MerahPutih.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso tengah menunggu proses kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian, yang berprestasi dalam pemberantasan dan penindakan terhadap bandar narkoba.
"(Nama-nama) Sudah kita ajukan. Anggota saya yang polisi saya ajukan ke Kapolri untuk kenaikan pangkat luar biasa," kata Buwas kepada Merahputih.com di kantornya, Selasa (5/9).
Anggota Polri yang bertugas di BNN itu berhasil mengungkap beberapa kasus di antaranya pengungkapan satu ton sabu dan juga 300 kilogram sabu di kawasan Pluit, Jakarta Utara.
Tak lupa, anggota yang menolak uang suap 10 M dari upaya BNN menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 17,54 kilogram di Bengkayang, Kalimantan Barat. Dari pengungkapan itu, dua WN Malaysia ditembak mati.
Anggota, kata Buwas, di lapangan rela mempertaruhkan nyawa dalam setiap membongkar dan menangkap para gembong narkoba. Buwas juga meminta setiap anggota di lapangan harus dapat jaminan keamanan berupa asuransi.
Buwas membandingkan perbedaan perlakuan yang diterima anak buahnya di lapangan dengan penyidik KPK, Novel Baswedan yang disiram air keras oleh orang tak dikenal beberapa waktu lalu.
"Novel begitu luka sekarang, entah siapa yang melakukan belum terungkap, tapi negara membiayai dia, seorang Novel. Adilkah bilamana ada perlakuan khusus terhadap aparat penegak hukum? Kalau gitu, anggota saya harus dibiayai negara, dong. Anggota saya kemarin ketembak, ditikam," kata Buwas.
"Apa hebatnya Novel? Sama-sama saja. Kalau seorang Novel itu nilainya jelas yang diselamatkan. Anggota saya? Gak bisa diukur, luar biasa anggota saya. Indonesia belum pernah berpikir seperti itu," sambung Buwas.
Selain kenaikan pangkat, anggotanya juga diharapkan mendapat prioritas untuk menempuh sekolah kedinasan. "Negara harus berikan penghargaan berupa surat piagam dari negara kepada anggota berprestasi untuk memacu semangat dan pengakuan terhadap negara," katanya. (Ayp)
Baca berita terkait kasus BNN lainnya di: Buwas Bakal Canangkan Kurikulum Pendidikan Narkoba