iptek

Cara Menyenangkan Ajarkan Anak Sains Sejak Dini ala Finlandia

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Sabtu, 11 Mei 2019
Cara Menyenangkan Ajarkan Anak Sains Sejak Dini ala Finlandia

Cara seru ajarkan anak sains (Sumber: Africa Studio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAINS masih menjadi momok bagi banyak orang. Bayangan akan rumus-rumus kompleks yang ada di pelajaran Matematika, Fisika, Kimia bahkan Biologi membuat pelajaran sains dianggap memusingkan. Padahal, sains bisa berguna untuk kehidupan loh.

Meskipun rumus rumit sains tidak diaplikasikan secara langsung di kehidupan sehari-hari, logika dan pola pikir sistematis ala scientific sangat berguna. Praktik sains juga bisa membantu kita untuk menganalisis suatu fenomena di sekitar kita. Kemampuan analisis tersebut tentu sangat dibutuhkan dalam dunia kerja kelak.
Founder Kidescience, Stuart Patton mengungkapkan bahwa di negara asalnya, Finlandia, anak-anak telah diperkenalkan dengan sains sejak dini. Mereka mulai mendapatkan pelajaran sains sejak usia 3 tahun. "Secara natural, anak-anak terlahir dengan rasa ingin tahu akan hal-hal baru atau dunia di sekitar mereka dan bereksperimen dengan apa yang mereka pelajari." tuturnya.
Umumnya, ilmu sains baru didapatkan seseorang saat menginjak remaja. Padahal para ilmuwan Finlandia menemukan fakta bahwa ilmu sains lebih efektif diperkenalkan saat masa kanak-kanak karena rasa ingin tahu mereka masih sangat besar. "Ketika sudah menginjak remaja mereka sudah tak lagi tertarik dengan sains" urainya saat ditemui di peresmian Kidventure Academy.
Patton menjelaskan bahwa di Finlandia, ilmu sains diberikan dengan cara yang menyenangkan. Berikut penerapan sains menyenangkan ala Finlandia yang bisa kita contek:

1. Ajak Anak Menggunakan Atribut Ilmuwan

Atribut ilmuwan
Pakaian ala dokter atau ilmuwan menstimulasi jiwa scientific anak (Sumber: Behind the MD)

Cara paling ampuh untuk menstimulasi ketertarikan anak dengan dunia sains adalah dengan mengajak mereka menggunakan jas laboratorium dan kacamata transparan. Pakaian menjadi alat terkuat untuk membentuk citra sains. "Ketika memakai atribut ilmuwan, mereka akan melihat diri mereka sebagai seorang ilmuwan dan secara otomatis mereka akan berpikir dan bertindak layaknya ilmuwan," ucap Patton. Hal tersebut didukung oleh Profesor di Northwestern University, Adam D Galinsky. Ia mengatakan ketika anak memakai jas laboratorium dan mengetahui makna simbolisnya mereka akan lebih berhati-hati, teliti, dan cermat layaknya dokter atau ilmuwan.

2. Bermain dengan Eksperimen Sederhana

Kid Sains
Ajak Eksperimen Sederhana (Sumber: Ableimages)

Dunia ilmiah lekat dengan kegiatan eksperimen. Salah satu cara yang bisa dilakukan pada anak-anak agar mereka tertarik dengan dunia sains adalah mengajak mereka untuk bereksperimen. "Eksperimen yang dilakukan bisa menggunakan bahan-bahan di dapur yang ramah dan tidak membahayakan anak," jelas Patton.

3. Mendongeng

Mendongeng
Pilih dongeng tentang sains (Sumber: First Cry)

Daya ingat seorang anak sangat besar dan mendongeng bisa mengasah imajinasi mereka. Patton merekomendasikan para orang tua untuk memilih dongeng yang lekat dengan dunia sains. "Pilih dongeng yang berkaitan dengan proses alam semesta misalnya kehidupan bawah laut beserta makhluk-makhluk yang hidup disana atau dongeng yang menjelaskan terjadinya gunung api meletus," demikian rekomendasi Patton.

4. Bernyanyi

Bernyanyi
Bernyanyi menstimulasi daya ingat anak (Sumber: Listen and Talk)

Banyak orang yang memiliki kesulitan dalam menghafal. Apalagi menghafal istilah atau rumus-rumus dalam sains. Lagu bisa menjadi media yang tepat untuk menghafalkan istilah-istilah asing dalam dunia sains.LMetode belajar dengan lagu juga sangat menyenangkan. Dengan demikian, anak pun tak merasa terbebani ketika harus belajar sains. "Pilihlah lagu yang familiar untuk anak-anak agar mereka lebih bersemangat," tukasnya.
#Sains #Sains Pada Anak #Belajar
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Dunia
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Spesies asli Floreana, 'Chelonoidis niger niger', punah pada 1840-an karena pelaut mengambil mereka dari pulau tersebut untuk sumber makanan dalam pelayaran.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Fun
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Museum MACAN meluncurkan Water Turbine Project, program pendidikan seni kolaborasi dengan Grundfos Indonesia. Angkat isu air, lingkungan, dan keberlanjutan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Lifestyle
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Jejak-jejak yang sebagian berdiameter hingga 40 sentimeter itu tersusun sejajar dalam barisan paralel.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Indonesia
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Founder dan Chairman Mayapada Group, Dato Sri Tahir, menemui Jokowi di Solo. Ia mengatakan, Museum Sains dan Teknologi diresmikan Maret 2026.
Soffi Amira - Jumat, 12 Desember 2025
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Bagikan