BPBD Palu Minta Segera Disiapkan Alat Deteksi Bencana, Kalau Tidak ...

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 21 Januari 2019
BPBD Palu Minta Segera Disiapkan Alat Deteksi Bencana, Kalau Tidak ...

Buoy, alat pendeteksi datangnya gelombang tsunami. (Foto: Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Sulawesi Tengah membutuhkan alat pendeteksi potensi bencana, untuk meminimalisir dampak bencana di daerah tersebut.

"Dalam mengamati potensi-potensi bencana, harusnya kita semua memiliki alat pendeteksi dan kita konek satu dan lainnya, misalnya klimatologi, maka idealnya kita memiliki layar pemantau klimatologi," kata Kepala BPBD Presly Tampubolon, di Palu, Senin (21/1).

Idealnya, kata Presly Tampubolon, BPBD Palu memiliki alat pendeteksi potensi bencana, misalkan seperti layar pemantau potensi gempa dan tsunami.

Ia mengakui, hingga saat ini BPBD Palu belum memiliki alat pendeteksi potensi bencana tersebut. BPBD Palu juga belum memiliki alat pengukur luapan sungai.

Alat deteksi tsunami
Alat deteksi tsunami

"Itu juga saya minta ke Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS), untuk potensi luapan sungai Palu agar perlu ada alat pendeteksi potensi luapan. Dulu ada tower teropong luapan sungai, tapi tidak tau rusak atau apa. Nah saya minta biar hanya pakai alat manual seperti garis atau tanda," kata Presli.

Dia menyebutkan, tanda pengukur air sungai itu penting. Hal itu agar, apabila ketinggian telah mencapai batas, maka BPBD segera mengambil langkah untuk penanggulangan.

"Ini supaya kami bisa memberikan informasi kepada masyarakat yang ada di sekitar sungai Palu, agar waspada dengan kondisi itu," ujar dia.

Presly mengatakan bahwa kondisi yang dialami Kota Palu, telah disampaikannya kepada Badan Nasional Penaggulangan Bencana di Jakarta, atas minimnya alat dan sarana prasarana pendeteksi bencana.

"Saya suda sampaikan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengetahui bahwa Palu berada di jalur patahan yang aktif. Saya bertanya ke BNPB, apa yang bisa difasilitasi ke kami, agar kami bisa mengantisipasi potensi-potensi itu," sebut dia.

Namum, kata dia, BNPB juga belum memiliki alat-alat pendeteksi bencana tersebut seperti yang dibutuhkan oleh BPBD Kota Palu.

Ia menambahkan bahwa dirinya telah menyampaikan tentang kawasan-kawasan jalur patahan, yang nantinya akan ditindak lanjuti lewat mitigasi bencana di tahun 2019 ini.

#BNPB #Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
SD di Magetan Roboh Setelah Hujan Melanda Magetan Jawa Timur
Kerja bakti pembersihan material bangunan yang roboh dilaksanakan pada Senin (13/4) pagi mulai pukul 08.00 WIB dengan melibatkan personel BPBD, pihak sekolah, dan warga setempat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 April 2026
SD di Magetan Roboh Setelah Hujan Melanda Magetan Jawa Timur
Indonesia
Gempa M 7,6 Guncang Sulut-Malut, BNPB Gerak Cepat Kirim Tim dan Siapkan Evakuasi
Gempa magnitudo 7,6 mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara. BNPB bergerak cepat kirim tim, siapkan evakuasi dan bantuan bagi warga terdampak.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 April 2026
Gempa M 7,6 Guncang Sulut-Malut, BNPB Gerak Cepat Kirim Tim dan Siapkan Evakuasi
Indonesia
16 Desa di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah Terendam Banjir, Longsor Juga Terjadi
Banjir terjadi menyusul hujan dengan intensitas tinggi sejak Kamis (26/3) dini hari.
Frengky Aruan - Jumat, 27 Maret 2026
16 Desa di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah Terendam Banjir, Longsor Juga Terjadi
Indonesia
Sejumlah Provinsi Hadapi Bencana Hidrometeorologi saat Lebaran 2026, Lapor BNPB
BNPB melaporkan sejumlah provinsi menghadapi bencana hidrometeorologi pada 21-22 Maret 2026 atau saat Idul Fitri 1447 Hijriah.
Frengky Aruan - Senin, 23 Maret 2026
Sejumlah Provinsi Hadapi Bencana Hidrometeorologi saat Lebaran 2026, Lapor BNPB
Indonesia
Hujan Ekstrem Picu Banjir, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek
Hujan ekstrem yang melanda Jabodetabek, membuat sejumlah wilayah terendam banjir. BNPB pun menggelar Operasi Modifikasi Cuaca.
Soffi Amira - Selasa, 10 Maret 2026
Hujan Ekstrem Picu Banjir, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek
Indonesia
Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatera Butuh Waktu 3 Tahun
Untuk ketiga provinsi terdampak bencana pemerintah telah menggelontorkan hingga Rp 205 miliar.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 04 Maret 2026
Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatera Butuh Waktu 3 Tahun
Indonesia
Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Tewas di Atas Aliran Sungai Bukit Mitis
Korban ditemukan di aliran sungai daerah Mitis. Jenazah masih dalam keadaan utuh. Di mana, kostum yang dikenakan korban saat mendaki masih melekat.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 10 Februari 2026
 Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Tewas di Atas Aliran Sungai Bukit Mitis
Indonesia
Tanah Gerak Tegal Masih Aktif, Paksa 2 Ribu Orang Mengungsi Termasuk Ratusan Lansia Rentan
Sebanyak 2.453 jiwa terpaksa mengungsi akibat fenomena pergerakan tanah di Desa Padasari, Tegal, Jawa Tengah, yang masih aktif hingga hari ini.
Wisnu Cipto - Senin, 09 Februari 2026
Tanah Gerak Tegal Masih Aktif, Paksa 2 Ribu Orang Mengungsi Termasuk Ratusan Lansia Rentan
Indonesia
Hari Kedelapan Pencarian Longsor Cisarua, BNPB Sebut 6 Korban Belum Ditemukan
BNPB melaporkan enam korban longsor Cisarua Bandung belum ditemukan. Pencarian korban sudah memasuki hari kedelapan.
Soffi Amira - Selasa, 03 Februari 2026
Hari Kedelapan Pencarian Longsor Cisarua, BNPB Sebut 6 Korban Belum Ditemukan
Indonesia
Luas Area Karhutla Tertangani di Aceh Barat 41,4 Hektare, Tersisa 16,3
Secara total, luas area karhutla di Aceh Barat mencapai 57,7 hektare.
Frengky Aruan - Selasa, 03 Februari 2026
Luas Area Karhutla Tertangani di Aceh Barat 41,4 Hektare, Tersisa 16,3
Bagikan