BPJS Aktif Jadi Kunci Layanan Kesehatan Gratis, Ini Pesan Menkes
Antusias Warga Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Kebayoran Baru (MP/Didik)
MerahPutih.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk rutin membayar iuran BPJS Kesehatan agar status kepesertaan tetap aktif. Kepesertaan yang aktif dinilai sangat penting untuk memudahkan akses layanan pencegahan dan penanganan kesehatan gratis yang mulai diperluas pemerintah tahun ini.
Menurut Budi, iuran BPJS Kesehatan per bulan tergolong sangat terjangkau, namun manfaat layanan kesehatan yang diperoleh masyarakat sangat besar. Bahkan, ia menilai biaya iuran tersebut lebih murah dibandingkan pengeluaran rutin untuk rokok.
“Saran saya, ayo segera aktifkan BPJS. Bayarnya hanya puluhan ribu rupiah per bulan. Harusnya lebih sedikit daripada uang rokok,” ujar Budi kepada wartawan, Sabtu (24/1).
Baca juga:
1 Tahun Berjalan, 55% Rakyat Indonesia Belum Tahu Ada Program Cek Kesehatan Gratis
Pernyataan tersebut disampaikan seiring dengan perluasan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini kini tidak hanya mencakup skrining kesehatan, tetapi juga layanan penanganan medis gratis sebagai tindak lanjut hasil pemeriksaan.
Dalam skema yang diterapkan pemerintah, layanan penanganan medis diberikan secara gratis selama 15 hari pertama. Setelah masa tersebut, masyarakat tetap dapat memperoleh layanan kesehatan gratis apabila terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan yang aktif.
Sebaliknya, masyarakat yang tidak memiliki kepesertaan BPJS aktif harus menanggung sendiri biaya pengobatan setelah melewati masa layanan gratis tersebut.
“Jadi seharusnya masyarakat segera mengaktifkan BPJS-nya. Karena kalau dia adalah anggota BPJS yang aktif, maka penanganannya akan gratis,” tambah Budi.
Baca juga:
Kemenkes Perluas Program Cek Kesehatan Gratis 2026, Penanganan Medis Kini Ikut Gratis
Budi juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan CKG sebagai langkah pencegahan dini, agar risiko kesehatan tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih serius dan membutuhkan biaya besar.
Pada tahun 2026, Kementerian Kesehatan menargetkan 136 juta orang mengikuti program Cek Kesehatan Gratis, hampir dua kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai 70 juta orang.
“Di 2026 ini, kita tidak ingin cek kesehatan menjadi tujuan utama. Tujuan utama kita adalah seluruh masyarakat Indonesia sehat,” pungkasnya. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
BPJS Aktif Jadi Kunci Layanan Kesehatan Gratis, Ini Pesan Menkes
Kemenkes Perluas Program Cek Kesehatan Gratis 2026, Penanganan Medis Kini Ikut Gratis
1 Tahun Berjalan, 55% Rakyat Indonesia Belum Tahu Ada Program Cek Kesehatan Gratis
Mulai Berlaku Layanan Medis Gratis 15 Hari Setelah CKG Bagi Non-BPJS
Raker Menkes Budi Gunadi dengan Komisi IX DPR Bahas Program Kesehatan Prioritas Nasional
Menkes Bantah Pasien RSHS Bandung Meninggal karena Superflu, Minta Publik Jangan Panik
Update Iuran BPJS Kesehatan 2026: Syarat Kenaikan & Tarif Terbaru
Mutu Rumah Sakit Daerah Jadi Kunci Sukses Rujukan JKN Berbasis Kompetensi 2026
Diresmikan Prabowo dan MBZ, RS Kardiologi Emirates Jadi Pusat Layanan Jantung Jawa Tengah
DPR Dukung Menkes Hapus Rujukan Berjenjang BPJS, Sistem Lama Disebut Merepotkan dan Memberatkan Keuangan