Buwas: Apa Hebatnya Novel?

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 05 September 2017
Buwas: Apa Hebatnya Novel?

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso. (Merahputih.com/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso tengah menunggu proses kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian, yang berprestasi dalam pemberantasan dan penindakan terhadap bandar narkoba.

"(Nama-nama) Sudah kita ajukan. Anggota saya yang polisi saya ajukan ke Kapolri untuk kenaikan pangkat luar biasa," kata Buwas kepada Merahputih.com di kantornya, Selasa (5/9).

Anggota Polri yang bertugas di BNN itu berhasil mengungkap beberapa kasus di antaranya pengungkapan satu ton sabu dan juga 300 kilogram sabu di kawasan Pluit, Jakarta Utara.

Tak lupa, anggota yang menolak uang suap 10 M dari upaya BNN menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 17,54 kilogram di Bengkayang, Kalimantan Barat. Dari pengungkapan itu, dua WN Malaysia ditembak mati.

Anggota, kata Buwas, di lapangan rela mempertaruhkan nyawa dalam setiap membongkar dan menangkap para gembong narkoba. Buwas juga meminta setiap anggota di lapangan harus dapat jaminan keamanan berupa asuransi.

Buwas membandingkan perbedaan perlakuan yang diterima anak buahnya di lapangan dengan penyidik KPK, Novel Baswedan yang disiram air keras oleh orang tak dikenal beberapa waktu lalu.

"Novel begitu luka sekarang, entah siapa yang melakukan belum terungkap, tapi negara membiayai dia, seorang Novel. Adilkah bilamana ada perlakuan khusus terhadap aparat penegak hukum? Kalau gitu, anggota saya harus dibiayai negara, dong. Anggota saya kemarin ketembak, ditikam," kata Buwas.

"Apa hebatnya Novel? Sama-sama saja. Kalau seorang Novel itu nilainya jelas yang diselamatkan. Anggota saya? Gak bisa diukur, luar biasa anggota saya. Indonesia belum pernah berpikir seperti itu," sambung Buwas.

Selain kenaikan pangkat, anggotanya juga diharapkan mendapat prioritas untuk menempuh sekolah kedinasan. "Negara harus berikan penghargaan berupa surat piagam dari negara kepada anggota berprestasi untuk memacu semangat dan pengakuan terhadap negara," katanya. (Ayp)

Baca berita terkait kasus BNN lainnya di: Buwas Bakal Canangkan Kurikulum Pendidikan Narkoba

#Komjen Pol Budi Waseso # Badan Narkotika Nasional (BNN) #Novel Baswedan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Komisi IX DPR RI meminta Kemenkes dan BNN menyusun regulasi penggunaan vape. Sebab, vape mengandung etomidate merajalela.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Indonesia
Pramono Dukung Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari: Jadi Pembelajaran bagi Warga
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung penggerebekan narkoba BNN di Kampung Bahari. Tiga tersangka ditangkap dalam operasi tersebut.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
Pramono Dukung Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari: Jadi Pembelajaran bagi Warga
Indonesia
Dibuntuti dari Kampung Bahari, 'Bos Gendut' Pemilik 98 Kg Sabu Akhirnya Ditangkap di Salon
BNN menangkap MR alias 'Bos Gendut', buronan kasus kepemilikan 98 kg sabu. MR ditangkap di salon Mangga Besar setelah dibuntuti dari Kampung Bahari.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
Dibuntuti dari Kampung Bahari, 'Bos Gendut' Pemilik 98 Kg Sabu Akhirnya Ditangkap di Salon
Indonesia
'Bos Gendut' Kampung Bahari Akhirnya Tumbang: BNN Sita Senpi, Emas Batangan, Hingga 98 Kg Sabu
Operasi pembersihan sarang narkoba di Kampung Bahari sempat memanas
Angga Yudha Pratama - Kamis, 13 Agustus 2026
'Bos Gendut' Kampung Bahari Akhirnya Tumbang: BNN Sita Senpi, Emas Batangan, Hingga 98 Kg Sabu
Indonesia
BNN Tangkap Bandar Narkoba MR di Kampung Bahari, Sita Uang Rp 1,277 Miliar
BNN menangkap bandar narkoba MR di Kampung Bahari, Jakarta Utara. Dari pengembangan TPPU, disita uang Rp 1,277 miliar dan aset Rp 39,950 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
BNN Tangkap Bandar Narkoba MR di Kampung Bahari, Sita Uang Rp 1,277 Miliar
Indonesia
BNN Bongkar 3,37 Ton Ganja Asal Thailand, Legislator Gerindra Minta Penguatan Pencegahan hingga Rehabilitasi
Bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman kejahatan narkotika transnasional.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
BNN Bongkar 3,37 Ton Ganja Asal Thailand, Legislator Gerindra Minta Penguatan Pencegahan hingga Rehabilitasi
Indonesia
BNN Tangkap 2 Turis Rusia di Bali, Selundupkan 7,8 Kilogram Hashish dari Thailand
BNN menangkap dua turis Rusia di Bali terkait penyelundupan hashish seberat 7,8 kilogram dari Thailand. Terungkap melalui operasi controlled delivery bersama Bea Cukai.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 06 Juni 2026
BNN Tangkap 2 Turis Rusia di Bali, Selundupkan 7,8 Kilogram Hashish dari Thailand
Indonesia
BNN Usul Vape Dilarang di RUU Narkotika, Temuan 341 Sampel Ungkap Fakta Mengkhawatirkan
BNN mengusulkan pelarangan vape dalam RUU Narkotika setelah 341 sampel cairan ditemukan mengandung zat berbahaya seperti sabu dan obat bius.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 April 2026
BNN Usul Vape Dilarang di RUU Narkotika, Temuan 341 Sampel Ungkap Fakta Mengkhawatirkan
Indonesia
BNN Diminta Segera Sikat Habis Pengedar Tramadol di Desa, Rehabilitasi Narkoba Jangan Cuma Wacana
BNN kerap mengeluhkan keterbatasan anggaran serta ruang gerak kegiatan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
BNN Diminta Segera Sikat Habis Pengedar Tramadol di Desa, Rehabilitasi Narkoba Jangan Cuma Wacana
Indonesia
BNN Temukan Vape Mengandung Sabu dan Obat Bius, Usul Larangan di Indonesia
BNN menemukan vape mengandung sabu, synthetic cannabinoid, dan etomidate. Pemerintah didorong melarang vape untuk tekan peredaran narkotika.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 April 2026
BNN Temukan Vape Mengandung Sabu dan Obat Bius, Usul Larangan di Indonesia
Bagikan