Bus Alternatif Penumpang KRL Beroperasi Reguler Jika Muncul Permintaan Konsisten

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 15 Juli 2020
Bus Alternatif Penumpang KRL Beroperasi Reguler Jika Muncul Permintaan Konsisten

Antrean pengguna KRL yang terlihat lebih tertib. (Antara/KCI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Bus alternatif yang dihadirkan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk para penumpang KRL diharapkan bisa beroperasi reguler mulai Agustus ini.

"Sejak awal kami meluncurkan bus gratis tersebut pada tanggal 15 Mei 2020. Jika kebutuhan terus meningkat dan muncul permintaan yang konsisten, tidak menutup kemungkinan akan kami luncurkan layanan bus reguler," ujar Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B. Pramesti dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (14/7).

Baca Juga:

Demokrat Buka Wacana Bentuk Pansus Djoko Tjandra

Polana mengemukakan hal itu menyusul pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru sering terjadi lonjakan jumlah penumpang KRL pada waktu-waktu tertentu.

Sementara itu, kapasitas penumpang KRL selama masa pandemi dibatasi maksimal 35-45 persen untuk memenuhi ketentuan jaga jarak (physical distancing). Hal ini mengakibatkan seringnya terjadi penumpukan penumpang.

Sejauh ini, pihaknya mengerahkan bus-bus gratis untuk mengangkut para pelaju yang tak tertampung KRL.

Meski cukup mampu mengatasi penumpukan penumpang penyediaan bus gratis tersebut, menurut dia, tidak mungkin menjadi solusi tetap.

Dari evaluasi yang dilakukan, menurut dia, potensi permintaan ada. Pada saat ini sedang dilakukan kajian untuk perkuat rencana peluncuran layanan tersebut.

“Bentuk layanan nantinya adalah Bus Jabodetabek Residential Connexion (JR Conn) dengan rute point to point, “ katanya.

Sifat layanan Bus JR Conn ini titik pemberangkatan bukan dari Terminal Bus, melainkan diupayakan dari titik yang lebih terjangkau dari permukiman calon penumpang (asal) menuju titik tertentu (tujuan) di Jakarta. Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi penumpukan calon penumpang di stasiun ataupun terminal.

Layanan Bus Gratis.
Layanan Bus Gratis. (Foto: Antara)

Menurut Polana, sudah ada perusahaan operator yang bersedia mengisi layanan reguler ini. Pada saat ini, pihaknya sedang melakukan berbagai persiapan.

"Mengingat trayek yang dijalani layanan ini adalah lintas wilayah administratif di Jabodetabek, perizinannya ada di BPTJ. Kami tentunya akan mempermudah perizinannya," katanya.

Mengenai tarif, Polana menyebut tidak mungkin semurah tarif KRL karena tarif KRL sendiri disubsidi pemerintah. Kendati demikian, diupayakan masih dalam batas kewajaran dan terjangkau oleh para pelaju.

Layanan Bus JR Conn ini, kata dia, akan konsisten diterapkan protokol kesehatan sehingga kapasitas penumpang dibatasi maksimal 50 persen agar ketentuan jaga jarak dapat dipenuhi.

"Aturan protokol kesehataan lainnya, seperti pemeriksaan suhu tubuh, penggunaan masker tentu wajib, tidak hanya bagi pengguna, tetapi juga awak operator. Demikian pula, unit armada yang digunakan secara rutin harus dibersihkan dengan disinfektan," katanya.

Sementara itu, meski pada hari Senin (13/7) disiapkan 170 unit bus sebagai angkutan alternatif jika terjadi penumpukan penumpang, tercatat 1.112 orang penumpang yang diangkut.

Ia menyebutkan mereka berasal dari Bogor (Stasiun Bogor dan Botani Square, Bogor) sebanyak 935 orang dan dari Stasiun Cikarang, Bekasi sebanyak 177 orang. Dari keseluruhan armada yang disiapkan sebanyak 170 unit bus, kata dia, sebanyak 150 unit disiapkan di Bogor dan 20 unit disiapkan di Stasiun Cikarang, Bekasi.

Baca Juga:

Regulasi Anyar, Program Kartu Prakerja Diklaim Lebih Tepat Sasaran

Hasil pemantauan di Bogor antrean terjadi sejak pukul 05.15 WIB. Kendati demikian, semuanya dapat diurai dengan pemanfaatan bus gratis sehingga sekitar pukul 06.30 WIB sudah tidak ada antrean lagi. Dengan demikian, dari 170 unit bus yang disiapkan, hanya terpakai 77 unit bus, yaitu di Bogor 65 unit dan di Stasiun Cikarang, Bekasi 12 unit.

Bus-bus tersebut disiapkan oleh Kementerian Perhubungan sebanyak 95 unit bus besar kapasitas 45 orang penumpang dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebanyak 75 unit bus sedang kapasitas 30 orang (bus sekolah). (*)

#Penumpang KRL #Kereta Rel Listrik (KRL)
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
KRL Relasi Cikarang-Duri Runtuh Akibat Kebakaran di Tanah Abang, Buruh Ibu Kota Terancam Telat Massal
Akibat gangguan ini, waktu tunggu penumpang menjadi lebih lama dari biasanya
Angga Yudha Pratama - Jumat, 05 Juni 2026
KRL Relasi Cikarang-Duri Runtuh Akibat Kebakaran di Tanah Abang, Buruh Ibu Kota Terancam Telat Massal
Berita Foto
Libur Akhir Pekan, Warga Piknik Sambil Menikmati Lalu Lalang KRL di Taman Tanah Kusir
Sejumlah warga menikmati waktu sore dengan berpiknik sambil menyaksikan KRL Commuter Line melintas di taman kawasan Tanah Kusir, Sabtu (30/5/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 30 Mei 2026
Libur Akhir Pekan, Warga Piknik Sambil Menikmati Lalu Lalang KRL di Taman Tanah Kusir
Indonesia
Misteri KRL Duri-Tangerang Tiba-Tiba Mogok Belum Terjawab, Masih Diinvestigasi
Pada Selasa lalu, terjadi gangguan sarana pada Commuter Line No. 1978A relasi Duri–Tangerang, sehingga mengakibatkan kereta tiba-tiba mogok di perlintasan sebidang RT 01/RW 11 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Misteri KRL Duri-Tangerang Tiba-Tiba Mogok Belum Terjawab, Masih Diinvestigasi
Indonesia
Kecelakaan Maut KA Argo Bromo vs KRL, DPR Dorong Pembangunan Flyover Bekasi tak Bisa Ditunda
DPR mendesak pembangunan flyover Bekasi dipercepat, setelah tragedi KRL vs KA Argo Bromo Anggrek.
Soffi Amira - Jumat, 22 Mei 2026
Kecelakaan Maut KA Argo Bromo vs KRL, DPR Dorong Pembangunan Flyover Bekasi tak Bisa Ditunda
Indonesia
Bakal Makin Mudah Naik Turun, PT KAI Perpanjang Peron Stasiun Bogor
Bogor Line menjadi salah satu lintas dengan mobilitas pelanggan tertinggi di wilayah Jabodetabek.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
Bakal Makin Mudah Naik Turun, PT KAI Perpanjang Peron Stasiun Bogor
Indonesia
KRL Rute Serpong-Tanah Abang Gangguan Mesin Pagi ini, KAI Siapkan Kereta Alternatif
Saat ini, layanan KRL jurusan Tanah Abang masih dapat melintas, tapi terdapat keterlambatan.
Dwi Astarini - Selasa, 12 Mei 2026
KRL Rute Serpong-Tanah Abang Gangguan Mesin Pagi ini, KAI Siapkan Kereta Alternatif
Indonesia
Perjalanan KRL Alami Keterlambatan Parah Usai Pencurian Prasarana Vital KAI di Lintas Daru
Aksi vandalisme terhadap perangkat perkeretaapian tidak hanya merugikan secara material, namun juga mengancam keselamatan perjalanan kereta api serta masyarakat luas
Angga Yudha Pratama - Jumat, 08 Mei 2026
Perjalanan KRL Alami Keterlambatan Parah Usai Pencurian Prasarana Vital KAI di Lintas Daru
Indonesia
Celah Peron Ditutup Usai Aksi Rekam Rok Penumpang KRL Kebayoran Lama Viral, Polisi Buru Pelaku
Polisi tengah memburu pelaku dugaan pelecehan seksual terhadap penumpang perempuan di Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, setelah video aksinya merekam dari kolong peron viral di media sosial.
Wisnu Cipto - Jumat, 08 Mei 2026
Celah Peron Ditutup Usai Aksi Rekam Rok Penumpang KRL Kebayoran Lama Viral, Polisi Buru Pelaku
Indonesia
Perempuan Berjibaku di Kereta Commuter Line, di Antara Desakan dan Harapan
Setiap hari, perempuan harus berhadapan dengan kondisi kereta yang padat, ruang gerak yang terbatas, dan situasi yang tidak selalu nyaman.
Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
Perempuan Berjibaku di Kereta Commuter Line, di Antara Desakan dan Harapan
Berita Foto
Wacana Pemasangan Kamera ETLE di Perlintasan Sebidang Fokus Pencegahan
Rangkaian KRL Commuter Line melintas di Perlintasan Sebidang Kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 06 Mei 2026
Wacana Pemasangan Kamera ETLE di Perlintasan Sebidang Fokus Pencegahan
Bagikan