Buku Anak Berkonten LGBT, KPAI Panggil Penerbit
Ilustrasi. (MP/Alfi Ramadhani)
MerahPutih.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kembali menerima laporan terkait beredarnya buku bacaan anak-anak yang mengandung hal tak pantas. Kali ini, KPAI menerima laporan beredarnya buku berkonten kampanye LGBT.
Dalam buku yang berjudul "Balita Langsung Lancar Membaca" dengan metode BSB (Bermain Sambil Belajar) yang ditulis oleh Intan Noviana dan diterbitkan oleh Pustaka Widyatama, terdapat kalimat "Opa bisa jadi waria, Fafa merasa dia wanita, Ada waria suka wanita."
Guna meminta klarifikasi terkait peredaran buku, KPAI berencana memanggil PT Pustaka Widyatama selaku pihak penerbit.
"Rencana hari ini, KPAI langsung memanggil pihak penerbit untuk meminta penjelasan," kata Ketua KPAI Susanto saat dikonfirmasi, Kamis (28/12).
Seperti undangan yang beredar di kalangan awak media, KPAI memanggil Penerbit Pustaka Widyatama pada Kamis, 27 Desember 2017, pukul 13.00 WIB, di Kantor KPAI Jl Teuku Umar No 10-12 Menteng, Jakarta Pusat.
Seperti diketahui, baru-baru ini KPAI juga memanggil PT Yudhistira selaku penerbit buku kelas VI SD yang memuat Yerusalem Ibu Kota Israel.
Dalam pertemuan itu, PT Yudhistira mengakui kesalahan dan bersedia merevisi konten buku berikut menarik dan mendistribusikan kembali cetakan buku terbaru. (Fdi)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Pakar Neuropsikolog: LGBT Berawal dari Kegalauan
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Korban Kekerasan Anak Meningkat, Komisi XIII DPR Minta Pendampingan Psikologis Diperkuat
KPAI Sebut Tindakan Pendakwah yang Diduga Lakukan Pelecehan Bisa Picu Kecemasan dan Pengaruhi Mental Anak
3 Norma Dilanggar, KPAI Tegaskan Aksi Dai Cium Anak di Ruang Publik Bisa Masuk Ranah Hukum
KPAI Dorong Sekolah Perkuat Sistem Deteksi Dini Usai Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Jangan Biarkan Perundungan di Sekolah, Dampak Bullying Akan di Luar Kendali
Insiden Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading, KPAI Sebut Longgarnya Pengawasan Keamanan Sekolah
KPAI Tuntut Usut Tuntas Kematian Siswa Pahoa, Jangan Sampai Korban Dicap Stigma Negatif
Tak Ada Toleransi, Polri Kembangkan Sistem Deteksi Dini LGBT untuk Seleksi Calon Polisi
Puluhan Anak Masih Ditahan Imbas Demo Agustus 2025, KPAI Sebut Ada Indikasi Mobilisasi Anak Secara Masif
KPAI Sesalkan Polisi Tetapkan Ratusan Anak Tersangka Demo Rusuh Agustus 2025