Briptu Hedar Tewas saat Melarikan Diri

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 13 Agustus 2019
Briptu Hedar Tewas saat Melarikan Diri

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (ANTARA News/ Anita Permata Dewi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mabes Polri menjelaskan kronologi tewasnya Briptu Hedar yang ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Saat itu, korban tengah melakukan penyelidikan di wilayah Puncak Jaya, Papua.

Karopenmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, penyelidikan itu dilakukan Briptu Hedar dan Bripka Alfonso dengan cara undercover. Kedua anggota Ditreskrimum Polda Papua itu masuk ke wilayah yang dituju tanpa membawa identitas dan senjata.

Baca Juga: Polisi Masih Buru KKB yang Sandera Anggota Polri Hingga Meninggal

Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo

"Itu semuanya identitas, senjata, ditinggalkan dulu. Dia masuk sangat dalam di wilayah sangat rawan, masyarakat juga sudah sangat resah dengan keberadaan KKB yang sering melakukan intimidasi terhadap masyarakat setempat," ujar Dedi kepada wartawan di kantornya, Selasa (13/8).

Polisi kini mendalami adanya indikasi jebakan yang dilakukan KKB untuk menyergap Briptu Hedar sebelum bertemu rekannya.

"Mereka kan sama-sama melakukan lidik di distrik itu, tapi di jalur yang berbeda, di satu titik mereka ketemu lagi," jelas Dedi.

Hedar yang merupakan anggota Polda Papua berpengalaman dalam sejumlah operasi di Bumi Cendrawasih. Polisi asal Sulawesi Selatan itu berhasil menangkap para pentolan kelompok kriminal bersenjata sejumlah tempat.

“Mendiang memiliki catatan prestasi yang cukup panjang. Dia sangat aktif dalam satgas pengungkapan kasus yang melibatkan KKB," kata Dedi.

Baca Juga: KKB Pimpinan Porum Okiman Wenda Takuti Warga Balingga Hingga Mengungsi

Diketahui bahwa Puncak Jaya merupakan salah satu wilayah basis KKB. Di sana KKB sering mengancam dan mengintimidasi masyarakat. Bahkan ada yang melakukan tindak pidana baik penganiayaan, pemerkosaan, maupun tindak kejahatan lainnya.

“Berangkat dari info itu mendiang bersama rekannya melakukan proses penyelidikan di wilayah tersebut. Saat penyelidikan, ia dipanggil temannya yang sama bertugas namun jalurnya berbeda. Bripka Alfonso meminta dia merapat, mungkin mau saling menukar informasi di lapangan,” sambung Dedi Prasetyo.

Pada saat dilakukan pemanggilan tersebut, secara mendadak di distrik Puncak Jaya muncul kelompok KKB yang melakukan penyergapan terhadap korban. Bripka Afonso karena masih di atas motor, langsung melarikan diri menjauh.

Polri
Foto: @Divhumas_Polri

Ia menginformasikan kepada polres setempat bahwa ada satu rekannya yang disandera oleh kelompok KKB. Dari jalan raya menuju tempat penyanderaan kurang lebih sekitar hampir 100 meter.

Baca Juga: Soal KKB di Papua, Eks Dan Korps Marinir: Hancurkan, Lumat Habis Baru Laporkan

“Namun infonya korban ini melarikan diri dan tertembak oleh kelompok KKB di bagian kepala. Kemudian TNI-Polri melakukan evakuasi terhadap jenazah,” tambah Dedi.

Adapun yang diduga melakukan eksekusi adalah JM dari kelompok KKB yang dipimpin G. (Knu)

#Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) #Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Karhutla di Papua Selatan Mulai Berkurang Berkat Modifikasi Cuaca
Upaya OMC memicu hujan di wilayah utara dan tengah Merauke, bagian selatan Boven Digoel, serta bagian selatan Mappi.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Karhutla di Papua Selatan Mulai Berkurang Berkat Modifikasi Cuaca
Indonesia
Marinir Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Sita Senjata Diduga Milik KKB Yahukimo
Prajurit menemukan beberapa senapan angin tanpa laras, selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter, gelang bermotif Bintang Kejora, kamera, dan telepon genggam rusak
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
Marinir Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Sita Senjata Diduga Milik KKB Yahukimo
Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Bagikan