BUMN Jadi Eksportir Tunggal SDA, Pengusaha Swasta Meminta Diajak Bicara

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
BUMN Jadi Eksportir Tunggal SDA, Pengusaha Swasta Meminta Diajak Bicara

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (8/5/2026). (ANTARA/Aria Ananda)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks MPR, DPR, DPD RI, Jakarta, mengumumkan pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA).

Dalam PP terbaru itu, Prabowo menyebut salah satu aturannya BUMN menjadi eksportir tunggal untuk komoditas minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloy).

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyampaikan siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam implementasi tata kelola ekspor sumber daya alam guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, pihaknya memahami semangat pemerintah untuk memastikan kekayaan alam Indonesia memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat melalui penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA).

Baca juga:

Ekspor Tunggal oleh BUMN Diklaim Buat Bongkar Uang Gelap SDA

Namun, menurut dia, implementasi kebijakan tersebut diharapkan dilakukan melalui dialog intensif bersama pelaku usaha.

“Kadin siap menjadi mitra pemerintah dalam merumuskan pelaksanaan kebijakan ini agar tujuannya tercapai, yaitu meningkatkan penerimaan negara, menjaga devisa, memperbaiki tata kelola, sekaligus memastikan dunia usaha tetap dapat bergerak dengan baik,” kata Anindya.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi Kadin terhadap pidato Presiden dalam Rapat Paripurna DPR RI bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional di DPR, Jakarta, Rabu (20/5).

Kadin menilai pidato Presiden memberikan arah yang jelas terkait pembangunan ekonomi nasional, penguatan fiskal, industrialisasi, tata kelola sumber daya alam, hingga perlindungan terhadap dunia usaha.

Kadin mengapresiasi pidato Presiden Prabowo Subianto. Pesan Presiden sangat jelas: negara harus hadir, ekonomi harus berpihak kepada rakyat, tetapi dunia usaha juga harus diberi ruang yang sehat untuk tumbuh, berinvestasi, dan menciptakan lapangan kerja,

ujar Anindya.

Menurut dia, penguatan tata kelola pemerintahan dan pemberantasan praktik-praktik yang merugikan dunia usaha menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Kadin kata dia, mendukung langkah pemerintah dalam memperbaiki iklim investasi dan memberantas praktik pungutan liar maupun penyelundupan.

Kadin mendukung penuh upaya Presiden memperbaiki iklim investasi, memperbaiki governance, dan memberantas korupsi. Dunia usaha membutuhkan aturan yang jelas, adil, dan tidak diskriminatif. Pungli, perizinan berbelit, penyelundupan, under-invoicing, dan praktik curang harus diberantas karena merugikan negara dan pelaku usaha yang taat aturan,

tegasnya.

Kadin juga menilai penguatan sektor industri dan hilirisasi menjadi langkah strategis agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk negara lain.

Dunia usaha, kata Anindya, siap mendukung penguatan manufaktur nasional, pengembangan kewirausahaan muda, pembiayaan UMKM, hingga substitusi impor.

Selain itu, Kadin menyatakan siap mendukung berbagai program prioritas pemerintah seperti hilirisasi sumber daya alam, ketahanan pangan, pembangunan desa nelayan, penguatan energi domestik, hingga program Makan Bergizi Gratis.

Menurut Kadin, program-program tersebut dapat menjadi motor penggerak ekonomi rakyat apabila dijalankan dengan tata kelola yang baik dan melibatkan pelaku usaha nasional.

Kadin akan terus menjadi mitra pemerintah yang konstruktif dalam mendukung kebijakan yang memperkuat ekonomi nasional,

katanya.
#Pidato Prabowo #Pidato Presiden #DHE SDA #Ekspor
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Industri Padat Karya Hadapi Tantangan Biaya Produksi, Ekspor Tetap Tumbuh
Kadin melihat ekspor masih memiliki prospek positif hingga akhir tahun, terutama didukung industri pengolahan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Industri Padat Karya Hadapi Tantangan Biaya Produksi, Ekspor Tetap Tumbuh
Indonesia
India Bakal Jadi Pembeli Asing Tertinggi di Trade Expo Indonesia 2026
Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, TEI 2026 menempati area pameran seluas 16.656 meter persegi dengan target potensi transaksi 17,5 miliar dolar AS
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
India Bakal Jadi Pembeli Asing Tertinggi di Trade Expo Indonesia 2026
Indonesia
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Salah satu upaya perluasan pasar ekspor adalah melalui Trade Expo Indonesia 2026 yang akan digelar pada 14-18 Oktober.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Berita Foto
Perkuat Ekspor, Pemindai Peti Kemas ke-10 Beroperasi di Tanjung Priok
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Didik Setiawan - Senin, 21 September 2026
Perkuat Ekspor, Pemindai Peti Kemas ke-10 Beroperasi di Tanjung Priok
Indonesia
Beli Alat Produksi Canggih dari Tiongkok, PT RAI Mampu Mengolah 2 Juta Butir Kelapa Per Hari
“Kami hadir dengan komitmen untuk menyejahterakan para petani kelapa dan putra-putri daerah. Selain itu, cita-cita kami adalah 'Mengembalikan Kejayaan Kelapa Nusantara di Mata Dunia',” kata Jerry.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Beli Alat Produksi Canggih dari Tiongkok, PT RAI Mampu Mengolah 2 Juta Butir Kelapa Per Hari
Indonesia
Produk Camilan UMKM Indonesia Tembus Pasar Cili, Nilai Pesanan Capai Rp 510 Juta
Dua UMKM Indonesia mendapat pesanan produk olahan buah, sayur, dan keripik tempe dari buyer Cili senilai USD 29 ribu atau sekitar Rp 510 juta.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Produk Camilan UMKM Indonesia Tembus Pasar Cili, Nilai Pesanan Capai Rp 510 Juta
Berita Foto
Pidato Presiden Prabowo Subianto Pengantar RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Rapat Paripurna DPR di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 14 Agustus 2026
Pidato Presiden Prabowo Subianto Pengantar RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan
Indonesia
Prabowo Soroti Harga Komoditas Indonesia Ditentukan Negara Lain, Bursa Sendiri Ditargetkan Hadir 2027
Prabowo menargetkan Indonesia memiliki bursa mineral dan komoditas strategis sendiri mulai 1 Januari 2027 di bawah pengawasan OJK.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Soroti Harga Komoditas Indonesia Ditentukan Negara Lain, Bursa Sendiri Ditargetkan Hadir 2027
Indonesia
Di Pidato Kenegaraan, Prabowo Ingin Sejak SD Bahasa Asing Diajarkan, Mutlak Harus Dikuasai
"Mereka harus mulai bahasa asing, bahasa yang paling penting, Bahasa Inggris, Mandarin, Arab, bahasa Jepang, Korea, Spanyol, Prancis," ucap Prabowo
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 14 Agustus 2026
Di Pidato Kenegaraan, Prabowo Ingin Sejak SD Bahasa Asing Diajarkan, Mutlak Harus Dikuasai
Indonesia
Saat Anak Dari Daerah Dipanggil Prabowo di Pidato Kenegaraan, Berikan Inspirasi dan Tampil Pakai Baju Adat
Menurut Prabowo, anak-anak Indonesia juga harus mendapatkan pendidikan yang baik dengan didukung fasilitas sekolah yang memadai.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 14 Agustus 2026
Saat Anak Dari Daerah Dipanggil Prabowo di Pidato Kenegaraan, Berikan Inspirasi dan Tampil Pakai Baju Adat
Bagikan