)

Baca Juga:

Menjadi Bahagia dengan 8 Kebiasaan Positif

#Kesehatan #Kesehatan Mental #Lipsus Oktober Bahagia
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Bagikan