Boyolali Diguyur Hujan Abu Vulkanik, Warga Kawasan Rawan Bencana Tetap Beraktivitas Normal

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 16 Agustus 2021
Boyolali Diguyur Hujan Abu Vulkanik, Warga Kawasan Rawan Bencana Tetap Beraktivitas Normal

Erupsi Gunung Merapi mengakibatkan hujan abu vulkanik di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Temgah, Senin (16/8). (MP/BPBD Boyolali)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gunung Merapi yang berlokasi dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah mengalami erupsi, Senin (16/8). Akibat kejadian tersebut dua desa di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah diguyur hujan abu vulkanik.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Bambang Sinungharjo mengatakan, erupsi Gunung Merapi mengakibatkan dua desa di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, diguyur hujan abu vulkanik. Kedua desa tersebut adalah Desa Tlogolele dan Desa Klakah.

Baca Juga

Boyolali Diguyur Hujan Abu Gunung Merapi, Warga Tetap Beraktivitas Seperti Biasa

"Kami dapat laporan ada dua desa di Kecamatan Selo diguyur hujan abu vulkanik, yakni Desa Tlogolele dan Desa Klakah," kata Bambang, Senin (16/8).

Ia mengatakan hujan abu tersebut terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Hujan abu vulkanik tersebut sangat tebal terutama di Dukuh Tlogomulyo dan Tlogolele.

"Yang di Desa Klakah hujan abu tipis di Dukuh Klakah Duwur dan Klakah Ngisor. Desa yang terkena hujan abu lokasinya hanya berjarak 3 km dari puncak Gunung Marapi," kata dia.

Erupsi Gunung Merapi mengakibatkan hujan abu vulkanik di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Temgah, Senin (16/8). (MP/BPBD Boyolali)
Erupsi Gunung Merapi mengakibatkan hujan abu vulkanik di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Temgah, Senin (16/8). (MP/BPBD Boyolali)

Bambang mengaku juga mendapatkan info terjadi awan panas guguran Gunung Merapi terjadi Senin sekitar pukul 5.53 WIB tercatat di seismograf dengan amplitudo 66 mm, durasi 289 detik, dan tinggi kolom 600 meter dari puncak. Jarak luncur 3.500 meter ke arah barat daya.

"Kami sudah melakukan penyemprotan membersihkan jalan dan mengirimkan 10.000 masker di daerah KRB (Kawasan Rawan Bencana) 3 wilayah Boyolali. Ini dilakukan untuk mengurangi dampak abu yang dapat menimbulkan ISPA," tutup dia.

Kepala Desa Tlogolele Ngadi membenarkan jika warga di desanya terdampak hujan abu vulkanik. Namun demikian, warga tidak panik dan tetap beraktivitas seperti biasa.

"Hujan abu vulkanik Gunung Merapi menutupi jalan-jalan Desa Tlogolele. Kita sudah bersihkan semua," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Sejumlah Wilayah di Lereng Gunung Merapi Diguyur Hujan Abu

#Gunung Merapi #Boyolali
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gunung Merapi Erupsi, Jalur Pendakian Tetap Ditutup
Awan panas guguran terjadi pada pukul 20.56 WIB dengan estimasi jarak luncur mencapai 2 kilometer ke arah barat, tepatnya menuju hulu Kali Sat/Putih.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
Gunung Merapi Erupsi, Jalur Pendakian Tetap Ditutup
Tradisi
Arkeolog Prediksi Temuan Stupa di Proyek Jalan Boyolali dari Era Klasik Buddha Abad ke-8
Struktur stupa diperkirakan berasal dari era klasik Buddha abad ke-8 hingga ke-10 Masehi dengan ragam hias flora.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Arkeolog Prediksi Temuan Stupa di Proyek Jalan Boyolali dari Era Klasik Buddha Abad ke-8
Indonesia
Temuan Stupa di Boyolali, Balai Pelestarian Kebudayaan Lakukan Kajian Termasuk untuk Memperkirakan Usia
“Struktur benda yang ditemukan berbentuk seperti lonceng. Dari corak yang terlihat, diduga objek ini peninggalan era Buddha."
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Temuan Stupa di Boyolali, Balai Pelestarian Kebudayaan Lakukan Kajian Termasuk untuk Memperkirakan Usia
Indonesia
Bikin Geger, Warga Desa Nepen Boyolali Jelaskan Penemuan Stupa saat Buka Akses Jalan
Tim Ahli Pendaftaran Cagar Budaya, Farid Burhanuddin, membenarkan temuan itu.
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Bikin Geger, Warga Desa Nepen Boyolali Jelaskan Penemuan Stupa saat Buka Akses Jalan
Indonesia
Polisi Bongkar Kasus Penipuan Koperasi Merah Putih di Boyolali, Kerugian Capai Rp 1,2 Miliar
Polres Boyolali membongkar kasus penipuan proyek Koperasi Merah Putih. Total kerugian mencapai Rp 1,2 miliar.
Soffi Amira - Rabu, 20 Mei 2026
Polisi Bongkar Kasus Penipuan Koperasi Merah Putih di Boyolali, Kerugian Capai Rp 1,2 Miliar
Indonesia
Hati-Hati! Gunung Marapi di Sumbar Masih Berpotensi Keluarkan 4 Jenis Gas Vulkanik Beracun
Rekomendasi yang dikeluarkan Badan Geologi tersebut juga sekaitan dengan status Gunung Marapi yang hingga kini masih berada pada Level II atau Waspada.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
Hati-Hati! Gunung Marapi di Sumbar Masih Berpotensi Keluarkan 4 Jenis Gas Vulkanik Beracun
Indonesia
Perampokan Sadis di Boyolali, Bocah 5 Tahun Tewas dan Ibu Kritis
Kasus perampokan sadis terjadi di Boyolali, Kamis (29/1). Bocah berusia 5 tahun tewas dan ibunya kritis.
Soffi Amira - Jumat, 30 Januari 2026
Perampokan Sadis di Boyolali, Bocah 5 Tahun Tewas dan Ibu Kritis
Indonesia
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Pendaki ilegal Gunung Merapi asal Yogyakarta yang hilang sejak 20 Desember ditemukan meninggal dunia di wilayah Sapu Angin, Klaten, Jawa Tengah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Desember 2025
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Dua orang tersebut dari keterangan rekannya yang turun nekat naik ke Gunung Merapi. Padahal sudah jelas dilarang naik Gunung Merapi berstatus siaga III.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Desember 2025
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Bagikan