Bukan Cuma Jual Beli Tanah Negara, Penyelidikan KPK Temukan Indikasi Mark Up Dana Lahan Whoosh
Kereta Cepat Whoosh. (Foto: Dok. KCIC)
MerahPutih.com - KPK mengungkap adanya dugaan praktik korupsi dalam pengadaan lahan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh), salah satu proyek strategis warisan pemerintahan Presiden Joko Widodo, yang kini tengah diusut lembaga antirasuah.
Awalnya, dalam penyelidikan KPK ditemukan adanya indikasi modus jual-beli tanah yang sebenarnya sudah menjadi aset negara terkait lahan yang masuk dalam proyek kereta cepat itu.
"Kita akan terus menelusuri adanya tanah-tanah yang diduga punya negara kemudian dijual kembali begitu, ya, dalam proses pengadaan lahan,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada media di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta Selatan, Senin (17/11).
Baca juga:
KPK Duga Ada Tanah Negara Dijual ke Negara di Proyek Kereta Cepat Whoosh
Menurut Budi, inti utama dari modus ini adalah negara harus membeli kembali tanah yang seharusnya sudah menjadi miliknya. “Nah, modus-modus seperti ini masih terus didalami terkait dengan pengondisian-pengondisian dalam proses pengadaan lahannya,” tuturnya, dikutip Antara
Tak hanya itu, Budi menambahkan KPK juga menelusuri kemungkinan adanya praktik mark up dana dalam proses pengadaan lahan proyek Whoosh tersebut.
Namun, lanjut dia, KPK untuk sementara masih menutup rapat identitas pihak-pihak yang telah diperiksa sebagai saksi karena masih dalam proses penyidikan.
Baca juga:
Kasus Dugaan Korupsi Whoosh: KPK Jamin Penyelidikan Tetap Jalan, Tak Ada Intervensi Presiden
“Ini memang di tahap penyelidikan, kami belum bisa menyampaikan pihak-pihak mana saja yang didalami, dimintai keterangan,” tandas Jubir KPK itu.
Sebelumnya, KPK mengumumkan tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Pengusutan kasus yang terjadi di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu sudah dimulai sejak awal 2025 lalu. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
372 Barang Penumpang Tertinggal di Kereta Whoosh Selama Nataru 2026, ini Nomor Kontak untuk Pengambilan Kembali
Malam Pergantian Tahun, Jumlah Penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tembus 16 Ribu Orang dalam Sehari
KPK Bongkar Dugaan Pemerasan di Kejari Hulu Sungai Utara, 15 Saksi Diperiksa
Lakukan Tes Urin, Tahanan KPK Bebas Narkoba
Formappi Tagih KPK Tahan Dua Anggota DPR dalam Kasus CSR BI-OJK
Kereta Whoosh Jadi Destinasi Wisata, Orang Malaysia Ramai ke Indonesia untuk Mencoba
Penyidikan Kasus Tambang Konawe Utara Dihentikan, KPK Ungkap Alasannya
KPK SP3 Kasus Timah, Legislator: Sudah Prosedural, tetapi Publik Perlu Penjelasan
KPK Hentikan Kasus Tambang Konawe Utara, MAKI Siap Gugat Praperadilan dan Minta Kejagung Ambil Alih
60 Laporan Harta Kekayaan Pejabat Terindikasi Dari Korupsi