BPBD Catat Pengungsi Gunung Agung Capai 10.950 Jiwa

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Minggu, 10 Desember 2017
BPBD Catat Pengungsi Gunung Agung Capai 10.950 Jiwa

Pengungsi Gunung Agung. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung, Bali, mencatat jumlah pengungsi erupsi Gunung Agung mencapai 10.950 jiwa atau bertambah 3.131 jiwa dari sebelumnya 7.819 orang jiwa pada Kamis (30/11).

"Para pengungsi asal Kabupaten Karangasem ini kami terima karena kediaman mereka berada di zona rawan bencana dan Pemkab Klungkung siap menerima kedatangan mereka," kata Kepala BPBD Klungkung Putu Widiada di Posko GOR Swecapura, Kota Semarapura, Bali, Minggu (10/12).

Dari data terakhir pada Sabtu (9/12) malam lalu, jumlah pengungsi ini tercatat berada di Kecamatan Klungkung sebanyak 7.238 orang jiwa yang tersebar di 18 desa/kelurahan, Kecamatan Banjarangakan (1.433 orang yang tersebar di 13 desa), Posko GOR Swecapura (1,254 jiwa), dan Kecamatan Dawan (1.025 orang tersebar di 11 desa).

Ia menerangkan, dari total 10.950 pengungsi tercatat sebanyak 521 jiwa yang bersekolah di Kabupaten Klungkung yang terbagi atas siswa TK/PAUD sebanyak 43 jiwa, sekolah dasar (283 jiwa), sekolah menengah pertama (186 jiwa), dan sekolah menengah atas (sembilan jiwa).

Putu Widiada menambahkan, petugas di Klungkung juga telah mendata pelayanan kesehatan yang telah diberikan tim kesehatan kepada pengungsi dimana tercatat telah melayani pengobatan 380 bayi, balita (1.910 orang), ibu hamil (119 jiwa), lansia (4.321 jiwa), dewasa/umum (9.048 jiwa), dilakukan rujukan (91 jiwa).

"Secara keseluruhan ada 17.167 jiwa yang sudah diberikan penanganan kesehatan dari berbagai usia diseluruh pelayanan kesehatan di Klungkung," katanya.

Ia mengatakan ,jumlah pasien yang telah ditangani di RSUD Klungkung tercatat mencapai 2.078 jiwa dengan tota klaim pelayanan pasien dari pengungsi Gunung Agung sebesar Rp 1,7 milar, dengan rincian klaim layanan pasien umum Rp 1,23 miliar lebih dan pasien menggunakan jaminan kesehatan nasional (JKN) Rp 454 juta.

Untuk data pengungsi yang meninggal dunia tercatat mencapai 32 jiwa dengan rincian usia lansia sebanyak 29 jiwa dan dewasa/umum sebanyak tiga jiwa.

"Untuk penggunan air di GOR dan pos-pos pengungsian yang ada di masing-masing balai banjar, untuk tagihan atas penggunaan air tersebut tidak dikenakan biaya oleh PDAM," katanya.

Sementara, PLN juga memberikan bantuan untuk layanan instalasi dan lampu penerangan di beberapa posko pengungsian mencapai Rp 27,53 juta. (*)

Sumber: ANTARA

#Pengungsi #Gunung Agung #Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Sebanyak 75,4 juta liter air bersih telah disalurkan ke 33 kabupaten/kota di Jawa Tengah akibat kekeringan. Distribusi menjangkau 2,34 juta jiwa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Indonesia
DPRD DKI Desak Pemprov Jakarta Ubah Air Laut Jadi Tawar Buat Atasi Kekeringan
Langkah antisipasi mulai disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta, termasuk memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
DPRD DKI Desak Pemprov Jakarta Ubah Air Laut Jadi Tawar Buat Atasi Kekeringan
Indonesia
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BNPB mengungkap penyebab 94 orang meninggal dunia di pengungsian gempa NTT. Mayoritas merupakan kelompok rentan.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
Indonesia
BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Tanggulangi Bencana di Berbagai Daerah
BNPB sebelumnya telah menerima kucuran Dana Siap Pakai (DSP) tahap awal tahun 2026 sebesar Rp 4,62 triliun untuk penanggulangan tanggap darurat di lapangan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Tanggulangi Bencana di Berbagai Daerah
Indonesia
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Kemenkes mencatat 9.668 kasus ISPA pada warga terdampak gempa NTT sejak 15-26 Agustus 2026. Lebih dari 185 ribu warga masih berada di pengungsian.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Indonesia
ISPA Hingga Gastritis Serang Pengungsi Gempa Nagekeo NTT, Ratusan Orang Dirawat
Ratusan pengungsi gempa Nagekeo, NTT, mengalami ISPA, gastritis, flu, dan batuk. Hingga 24 Agustus, 400 warga dirawat di Posko Kesehatan Darurat.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 Agustus 2026
ISPA Hingga Gastritis Serang Pengungsi Gempa Nagekeo NTT, Ratusan Orang Dirawat
Indonesia
Gibran Kunjungi SD Inpres Wairklau, Cek Kondisi Pengungsi dan Anak-anak Terdampak Bencana
Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Sikka, yang difungsikan sebagai posko pengungsian dan memastikan kondisi anak-anak aman.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
Gibran Kunjungi SD Inpres Wairklau, Cek Kondisi Pengungsi dan Anak-anak Terdampak Bencana
Indonesia
Korban Gempa M7,7 NTT Bertambah, BNPB Catat 14 Orang Meninggal Dunia
BNPB memperbarui data korban gempa NTT, Sabtu (15/8). Sebanyak 14 orang meninggal dunia, kemudian 13 lainnya luka-luka.
Soffi Amira - Sabtu, 15 Agustus 2026
Korban Gempa M7,7 NTT Bertambah, BNPB Catat 14 Orang Meninggal Dunia
Indonesia
12 Kecamatan di Tangerang Alami Krisis Air Akibat Kekeringan
BPBD juga terus memantau perkembangan cuaca bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
12 Kecamatan di Tangerang Alami Krisis Air Akibat Kekeringan
Indonesia
Peningkatan Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau, BPBD Wanti-wanti Nelayan Tidak Mendekat
Status Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda bagian utara siaga level III dari sebelumnya waspada level II.
Frengky Aruan - Rabu, 08 Juli 2026
Peningkatan Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau, BPBD Wanti-wanti Nelayan Tidak Mendekat
Bagikan