BPOM Temukan Ikan Makarel Kaleng Bercacing Masih Dijual Bebas

Thomas KukuhThomas Kukuh - Senin, 02 April 2018
BPOM Temukan Ikan Makarel Kaleng Bercacing Masih Dijual Bebas

Ilustrasi: Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan razia ikan kaleng mengandung cacing. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Yogyakarta menemukan adanya cacing dalam beberapa produk ikan kaleng Makarel yang beredar di wilayahnya. Hal ini terungkap usai BPOM melakukan penelitian laboratorium pada beberapa sampel ikan makarel kaleng yang diambil dari beberapa supermarket di Yogyakarta.

Kepala BPOM DIY Sandra MP Linthin menjelaskan pekan lalu pihaknya sudah melakukan pemeriksaan ke sejumlah toko, supermarket dan minimarket di seluruh Yogyakarta. Dalam pemeriksaan tersebut, pihak BPOM mengambil sejumlah ikan Makarel dalam kaleng untuk diteliti. "Kami sudah lakukan sampling 16 produk dari 7 merek ikan Makarel Kaleng. Hasilnya sembilan dari 16 sampel itu terdeteksi ada cacing,"kata Sandra di Yogyakarta, Senin (02/04).

Pihaknya pun segera mengirim hasil uji lab ini ke BPOM pusat. Namun dia enggan menyebutkan merek ikan Makarel kaleng tersebut.

Dalam pemeriksaan itu BPOM turut menemukan empat merek ikan makarel kaleng yang masuk dalam list ikan kaleng dan diduga mengandung cacing masih dijual di beberapa toko modern. Namun, kini seluruh merek tersebut sudah ditarik dari peredaran dan etalase toko.

ikan
Ilustrasi: Ikan (Pixabay)

"Empat merek itu adalah Gaga, Maya, Ayam Brand dan Botan. Waktu kami sidak, pihak toko sudah mau memisahkan makarel kaleng dari etalase toko dan mereturnya ke produsen,"katanya.

BPOM Yogyakarta masih terus mengawasi penarikan semua merk Makarel kaleng diduga bercacing dari pasaran dan toko modern.

Dalam kegiatan sidak pekan lalu, BPOM turut mengambil beberapa sampel ikan kaleng lainnya seperti Tuna, Sarden dan Cakalang. Sampel diambil untuk memastikan tak mengandung cacing dan aman dikonsumsi.

Hal ini sesuai instruksi dari BPOM pusat untuk memastikan jangan sampai ada yang masyarakarat yang mengkonsumsinya.

BPOM Indonesia merilis 27 merek Makarel Kaleng yang diduga mengandung cacing dan Anisakis yakni ABC, ABT, Ayam Botan, Gaga, Chips, Dongwon, Dr Fish, Farmer Jack, Fiesta Seafood, Hoki, Hosen, IO, Jojo, King Fisher, Maya, LSC, Nagos, Naraya, Pesca, Poh Sung, Pronas, Ranesa, S&W, Sempio, TSC, TRS. Sebelas diantaranya adalah merek lokal dan 16 lainnya merek impor. (ika)

#BPOM
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BPOM Temukan Makanan di Tangerang Pakai Formalin, Ciri Utama Tidak Dihinggapi Lalat
Makanan yang tidak dihinggapi oleh hewan lalat kemungkinan mengandung zat berbahaya seperti formalin.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 22 Mei 2026
BPOM Temukan Makanan di Tangerang Pakai Formalin, Ciri Utama Tidak Dihinggapi Lalat
Indonesia
BBPOM Jakarta Gerebek Toko Kosmetik di Ciracas, Temukan Puluhan Obat Keras Ilegal
Toko kosmetik di Ciracas, Jakarta Timur, kedapatan menjual obat terlarang. BBPOM pun langsung turun tangan ke lokasi.
Soffi Amira - Minggu, 10 Mei 2026
  BBPOM Jakarta Gerebek Toko Kosmetik di Ciracas, Temukan Puluhan Obat Keras Ilegal
Indonesia
BPOM Sidak 5 SPPG di Jakarta, Pastikan MBG Aman bagi Masyarakat
BPOM menyidak lima SPPG di Jakarta. Hal itu dilakukan untuk memastikan keamanan program MBG untuk masyarakat
Soffi Amira - Kamis, 30 April 2026
BPOM Sidak 5 SPPG di Jakarta, Pastikan MBG Aman bagi Masyarakat
Indonesia
Jakarta ‘Darurat’ Ikan Sapu-sapu, DPR Desak Kementerian Kesehatan dan BPOM Turun Tangan
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani menyoroti adanya potensi penyalahgunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku olahan pangan, seperti siomay atau cilok
Frengky Aruan - Minggu, 26 April 2026
Jakarta ‘Darurat’ Ikan Sapu-sapu, DPR Desak Kementerian Kesehatan dan BPOM Turun Tangan
Indonesia
BBPOM DKI Jakarta Ingatkan Warga Waspada Bahan Kimia Tekstil dalam Takjil
Evi juga memberikan panduan praktis bagi konsumen untuk mendeteksi zat boraks dan formalin secara mandiri melalui indra perasa dan peraba
Angga Yudha Pratama - Kamis, 05 Maret 2026
BBPOM DKI Jakarta Ingatkan Warga Waspada Bahan Kimia Tekstil dalam Takjil
Berita Foto
Kampanye Gerakan Batasi GGL Jelang Hari Obesitas Sedunia 2026
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dalam media brifieng jelang Hari Obesitas Sedunia 2026
Didik Setiawan - Selasa, 03 Maret 2026
Kampanye Gerakan Batasi GGL Jelang Hari Obesitas Sedunia 2026
Indonesia
Viral Kurma Mengandung Sirup Glukosa, Komisi IX DPR Desak BPOM Lakukan Razia
Kurma mengandung sirup glukosa kini beredar di pasaran. Komisi IX DPR RI meminta BPOM segera melakukan razia terhadap produk tersebut.
Soffi Amira - Kamis, 26 Februari 2026
Viral Kurma Mengandung Sirup Glukosa, Komisi IX DPR Desak BPOM Lakukan Razia
Indonesia
BPOM Apresiasi SPPG Polri, Makanan Anak Diuji Layaknya Hidangan VIP
BPOM memuji SPPG Polri yang menerapkan standar keamanan pangan berkualitas tinggi. Makanan anak diuji layaknya hidangan VIP.
Soffi Amira - Rabu, 21 Januari 2026
BPOM Apresiasi SPPG Polri, Makanan Anak Diuji Layaknya Hidangan VIP
Indonesia
BPOM Tinjau SPPG Polri, Standar Keamanan Pangan Dinilai Unggul
BPOM mengapresiasi SPPG Polri saat melakukan kunjungan dan pengecekan. SPPG itu menerapkan standar keamanan pangan yang baik.
Soffi Amira - Rabu, 21 Januari 2026
BPOM Tinjau SPPG Polri, Standar Keamanan Pangan Dinilai Unggul
Indonesia
Diduga Mengandung Toksin, BPOM Minta Nestle Tarik Susu Formula Bayi S-26 Promil Gold
BPOM meminta Nestle untuk menarik susu formula bayi S-26 Promil Gold pHPro 1 dari peredaran. Hal itu dikarenakan adanya dugaan pencemaran toksin.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
Diduga Mengandung Toksin, BPOM Minta Nestle Tarik Susu Formula Bayi S-26 Promil Gold
Bagikan