BRIN Serukan Masyarakat Waspadai Potensi Peningkatan Kasus DBD saat Musim Hujan

Mula AkmalMula Akmal - Kamis, 15 Desember 2022
BRIN Serukan Masyarakat Waspadai Potensi Peningkatan Kasus DBD saat Musim Hujan

Nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah. Foto: Pexels/Pixabay

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Masdalina Pane mengingatkan perlunya mewaspadai peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) saat musim hujan seperti sekarang ini.

"Saat musim hujan biasanya terjadi peningkatan kasus DBD sehingga perlu upaya pencegahan dan penanganan," kata Masdalina Pane dihubungi di Jakarta, Rabu.

Baca Juga:

Menkes Tertarik soal Inovasi Baru Cegah Penyebaran DBD

Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) itu mengatakan, ada sejumlah hal yang perlu dilakukan terkait standar pengendalian DBD.

"Salah satunya adalah dengan menerapkan praktik 3M Plus yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, dan memanfaatkan kembali limbah barang bekas terutama yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti," katanya.

Masdalina menambahkan, yang dimaksud dengan "Plus" antara lain merupakan upaya pencegahan dengan menaburkan bubuk larvasida.

"Masyarakat bisa menaburkan bubuk larvasida pada bak mandi atau lokasi-lokasi yang terdapat genangan air di dalam lingkungan rumah atau di lingkungan sekitar," katanya.

Dia menambahkan, masyarakat juga perlu menggunakan obat nyamuk dan antinyamuk serta mengatur pencahayaan dan ventilasi di dalam rumah.

Baca Juga:

217 Warga Solo Terjangkit DBD, 6 Orang Meninggal Dunia

"Selain itu, jika ada anggota keluarga yang mengalami demam agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk diperiksa, guna mewaspadai kemungkinan menderita DBD, terutama bagi bayi dan anak-anak," katanya.

Masdalina mengatakan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya pencegahan DBD perlu dilakukan secara komprehensif dan masif.

"Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat agar dapat berperan aktif dalam upaya pengendalian DBD," katanya.

Dia juga menambahkan bahwa saat musim hujan dikhawatirkan banyak bermunculan genangan air yang dapat menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti.

"Pada saat musim hujan dikhawatirkan kelangsungan hidup nyamuk Aedes Aegypti juga akan lebih lama karena tingkat kelembaban tinggi sehingga masyarakat perlu meningkatkan waspada," katanya. (*)

Baca Juga:

Menkes Tertarik soal Inovasi Baru Cegah Penyebaran DBD

#BRIN #Masyarakat #Musim Hujan
Bagikan
Ditulis Oleh

Mula Akmal

Jurnalis dan profesional komunikasi dengan pengalaman memimpin redaksi, menggarap strategi konten, dan menjembatani informasi publik lintas sektor. Bagi saya, setiap berita adalah peluang untuk menghadirkan akurasi, relevansi, dan dampak nyata bagi pembaca.

Berita Terkait

Indonesia
BRIN Minta Maaf Unggahan Garuda Pancasila tak Sesuai Aturan
BRIN menegaskan kejadian itu menjadi bahan evaluasi pihaknya, agar hal tersebut tidak terulang kembali di kemudian hari.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
BRIN Minta Maaf Unggahan Garuda Pancasila tak Sesuai Aturan
Indonesia
Megawati Tegaskan Indonesia Punya Posisi Di Tingkat Global, Kedaulatan Kelautan Jadi Kunci
Kekayaan biodiversitas laut Indonesia, dapat menjadi basis lahirnya industri farmasi, bioteknologi kelautan, energi baru terbarukan, ekonomi karbon biru, produksi pangan, dan berbagai inovasi masa depan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
Megawati Tegaskan Indonesia Punya Posisi Di Tingkat Global, Kedaulatan Kelautan Jadi Kunci
Indonesia
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
BRIN mengimbau masyarakat untuk memahami penularan hantavirus. Virus ini berasal dari hewan pengerat atau tikus liar.
Soffi Amira - Rabu, 13 Mei 2026
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
Travel
Dari Sumatra Hingga Papua, Indonesia Catat Temuan 10 Spesies Baru Anggrek Langka
BRIN bersama mitra peneliti mendokumentasikan 10 spesies anggrek baru di Indonesia, dari Sumatra hingga Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 11 Mei 2026
Dari Sumatra Hingga Papua, Indonesia Catat Temuan 10 Spesies Baru Anggrek Langka
Indonesia
Rencana Penutupan Prodi, BRIN Tegaskan Pentingnya Transformasi Kurikulum
Gagasan Mendiktisaintek sebenarnya bagian dari upaya menyelamatkan pendidikan tinggi di Indonesia agar tidak tertinggal dari kecepatan perkembangan industri.
Dwi Astarini - Selasa, 28 April 2026
Rencana Penutupan Prodi, BRIN Tegaskan Pentingnya Transformasi Kurikulum
Indonesia
Hujan Ringan Masih Akan Mengguyur Sebagian Wilayah Jakarta di Selasa (28/4)
Hujan dengan intensitas ringan menurunkan air kurang dari 1-5 mm (milimeter) per jam. Sedangkan hujan sedang membawa 5-10 mm air per jam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 April 2026
Hujan Ringan Masih Akan Mengguyur Sebagian Wilayah Jakarta di Selasa (28/4)
Indonesia
BMKG Prakirakan Mayoritas Kota di Indonesia Bakal Diguyur Hujan pada Jumat 24 April 2026
BMKG memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar tetap waspada menghadapi perubahan cuaca yang mendadak
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 April 2026
BMKG Prakirakan Mayoritas Kota di Indonesia Bakal Diguyur Hujan pada Jumat 24 April 2026
Indonesia
BRIN Ungkap Risiko Kembalinya Wabah Pes di Indonesia, Dipicu Perubahan Lingkungan
BRIN mengungkap wabah pes di Indonesia kemungkinan masih dalam fase silent period. Meski tak ada kasus, risiko kemunculan kembali tetap ada akibat perubahan lingkungan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
BRIN Ungkap Risiko Kembalinya Wabah Pes di Indonesia, Dipicu Perubahan Lingkungan
Indonesia
Objek ‘Mirip’ Meteor di Langit Banten Ternyata Pecahan Roket, BRIN Tegaskan tak Berbahaya hanya Sampah Antariksa
Objek tersebut merupakan sampah antariksa berupa sisa roket Tiongkok CZ-3B yang memasuki atmosfer Bumi.
Dwi Astarini - Senin, 06 April 2026
Objek ‘Mirip’ Meteor di Langit Banten Ternyata Pecahan Roket, BRIN Tegaskan tak Berbahaya hanya Sampah Antariksa
Indonesia
Prakiraan Cuaca Jumat 3 April: Hujan Ringan Bakal Guyur Seluruh Willayah Jakarta
Kepulauan Seribu menjadi wilayah dengan suhu paling stabil pada rentang 27 hingga 29 derajat Celcius dengan kelembapan udara yang berkisar antara 74 hingga 85 persen
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 April 2026
Prakiraan Cuaca Jumat 3 April: Hujan Ringan Bakal Guyur Seluruh Willayah Jakarta
Bagikan