Buwas Lihat Menteri-Menteri Jokowi Tidak Sinkron Soal Data Beras

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 22 Mei 2018
Buwas Lihat Menteri-Menteri Jokowi Tidak Sinkron Soal Data Beras

Mantan Kepala BNN, Komjen (purn) Budi Waseso (MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Ketua Komisi VI DPR Teguh Juwarno mengapresiasi kinerja Direktur Utama Bulog yang baru, Budi Waseso karena telah melihat ketidaksinkronan antara data beras di berbagai instansi pemerintahan.

"Budi Waseso dapat melihat bahwa terkait persoalan data beras, ternyata antarkementerian juga tidak sinkron," kata Teguh Juwarno dalam rapat dengar pendapat di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/5).

Menurut Teguh, hal itu selaras karena bila DPR meminta penjelasan kepada Menteri Perdagangan terkait impor beras, selalu dikatakan ada masalah dalam ketersediaan atau terjadi kelangkaan.

Namun di lain pihak, Menteri Pertanian mengatakan bahwa beras yang diproduksi di Indonesia sudah surplus bahkan bisa untuk diekspor ke negara lain. Untuk itu, politisi Partai Amanat Nasional itu mengatakan bahwa pengakuan dari Dirut Bulog terkait ketidaksinkronan data beras merupakan hal yang penting.

Hal tersebut, seperti dikutip Antara, juga dapat menjadi sebuah landasan agar digelar rapat kerja gabungan antara Komisi VI DPR yang membawahi perdagangan dan Komisi IV DPR yang membawahi pertanian.

Sementara itu, Dirut Bulog, Budi Waseso menyatakan bahwa hingga hari ini masih belum bisa berpedoman kepada data yang ada karena berbagai data yang seharusnya menjadi patokan ternyata belum valid.

beras bulog
Gudang beras BULOG. Foto: Antara

Mantan Kepala BNN itu memastikan ketersediaan beras di dalam negeri aman selama setidaknya hingga dua bulan ke depan. "Yang pasti untuk dua bulan ke depan, (ketersediaan beras) sangat aman," kata Budi Waseso.

Budi mengatakan pihaknya akan membenahi sistem kerja Bulog yang belum optimal, termasuk mengidentifikasi apa yang menghambat termasuk pendistribusian beras hingga penyerapan di dalam negeri.

Selain itu, dalam upaya menekan harga beras agar murah hingga ke konsumen, pihaknya akan memangkas sejumlah tahapan distribusi beras. "Akan memangkas birokrasi penyerapan karena (distribusi beras) dari tangan ke tangan dan seterusnya, sehingga sangat tinggi (harga jual di konsumen). Padahal di petani sangat murah. Jadi nanti kami akan membuat hubungan langsung ke petani sehingga harga tidak bisa dimainkan tengkulak," katanya.

Terkait hal tersebut, Budi akan mengevaluasi sejumlah pihak yang menjadi mitra Bulog. Diakuinya, rantai distribusi beras dari petani hingga ke konsumen, cukup panjang sehingga berimplikasi dengan tingginya harga beras. (*)

#Dirut Bulog #Beras
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia Surplus Beras 3,5 Juta Ton, DPR Ingatkan Jangan Abaikan Petani
Anggota DPR Rina Saadah mengapresiasi swasembada beras 2025 dengan surplus 3,5 juta ton. DPR minta produksi berkelanjutan dan petani tetap sejahtera.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Indonesia Surplus Beras 3,5 Juta Ton, DPR Ingatkan Jangan Abaikan Petani
Indonesia
Kementan Janji Serap 4 Juta Ton Gabah Petani di 2026
Peningkatan luas tanam tersebut diyakini akan mendorong produksi beras nasional, selama tidak terjadi bencana alam besar atau gangguan signifikan yang dapat menghambat proses tanam dan panen petani.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Kementan Janji Serap 4 Juta Ton Gabah Petani di 2026
Indonesia
Pemerintah Bersiap Ekspor Beras Setelah Swasembada
Kesiapan produksi dan stok di gudang Perum Bulog yang mencapai 3,25 juta ton di awal 2026 ini, memadai untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus pasar internasional.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Pemerintah Bersiap Ekspor Beras Setelah Swasembada
Indonesia
Pemerintah Perpanjang Stabilisasi Harga Beras Sampai Akhir Januari 2026
Kebijakan itu diambil sebagai langkah antisipatif menghadapi dinamika harga pasca pergantian tahun, sekaligus menjamin akses masyarakat terhadap beras berkualitas dengan harga sesuai ketentuan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
 Pemerintah Perpanjang Stabilisasi Harga Beras Sampai Akhir Januari 2026
Indonesia
Indonesia Swasembada Pangan, DPR Ingatkan Pemerintah Dompet Petani Juga Harus 'Tebal'
Indikator sukses yang paling hakiki adalah kesejahteraan petani
Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Januari 2026
Indonesia Swasembada Pangan, DPR Ingatkan Pemerintah Dompet Petani Juga Harus 'Tebal'
Indonesia
Surplus Beras Nasional Naik 243%, HPP Gabah Kering Panen Tetap Rp 6.500/kg
Pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilogram untuk GKP sesuai Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Keputusan Kepala Bapanas Nomor 14 Tahun 2025.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Surplus Beras Nasional Naik 243%, HPP Gabah Kering Panen Tetap Rp 6.500/kg
Indonesia
Indonesia Capai Swasembada Beras per Akhir 2025, Prabowo: Cadangan Tertinggi Sepanjang Sejarah
Presiden Prabowo resmi mengumumkan Indonesia swasembada beras per 31 Desember 2025. Cadangan Beras Pemerintah mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Januari 2026
Indonesia Capai Swasembada Beras per Akhir 2025, Prabowo: Cadangan Tertinggi Sepanjang Sejarah
Indonesia
14 Ribu Ton Beras Sudah Meluncur ke Sumatera, Bulog Bocorkan Stok Cadangan Pangan Nasional Siaga Hadapi Bencana 2026
Saat ini, total stok beras di Aceh mencapai 75.000 ton
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 03 Januari 2026
14 Ribu Ton Beras Sudah Meluncur ke Sumatera, Bulog Bocorkan Stok Cadangan Pangan Nasional Siaga Hadapi Bencana 2026
Indonesia
Politikus Sebut Harga Pangan di Aceh Naik 100 Persen, Daya Beli Warga Juga Melemah
Pemerintah didesak untuk memperkuat koordinasi distribusi logistik dan membuka ruang bagi bantuan internasional guna menekan lonjakan harga bahan pokok yang kian tak terkendali.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 23 Desember 2025
Politikus Sebut Harga Pangan di Aceh Naik 100 Persen, Daya Beli Warga Juga Melemah
Indonesia
70 Ribu Hektare Sawah Rusak Akibat Banjir Sumatera, Cadangan Beras Disiapkan 120 Ribu Ton
Mentan melaporkan pada Presiden Prabowo Subianto cadangan yang disiapkan tersebut merupakan tiga kali lipat dari perkiraan kebutuhan di lapangan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 16 Desember 2025
70 Ribu Hektare Sawah Rusak Akibat Banjir Sumatera, Cadangan Beras Disiapkan 120 Ribu Ton
Bagikan