Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

LSI Denny JA Sebut Pidato Prabowo Jadi Deklarasi Arah Ekonomi Baru Indonesia

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
LSI Denny JA Sebut Pidato Prabowo Jadi Deklarasi Arah Ekonomi Baru Indonesia

Denny JA. Foto: Dok. Denny JA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Lingkaran Survei Indonesia menyatakan pidato Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026 bukan sekadar pidato ekonomi tahunan, melainkan deklarasi arah ekonomi baru Indonesia.

Menurut Denny JA, inti pidato Prabowo sangat jelas. Indonesia bukan miskin karena kekurangan sumber daya alam, tetapi karena kekayaannya terlalu lama bocor keluar negeri.

Ia menggambarkan Indonesia seperti rumah besar beratap emas, tetapi lantainya bocor di banyak sudut.

"Ini paradoks terbesar Indonesia negeri kaya, tetapi banyak rakyatnya belum menikmati kekayaan itu secara adil," ujar Denny JA dalam esainya yang dipublikasikan di Facebook Denny JA’s World, Jumat (22/5).

Prabowo Dinilai Usung Ekonomi Berbasis Pasal 33 UUD 1945

Denny JA menilai Prabowo sedang membawa Indonesia menuju model ekonomi nasionalistik berbasis Pasal 33 UUD 1945. Negara, menurutnya, ingin kembali menjadi pengarah utama ekonomi strategis.

“Ini bukan sosialisme klasik, tetapi jalan tengah. Pasar tetap hidup, namun negara hadir untuk menjaga agar kekayaan nasional tidak terus bocor,” tulis Denny JA.

Dalam pidatonya di rapat paripurna DPR RI, Prabowo memang menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan nasional agar hasilnya lebih dirasakan masyarakat Indonesia.

Baca juga:

Prabowo Sebut Rakyat Ingin Hidup Layak, Tidak Bermimpi Kaya Raya dan Mewah

Soroti Kebocoran Devisa dan Under-Invoicing

Dalam pidato tersebut, Prabowo menyebut selama 22 tahun Indonesia mencatat surplus perdagangan sekitar USD 436 miliar, tetapi sekitar USD 343 miliar kembali mengalir keluar negeri.

Jika dirata-ratakan, kebocoran itu mencapai sekitar USD 15,6 miliar per tahun atau sekitar Rp265 triliun per tahun. Ada pula estimasi kerugian akibat praktik under-invoicing selama 34 tahun yang disebut mencapai USD 908 miliar atau sekitar Rp15.400 triliun.

Data kebocoran tersebut, menurut Denny JA, merujuk pada pidato resmi Presiden Prabowo 20 Mei 2026 yang mengolah catatan BPS, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan selama dua dekade terakhir.

"Ini bukan sekadar kebocoran kecil. Ini lubang besar dalam struktur ekonomi nasional," kata Denny JA.

Disebut Mirip Model Developmental State Asia Timur

Denny JA menyebut arah ekonomi Prabowo sangat dekat dengan konsep developmental state Asia Timur.

Ia mencontohkan Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan yang berhasil menjadi negara industri maju bukan semata karena pasar bebas, tetapi karena negara hadir secara aktif memilih sektor strategis, membangun industri nasional, mengarahkan investasi, melindungi industri muda, dan mendorong transfer teknologi.

"Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan tidak naik kelas hanya dengan menjual bahan mentah. Mereka maju karena negara memimpin industrialisasi dengan disiplin dan visi jangka panjang," ujarnya.

Baca juga:

DPR Dukung PP Ekspor SDA Prabowo, Dinilai Bisa Tutup 'Kebocoran' Pemasukan Negara

Peringatkan Risiko Jika Tata Kelola Lemah

Namun demikian, Denny JA mengingatkan bahwa negara kuat saja tidak cukup. Menurut dia, keberhasilan model Asia Timur lahir karena birokrasi mereka relatif meritokratik, profesional, disiplin, dan berorientasi hasil.

Karena itu, kebijakan ekspor satu pintu melalui BUMN dinilai hanya akan berhasil jika dijalankan secara transparan, berbasis teknologi digital, real-time monitoring, audit independen internasional, dan seleksi direksi yang profesional.

"Jika tidak, kebocoran lama hanya pindah rumah dari swasta gelap ke birokrasi gelap," katanya.

Ia juga mengingatkan risiko besar jika nasionalisme ekonomi dijalankan tanpa tata kelola yang sehat. Denny JA mencontohkan Venezuela yang memiliki cadangan minyak besar tetapi gagal akibat institusi melemah, korupsi membesar, dan perusahaan negara dipolitisasi.

Nigeria pun disebut mengalami paradoks serupa: kaya energi, tetapi lama terjebak dalam korupsi dan tata kelola yang lemah.

Pelajaran dunia sangat jelas: negara kuat tanpa integritas bisa berubah menjadi predator. Tetapi negara kuat dengan kompetensi bisa menjadi pembangun peradaban,

Denny JA.

(Asp)

#Pidato Presiden #Presiden Prabowo Subianto #Denny JA
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Menpora Erick Thohir Tanggapi Keresahan Presiden Prabowo karena Indonesia Belum Tembus Piala Dunia
Presiden Prabowo sempat mencari-cari Erick Thohir ketika menyinggung Piala Dunia
Frengky Aruan - Jumat, 10 Juli 2026
Menpora Erick Thohir Tanggapi Keresahan Presiden Prabowo karena Indonesia Belum Tembus Piala Dunia
Indonesia
PSSI Senggol Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Usai Prabowo Resah Timnas Indonesia Gagal Main di Piala Dunia
Keresahan presiden berdasar atas prinsip kehormatan bangsa melalui prestasi olahraga internasional
Angga Yudha Pratama - Jumat, 10 Juli 2026
PSSI Senggol Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Usai Prabowo Resah Timnas Indonesia Gagal Main di Piala Dunia
Indonesia
Prabowo Resmikan Lima Bendungan Senilai Rp 9,79 Triliun, Jadi Kunci Ketahanan Pangan hingga Energi Hijau
Presiden Prabowo meresmikan lima bendungan di lima provinsi dengan total anggaran Rp9,79 triliun. Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung irigasi puluhan ribu hektare lahan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 Juli 2026
Prabowo Resmikan Lima Bendungan Senilai Rp 9,79 Triliun, Jadi Kunci Ketahanan Pangan hingga Energi Hijau
Indonesia
Prabowo Bertolak ke NTB, Resmikan Bendungan Meninting untuk Perkuat Ketahanan Air
Selain Bendungan Meninting di Lombok Barat, Prabowo juga akan meresmikan empat bendungan lainnya di Aceh, Jawa Tengah, dan Bali.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 Juli 2026
Prabowo Bertolak ke NTB, Resmikan Bendungan Meninting untuk Perkuat Ketahanan Air
Olahraga
Ingin Timnas Indonesia Masuk Piala Dunia, Presiden Prabowo Subianto Cari Menpora dan Menkeu
Presiden Prabowo sebelumnya sempat bertemu dengan Erick Thohir dan pelatih Timnas John Herdman di Hambalang, Bogor, Jumat (19/6).
Frengky Aruan - Kamis, 09 Juli 2026
Ingin Timnas Indonesia Masuk Piala Dunia, Presiden Prabowo Subianto Cari Menpora dan Menkeu
Indonesia
B50 Resmi Berlaku, Prabowo Sebut Indonesia Tak Lagi Bergantung pada Impor Solar
Program mandatori B50 resmi diluncurkan. Presiden Prabowo menyebut kebijakan ini membuat Indonesia tidak lagi bergantung pada impor solar sekaligus memperkuat kemandirian energi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
B50 Resmi Berlaku, Prabowo Sebut Indonesia Tak Lagi Bergantung pada Impor Solar
Indonesia
Indonesia dan India Resmi Kerja Sama Restorasi Candi Prambanan, Ditargetkan Rampung pada 2029
Prabowo Subianto dan Narendra Modi meresmikan kerja sama restorasi Candi Prambanan. Proyek konservasi ditargetkan rampung sebelum 2029 dengan teknologi AI dan LiDAR.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 Juli 2026
Indonesia dan India Resmi Kerja Sama Restorasi Candi Prambanan, Ditargetkan Rampung pada 2029
Indonesia
Prabowo dan PM India Narendra Modi Kunjungi Candi Prambanan, Resmikan Revitalisasi hingga Bahas Diplomasi Budaya
Prabowo dan Narendra Modi mengunjungi Candi Prambanan untuk meresmikan revitalisasi, membahas kerja sama pelestarian, serta memperkuat diplomasi budaya Indonesia-India.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 Juli 2026
Prabowo dan PM India Narendra Modi Kunjungi Candi Prambanan, Resmikan Revitalisasi hingga Bahas Diplomasi Budaya
Indonesia
Prabowo dan Modi Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-India, Ini Daftar Kerja Sama yang Disepakati
Presiden RI dan PM India menyepakati penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif di bidang politik, ekonomi, pertahanan, energi, kesehatan, pendidikan, hingga teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Juli 2026
Prabowo dan Modi Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-India, Ini Daftar Kerja Sama yang Disepakati
Indonesia
Prabowo Sambut Kemajuan QRIS Lintas Batas Indonesia-India, Transaksi Makin Mudah
Presiden Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi membahas pengembangan QRIS lintas batas. Kerja sama juga mencakup pertahanan, investasi, teknologi, dan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Juli 2026
Prabowo Sambut Kemajuan QRIS Lintas Batas Indonesia-India, Transaksi Makin Mudah
Bagikan