Cara Jaga Suhu Tubuh Tetap Normal saat Kepanasan

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 14 Mei 2023
Cara Jaga Suhu Tubuh Tetap Normal saat Kepanasan

Penting menjaga suhu tubuh tetap normal walaupun di tengah cuaca yang panas. (Foto: freepik/jcomp)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MUSIM panas kian melanda, suhu tubuh pun ikut berubah. Dengan kondisi seperti ini, tentu saja sangat penting menjaga suhu tubuh kita tetap dalam keadaan normal.

Waspada, cuaca panas juga bisa berdampak pada kesehatan. Mulai dari dehidrasi, mimisan, bahkan demam terjadi akibat terpapar panas. Oleh karena itu, sangat penting menjaga suhu tubuh tetap normal ya, walaupun di tengah cuaca yang tidak bersahabat seperti ini.

1. Penuhi cairan tubuh

Air adalah sumber kehidupan. Begitu juga saat cuaca panas. Melansir Better Health, minum air putih sangat penting untuk menjaga suhu tubuh. Kamu juga bisa membawa satu botol air kemana pun pergi agar kebutuhan minum tidak terkendala.

Baca Juga:

Jaga Kesehatan Tubuh di Tengah Cuaca Panas

Topi mencegah paparan sinar matahari langsung ke kepala dan rambut. (Foto: freepik/jcomp)

2. Pakaian

Gunakan pakaian yang tidak terlalu ketat. Akan lebih baik jika kamu memilih pakaian yang longgar dengan warna terang. Pemilihan bahan pakaian juga penting. Misalnya pilih pakaian yang terbuat dari serat alami seperti katun dan linen.

3. Sirkulasi Udara

Saat berada di rumah atau ruangan tanpa penyejuk udara, coba perhatikan sirkulasi udara di ruangan. Sebaiknya, buka jendela di pagi hari saat udara masih sejuk. Tapi tetap harus memerhatikan keadaan suhu di luar ruangan.

Baca Juga:

Cuaca Panas Melanda, Jangan Lupa Jaga Kesehatan Tubuh

4. Berendam

Menurut WHO, mandi air dingin atau berendam juga bisa dilakukan saat cuaca panas. Hal ini dapat membuat suhu tubuh lebih stabil.

WHO menganjurkan rendam kaki atau mandi untuk menjaga tubuh tetap dingin. (Foto: freepik/rawpixels)

5. Rendam kaki atau pakai kompres dingin

Selain mandi dan berendam, WHO juga menganjurkan untuk menggunakan kompres dingin, handuk, spons, dan rendam kaki agar tetap dingin.

6. Topi

Saat kamu sedang berada di luar ruangan, usahakan menggunakan penutup kepala atau topi. Hal ini untuk mencegah paparan sinar matahari langsung ke kepala dan rambut.

7. Pilih seprai

Pilih seprai tipis untuk menghindari akumulasi panas saat kamu tidur. Seprai yang tebal hanya akan membuat tidur kamu tidak nyaman di tengah cuaca panas.

Itulah sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menjaga suhu tubuh tetap normal saat cuaca panas dan kamu merasa kepanasan. Apapun aktivitas kamu, baik itu di luar atau dalam ruangan, tetap perhatikan kondisi suhu tubuh agar kamu nyaman dan sehat selalu. (dgs)

Baca Juga:

Diet Harus Sesuai dengan Kondisi Kesehatan Tubuh

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan