Teknologi

Canggih, Dunia Kedokteran Manfaatkan Virtual Reality untuk Pengobatan

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 11 April 2019
Canggih, Dunia Kedokteran Manfaatkan Virtual Reality untuk Pengobatan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TEKNOLOGI virtual reality sudah lazim dikenal. Teknologi ini diperkenalkan kepada orang-orang sebagai alat untuk menyiarkan secara langsung tampilan dari komputer dalam sekejap mata. Awalnya sih, teknologi ini lebih banyak digunkanan sebagai sarana hiburan. Namun kini, dunia kesehatan juga mulai melirik manfaat virtual reality.

1. Virtual Reality dalam Kedokteran

Virtual reality
Dunia kesehatan kini makin maju dengan penggunaan VR. (foto: uploadVR)


Tahun lalu, rumah sakit di Jerman menggunakan virtual reality untuk praktik pembedahan. Dengan basis perangkat lunak yang dibuat Jualine Speidel, mereka bisa mempelajari anatomi dalam tubuh langsung melalui kacamata virtual reality.

Dengan mempelajari anatomi melalui teknologi tersebut, dokter bisa mengetahui bagaimana mereka melakukan operasi. Sebagai contoh, bagaimana jika mengangkat satu organ akan memengaruhi organ lain, apakah akan ikut terangkat juga. Selain itu, mereka bisa melakukan praktik operasi menggunakan model dan kacamata VR.

Bukan hanya sebagai alat untuk praktik, virtual reality juga bisa digunakan sebagai alat untuk menyiarkan info secara langsung kepada pasien yang mengalami gejala. Bahkan dokter bisa mengekspos lokasi tumor yang memerlukan operasi. Lebih jauh, ahli kesehatan bisa menganalisis tubuh pasien melalui 3D CT X-Ray yang dapat bisa dilihat secara langsung hasilnya melalui kacamata VR. Hal itu memudahkan dokter untuk merealisasikan rencana operasi mereka agar berjalan dengan baik. Hebat bukan?

2. Praktik Psikoterapi melalui Virtual Reality

virtual reality
Pasien dengan kecemasan bisa diterapi dengan virtual reality. (foto: loupventures)


Tidak hanya di dunia kedokteran, virtual reality juga bisa digunakan untuk mengobati gejala psikis yang dialami pasien. Dikutip Dazed, studi dari British Association for Behavioural and Cognitive Psychoterapies menyarankan untuk mencampurkan perilaku cognitive-behavioral therapy (CBT) dengan teknologi virtual reality untuk membantu menyembuhkan gejala kecemasan dalam kehidupan nyata.

Sesi dalam VR-CBT tersebut pasien dapat merasakan lingkungan sekitar, seperti trotoar, kafe, atau supermarket. Pasien akan diberikan kuesioner dari sesi tersebut, apakah mereka merasakan kecemasan atau tidak. Dengan terapi dua kali dalam sebulan, beberapa pasien yang bisa mengungkapkan hasil tindakan tersebut.

Hasilnya, 13 dari 15 pasien mengalami pengurangan gejala kecemasan. Kualitas hidup mereka yang melakukan psikoterapi menggunakan VR pun meningkat.

3. Virtual Reality untuk Rehabilitasi Penyakit Stroke

virtual reality
Pasien stroke bisa melakukan fisioterapi yang efektif dengan VR. (foto: nbcnews)


Dalam bidang fisioterapi, VR akan sangat membantu dalam rehabilitasi penyakit stroke. VR akan memberikan umpan balik motorik dari gerakan pasien dalam bentuk motion capture. Hal itu bertujuan agar pasien mendapatkan motivasi dan menstimulasi sirkuit saraf dalam sistem motorik untuk membantu penyembuhan.

Rehabilitasi strokedengan VR terbukti efektif. Seperti dikutip Medicalnewsbulletin.com, secara garis besar, perawatan yang berbasis VR menyediakan sesi latihan yang 86,3% lebih efisien. Perawatan ini bahkan lebih efisien daripada terapi secara konvensional.(ald)

#Teknologi Medis #Digital
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).

Berita Terkait

Indonesia
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Pendiri LSI, Denny JA, memperkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital. Ia menyoroti peristiwa yang terjadi pada Agustus 2025.
Soffi Amira - Selasa, 16 Juni 2026
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Indonesia
Pemerintah Perbanyak Talenta AI, Wujudkan Indonesia Emas 2024
Pemerintah, menjadikan upaya pengembangan talenta digital sebagai prioritas dalam pelaksanaan transformasi digital nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Pemerintah Perbanyak Talenta AI, Wujudkan Indonesia Emas 2024
Indonesia
Wacana Baru dari Komdigi: Nomor HP Jadi Syarat Registrasi Akun Medsos
Aturan mewajibkan setiap pengguna media sosial (medsos) mencantumkan nomor telepon seluler saat registrasi akun.
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
Wacana Baru dari Komdigi: Nomor HP Jadi Syarat Registrasi Akun Medsos
Lifestyle
Lensa Korektif Solusi Penanganan Miopia yang Bekerja saat Tidur
Lensa ini membantu meratakan bagian tengah kornea sehingga, saat dilepas di pagi hari, pengguna dapat melihat lebih jelas tanpa perlu kacamata atau lensa kontak sepanjang hari.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
Lensa Korektif Solusi Penanganan Miopia yang Bekerja saat Tidur
Berita Foto
Salesforce Hadirkan Agentforce World Tour di Jakarta, Percepat Transformasi Digital Berbasis AI
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia, Silmy Karim memberikan sambutan dalam Agentforce World Tour Jakarta 2026 di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 23 April 2026
Salesforce Hadirkan Agentforce World Tour di Jakarta, Percepat Transformasi Digital Berbasis AI
Indonesia
Kekerasan Seksual Secara Online Makin Meningkat, Platform Digital Bakal makin Diawasi
Tingginya laporan kasus kekerasan seksual online belum mencerminkan kondisi sebenarnya karena masih banyak kasus yang tidak dilaporkan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 18 April 2026
Kekerasan Seksual Secara Online Makin Meningkat, Platform Digital Bakal makin Diawasi
Indonesia
PP Tunas Berlaku, Pemerintah Pantau 6 Indikator Kesehatan Mental Anak Efek Larangan Medsos
Indikator yang diamati meliputi prevalensi gejala depresi/ansietas, kualitas tidur, waktu layar harian, insiden cyberbullying, akses layanan kesehatan mental, dan indikator kesejahteraan keluarga
Wisnu Cipto - Sabtu, 28 Maret 2026
PP Tunas Berlaku, Pemerintah Pantau 6 Indikator Kesehatan Mental Anak Efek Larangan Medsos
Lifestyle
Pengguna Aktif Pintu Naik 38%, Sinyal Kuat Masyarakat Percaya ke Aset Digital
Kesuksesan ini tak lepas dari kelengkapan fitur yang mengakomodasi kebutuhan investor
Angga Yudha Pratama - Minggu, 25 Januari 2026
Pengguna Aktif Pintu Naik 38%, Sinyal Kuat Masyarakat Percaya ke Aset Digital
Indonesia
Perpres Akan Jadi Rujukan Hukum dan Etika Inovasi AI di Sektor Telekomunikasi
Diharapkan dengan regulatory framework ini kita akan bisa menciptakan lingkungan yang aman dan beretika bagi inovasi AI di sektor telekomunikasi
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Januari 2026
 Perpres Akan Jadi Rujukan Hukum dan Etika Inovasi AI di Sektor Telekomunikasi
Lainnya
Perdagangan Derivatif Kripto di Pintu Futures Meningkat, Strategi Short dan Long Jadi Idola Baru
Perdagangan derivatif crypto membuka kesempatan bagi trader untuk mengoptimalkan strategi trading dalam berbagai kondisi pasar
Angga Yudha Pratama - Selasa, 20 Januari 2026
Perdagangan Derivatif Kripto di Pintu Futures Meningkat, Strategi Short dan Long Jadi Idola Baru
Bagikan