BPOM Temukan Ikan Makarel Kaleng Bercacing Masih Dijual Bebas
Ilustrasi: Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan razia ikan kaleng mengandung cacing. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
MerahPutih.com - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Yogyakarta menemukan adanya cacing dalam beberapa produk ikan kaleng Makarel yang beredar di wilayahnya. Hal ini terungkap usai BPOM melakukan penelitian laboratorium pada beberapa sampel ikan makarel kaleng yang diambil dari beberapa supermarket di Yogyakarta.
Kepala BPOM DIY Sandra MP Linthin menjelaskan pekan lalu pihaknya sudah melakukan pemeriksaan ke sejumlah toko, supermarket dan minimarket di seluruh Yogyakarta. Dalam pemeriksaan tersebut, pihak BPOM mengambil sejumlah ikan Makarel dalam kaleng untuk diteliti. "Kami sudah lakukan sampling 16 produk dari 7 merek ikan Makarel Kaleng. Hasilnya sembilan dari 16 sampel itu terdeteksi ada cacing,"kata Sandra di Yogyakarta, Senin (02/04).
Pihaknya pun segera mengirim hasil uji lab ini ke BPOM pusat. Namun dia enggan menyebutkan merek ikan Makarel kaleng tersebut.
Dalam pemeriksaan itu BPOM turut menemukan empat merek ikan makarel kaleng yang masuk dalam list ikan kaleng dan diduga mengandung cacing masih dijual di beberapa toko modern. Namun, kini seluruh merek tersebut sudah ditarik dari peredaran dan etalase toko.
"Empat merek itu adalah Gaga, Maya, Ayam Brand dan Botan. Waktu kami sidak, pihak toko sudah mau memisahkan makarel kaleng dari etalase toko dan mereturnya ke produsen,"katanya.
BPOM Yogyakarta masih terus mengawasi penarikan semua merk Makarel kaleng diduga bercacing dari pasaran dan toko modern.
Dalam kegiatan sidak pekan lalu, BPOM turut mengambil beberapa sampel ikan kaleng lainnya seperti Tuna, Sarden dan Cakalang. Sampel diambil untuk memastikan tak mengandung cacing dan aman dikonsumsi.
Hal ini sesuai instruksi dari BPOM pusat untuk memastikan jangan sampai ada yang masyarakarat yang mengkonsumsinya.
BPOM Indonesia merilis 27 merek Makarel Kaleng yang diduga mengandung cacing dan Anisakis yakni ABC, ABT, Ayam Botan, Gaga, Chips, Dongwon, Dr Fish, Farmer Jack, Fiesta Seafood, Hoki, Hosen, IO, Jojo, King Fisher, Maya, LSC, Nagos, Naraya, Pesca, Poh Sung, Pronas, Ranesa, S&W, Sempio, TSC, TRS. Sebelas diantaranya adalah merek lokal dan 16 lainnya merek impor. (ika)
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
BPOM Apresiasi SPPG Polri, Makanan Anak Diuji Layaknya Hidangan VIP
BPOM Tinjau SPPG Polri, Standar Keamanan Pangan Dinilai Unggul
Diduga Mengandung Toksin, BPOM Minta Nestle Tarik Susu Formula Bayi S-26 Promil Gold
BPOM Larang Nestlé Distribusikan Susu Formula Bayi S-26 Promil Gold
Iklan Digital Kosmetik Vulgar Jadi Incaran BPOM, Termasuk di Marketplace
Kaum Pria Hati-Hati! Ini 13 Kosmetik dengan Klaim Menyesat Terkait Alat Vital
BPOM Pamerkan Hasil Sitaan Obat Ilegal hingga Viagra Senilai Rp2,74 Miliar di Jakarta
IHW Desak BPOM dan BPJPH Audit Aqua Terait Dugaan Penggunaan Air Sumur
Produk Mi Indonesia Jadi Temuan di Taiwan, BPOM Sebut Bukan Produk Ekspor Resmi Indonesia
Tekor! Indonesia Impor Obat Rp 176 Triliun Tapi Ekspor Cuma Rp 6,7 Triliun