Merahputih.com - Sumiarsih (62) mengaku harus memutar otak. Ia tengah memikirkan agar baju dan buah tangan dari Arab Saudi yang ia bawa tak lebih dari 32 kilogram. Meski sejak berangkat sudah mengurangi barang bawaan, ia terpaksa harus membongkar koper saat penimbangan.
Satu bungkus pakaian ia harus keluarkan karena timbangan kopernya lebih dari 32 kilogram. Dengan bangga, Sumiarsih pun merinci apa saja oleh-oleh yang ia bawa.
Baca juga:
Perbatasan Diblokade Israel, Ribuan Warga Gaza Gagal Berangkat Haji
"Ada cokelat 6 kilogram, ada kurma 2 kilogram. Baju muslim 5 beli di Madinah. Ada 6 beli di Kakiyah sini. Sajadah satu kodi, minyaknya 2 dus," kata Sumiarsih dalam keterangan Kementerian Agama, Jumat (14/6).
Cokelat yang ia bawa rencananya akan diberikan pada sang cucu yang berada di pesantren. Sementara baju dan sajadah adalah jatah para tetangga dan sanak saudara. "Saya berikan pada semua yang mendoakan saya," kata dia.
Sebelumnya, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai menimbang koper bawaan jemaah calon haji Indonesia. Para jemaah tersebut akan pulang perdana ke Tanah Air selepas puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Setidaknya, ada 6 kelompok terbang (kloter) jemaah yang didahulukan proses penimbangan kopernya. Enam kloter tersebut adalah SOC 01, SOC 02, SOC 03, BDJ 01, UPG 01, dan SOC 05.
Baca juga:
Bersiap Sambut Jemaah Calon Haji di Arafah, Petugas Cek Kelengkapan Maktab
"Enam kloter ini yang akan diberangkatkan ke tanah air paling awal setelah selesai puncak haji. Agar tidak terburu-buru, maka penimbangan kita laksanakan lebih awal," ungkap Kepala Seksi Kedatangan dan Keberangkatan Daerah Kerja Makkah Yusuf Prasetyo.
Salah satu kloter yang mulai ditimbang adalah SOC 01 asal embarkasi Solo. Kloter ini diketahui sudah sejak tanggal 12 Mei 2024 lalu berada di Tanah Suci. Mereka direncanakan akan pulang ke Tanah Air pada tanggal 22 Juni mendatang usai wukuf di Arafah.