Buntut Kecelakaan Maut, Bus Dilarang Melintas Jalan Imogiri Mangunan Bantul
Bus pariwisata asal Sukoharjo menabrak dinding Bukit Bego di Jalan Imogiri-Mangunan, Minggu (06/02). (Foto: MP/Twitter Polres Bantul)
MerahPutih.com - Kepolisian Resort (Polres) Bantul melarang bus melintasi Jalan Imogiri Mangunan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Larangan tersebut dikeluarkan lantaran sering terjadi kecelakaan bus di wilayah tersebut.
Teranyar, kecelakaan terjadi pada bus pariwisata family gathering dari Sukoharjo, Jawa Tengah pada Minggu (5/2). Akibat kecelakaan ini, 13 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Baca Juga:
KNKT Beberkan Hasil Investigasi Penyebab Kecelakaan Bus Pariwisata di Bantul
Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengatakan, larangan akan diberlakukan mulai pekan depan.
"Kami imbau bus pariwisata tidak melintas Jalan Imogiri Mangunan, terutama pada akhir pekan atau Sabtu dan Minggu. Kalau kendaraan pribadi masih boleh lewat," tegas Ihsan lalui keterangan pers di Yogyakarta, Rabu (9/2).
Ihsan melanjutkan, kondisi geografi jalan Imogiri di daerah Mangunan berbukit-bukit, memiliki tanjakan dan turunan curam, juga cenderung sempit untuk dilalui bus wisata. Hal ini membuat sering terjadi kecelakaan di daerah tersebut.
Para sopir bus diminta mencari jalur alternatif lain ketika hendak menuju kawasan wisata di Mangunan. Misalnya melewati Jalan Jogja-Wonosari yang tidak berbukit dan jalanan cenderung lurus.
Baca Juga:
Kartu Izin Angkut Sopir Bus Kecelakaan Maut di Bantul Kadaluarsa
Ihsan melanjutkan, pada hari yang sama dengan kecelakaan menewaskan 13 orang, ada kejadian dari bus lain di jalur yang sama.
“Kami tak pernah tahu kendaraan di jalan ini layak atau enggak, berfungsi atau engga. Ini nyawa orang, engga main–main,” ujar Ihsan.
Polres akan segera berkoordinasi dengan Dishub Bantul dan Pemprov DIY untuk menerjunkan petugas jaga di wilayah tersebut.
Kecelakaan bus wisata Gandos Abadi berpelat AD 1507 EH terjadi pada Minggu (6/2) siang. Bus yang membawa rombongan family gathering warga Sukoharjo menabrak dinding Bukit Bego di Jalan Imogiri-Mangunan. Akibatnya, 13 orang meninggal dunia serta 24 penumpang luka-luka.
Korban luka kini dirawat di sejumlah rumah sakit di Bantul. Sisanya luka ringan dan sudah dibolehkan untuk pulang ke rumah masing-masing di Sukoharjo dan Surakarta. Kepulangan mereka diantar oleh polisi dan Pemkab Bantul. (Patricia Vicka/Yogyakarta)
Baca Juga:
Jasa Raharja Jamin Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Bus Wisata di Bantul
Bagikan
Berita Terkait
Gempa Magnitude 4,5 Goyang Bantul, 17 KA Berhenti Sementara
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik
Aspal Berdarah Kalideres: Nenek 73 Tahun Tewas Usai Senggolan Maut Dekat Pabrik Kaleng
Bus AKAP PO Rosalia Indah Terbakar di Tol Solo–Ngawi, Diduga Korsleting
Bus Wisata Ziarah Makam Wali Songo Habis Terbakar di Tol Cikampek
Tragedi Berdarah Tol Krapyak: 16 Nyawa Melayang, DPR Semprot Kemenhub Agar Bus 'Zombie' Tak Gentayangan Saat Nataru
Laka PO Cahaya Trans Tewaskan 16 Orang, DPR Minta Investigasi Menyeluruh
Kecelakaan Maut Bus Cahaya Trans Tewaskan 16 Orang, Sopir Hilang Kendari saat Ngebut di Tikungan Tol Krapyak
Bus Maut Cahaya Semarang yang Tewaskan 16 Orang di Tol Krapyak tak Layak Jalan dan Ilegal
Horor Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Semarang Buat 16 Orang Meninggal, Kaca Berserakan Hingga Beton Jalan Bergeser