Bukan Sekadar Finansial, Womenpreneur Juga Butuh Pelatihan

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Sabtu, 23 April 2022
Bukan Sekadar Finansial, Womenpreneur Juga Butuh Pelatihan

Perempuan juga bisa berhasil dalam berbisnis. (Foto: Unsplash/Humphrey Muleba)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERUSAHAAN teknologi SICRLO melakukan riset di kuartal pertama 2022 yang menunjukkan bahwa dukungan untuk pelaku usaha perempuan atau womenpreneur bukan hanya dari segi finansial, tetapi juga dari segi non-finansial seperti pelatihan.

"Masih dibutuhkan peran aktif berbagai pihak agar womenpreneur bisa mengembangkan usahanya secara konsisten dan ekspansi," ujar CEO sekaligus Founder SIRCLO, Brian Marshal, dalam keterangan resminya, dikutip dari ANTARA, Jumat (22/4).

Untuk bisa mengembangkan bisnisnya ke tingkat yang lebih tinggi, womenpreneur di Indonesia membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Secara finansial, beberapa hal utama yang paling dibutuhkan responden adalah dukungan pemerintah dalam hal permodalan dan kemudahan akses pinjaman/modal, baik pada institusi formal seperti perbankan maupun institusi informal seperti P2P lending.

Baca juga:

Belajar Trik Bisnis dari Film 'The Founder'

Bukan Sekadar Finansial, Womenpreneur Juga Butuh Pelatihan
87 persen penghasilan womenpreneur di Indonesia berada di bawah 15 juta per bulan. (Foto: Unsplash/Daria Pimkina)

Dukungan non-materiil yang paling banyak diminta oleh womenpreneur adalah pelatihan digital marketing, program pemerintah untuk UMKM, dan pelatihan pemanfaatan media sosial. Dalam riset yang dilakukan, ditemukan juga bahwa mayoritas womenpreneur (65 persen) adalah reseller yang usia bisnisnya berkisar antara satu sampai dua tahun.

Di sisi lain, mayoritas womenpreneur menjalankan tipe usaha mikro, yakni 56 persen menjalankan usahanya sendiri tanpa karyawan, 26 persen memiliki satu sampai dua karyawan, dan 10 persen memiliki tiga sampai lima karyawan. Lalu sebagian besar usaha yang dijalankan womenpreneur termasuk di bidang fesyen (32 persen), kuliner (27 persen), ritel (26 persen), kecantikan (17 persen), dan beberapa usaha lainnya di bidang kesehatan, kerajinan, pendidikan agrobisnis, dan travel.

Baca juga:

Suka dan Duka Bisnis Makanan

Bukan Sekadar Finansial, Womenpreneur Juga Butuh Pelatihan
65 persen womenpreneur adalah reseller yang usia bisnisnya berkisar antara satu sampai dua tahun. (Foto: Unsplash/Christina @ wocintechchat.com)

Dari segi jenis usaha yang paling banyak dijalankan mereka adalah usaha rumahan (49 persen) dan sebanyak 46 persen tidak memiliki toko, gudang, atau badan usaha. Sedangkan untuk omzet yang diperoleh womenpreneur Indonesia (87 persen) berada di bawah Rp 15 juta per bulan atau di bawah Rp 200 juta setahun.

Dalam menjalankan bisnis, motivasi mereka adalah tidak ingin terlalu bergantung pada pasangan dalam hal finansial (52 persen), mencari kesibukan dan aktualisasi diri (50 persen), dan menambah pemasukan utama yang dirasa cukup dalam memenuhi kebutuhan (44 persen).

SICRLO Group pun terus meningkatkan jumlah keterlibatan pengusaha perempuan di dalam ekosistemnya. Hingga saat ini, sebanyak 65 persen dari pengusaha berskala mikro, kecil, hingga menengah dalam ekosistem SIRCLO Group adalah perempuan. Melalui tiga lini bisnis yakni SICRLO Store, IbuSibuk dan WarungPintar, SIRCLO fokus meningkatkan pertumbuhan bisnis sesuai dengan spesialisasi masing-masing. (and)

Baca juga:

Mau Cari Cuan Bisnis Digital Tetapi Internet Lamban

#Bisnis
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Lifestyle
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Summarecon Discovery menampilkan perjalanan lima dekade perusahaan properti Indonesia ini.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Indonesia
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Pengangkatan akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Indonesia
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
BRIN menyoroti ketidaksesuaian antara produk yang dikembangkan startup dengan kebutuhan masyarakat sebagai faktor utama.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Oktober 2025
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
Indonesia
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Dengan peluang yang sangat potensial, ajang tahunan ini menjadi magnet bagi pelaku usaha waralaba dan kemitraan.
Dwi Astarini - Sabtu, 11 Oktober 2025
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Indonesia
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
Dharma Jaya mencatat lonjakan bisnis 190 persen sambil menjaga ketahanan pangan.
Soffi Amira - Jumat, 03 Oktober 2025
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
ShowBiz
‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Perusahaan makanan berebut menggandeng megahit Netflix tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Oktober 2025
 ‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Lifestyle
Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
John Elkann dan saudara-saudaranya, Lapo dan Ginerva, akan membayar 183 juta euro atau sekira Rp 3,53 triliun kepada otoritas pajak Italia.
Dwi Astarini - Rabu, 10 September 2025
 Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
Indonesia
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Kopdes adalah program besar yang mahal dan berisiko, sehingga pemerintah perlu test the water dengan melakukan piloting
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 Juli 2025
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Indonesia
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024
Sejalan dengan itu, kinerja operasional KAI terus menunjukkan tren perbaikan yang konsisten dan berkelanjutan.
Dwi Astarini - Selasa, 01 Juli 2025
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024
Indonesia
Indonesia Ingin Ada Peluang Bisnis Baru Dengan Prancis
Prancis dan Indonesia dapat memberi sumbangan yang baik kepada stabilitas geopolitik dan geo ekonomi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Mei 2025
Indonesia Ingin Ada Peluang Bisnis Baru Dengan Prancis
Bagikan