Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Bolivia Krisis Nasional, Presiden Rodrigo Paz Potong Gajinya dan Menteri Kabinet 50%

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 26 Mei 2026
Bolivia Krisis Nasional, Presiden Rodrigo Paz Potong Gajinya dan Menteri Kabinet 50%

Bendera Bolivia. (Foto: Engin Akyurt/pexels.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Di tengah blokade nasional yang melumpuhkan ibu kota administratif La Paz, Presiden Bolivia Rodrigo Paz mengambil langkah mengejutkan memotong gaji dirinya dan seluruh menteri kabinet sebesar 50 persen.

Baca juga:

Kudeta Militer Akhiri 14 Tahun Kekuasaan Presiden Bolivia Evo Morales

Presiden Paz mengambil keputusan ekstrem itu untuk untuk memenuhi rakyat Bolivia. Selama empat pekan terakhir, rakyat yang tergabung dalam berbagai serikat pekerja dan masyarakat adat menggelar aksi protes nasional yang melumpuhkan ibu kota administratif La Paz.

Presiden, bersama para menteri, telah mengambil keputusan sebagai bagian dari komitmen dan pengorbanan mendalam kami bagi negara untuk mengurangi gaji kami sebesar 50 persen,

kata Paz, dalam pidato publiknya, dikutip kantor berita Anadolu, Selasa (26/5).

Pemotongan gaji diumumkan hanya 24 jam setelah dialog yang sangat dinantikan antara pemerintah dan pemimpin masyarakat adat berakhir dengan kegagalan mencapai kata sepakat.

Paz Kini Terima Gaji Rp 64,7 Juta per Bulan

Sebelum keputusan tersebut, Paz menerima gaji bulanan sebesar 24.978 boliviano (sekitar 3.617 dolar AS atau Rp 64,7 juta). Jumlah itu merupakan batas maksimum gaji pejabat publik di Bolivia. Setelah pemotongan, gajinya menjadi 12.489 boliviano (sekitar 1.808 dolar AS atau Rp 32,3 juta).

Baca juga:

Bolivia Kerahkan Militer Gantikan Tukang Roti

Paz mulai menjabat pada akhir 2025 dengan agenda membongkar dua dekade kebijakan ekonomi kiri yang diterapkan pendahulunya, mantan Presiden Evo Morales dan Luis Arce.

Sejak awal Mei dilansir Antara, blokade jalan oleh masyarakat adat, pekerja tambang, guru, dan buruh pabrik memutus rantai pasok nasional, memicu kelangkaan pangan, bahan bakar, serta pasokan medis.

Evo Morales Dituding Dalang di Balik Kekacauan

Pemerintahan Presiden Paz menuding mantan presiden Evo Morales berada di balik kekacauan sosial. Morales, yang kini berstatus buronan.

Baca juga:

Mahfud Ungkap Australia Hingga Bolivia Pernah Batalkan Hasil Pemilu

Sebaliknya, Morales menulis di media sosial Presiden Paz hanya memiliki dua pilihan, yakni memiliterisasi negara atau menggelar pemilu setelah perundingan damai antara pemerintah dengan demonstran gagal

Rodrigo Paz sedang mengatur kejatuhannya sendiri di jalan-jalan ini,

tulis Morales di platform media sosial X.

(*)

#Presiden Bolivia Rodrigo Paz #Bolivia #Amerika Selatan #Presiden Bolivia Evo Morales
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Marak Pembunuhan dan Penculikan, Ekuador Tetapkan Status Dekret Darurat di Ibu Kota Quito
Terjadi lonjakan kasus pembunuhan, pemerasan, penculikan, perampokan, hingga perdagangan narkoba yang memicu keresahan sosial dan mengganggu aktivitas ekonomi.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Juni 2026
Marak Pembunuhan dan Penculikan, Ekuador Tetapkan Status Dekret Darurat di Ibu Kota Quito
Dunia
Bolivia Krisis Nasional, Presiden Rodrigo Paz Potong Gajinya dan Menteri Kabinet 50%
Presiden Bolivia Rodrigo Paz potong gaji dirinya dan kabinet 50% di tengah blokade nasional.
Wisnu Cipto - Selasa, 26 Mei 2026
Bolivia Krisis Nasional, Presiden Rodrigo Paz Potong Gajinya dan Menteri Kabinet 50%
Dunia
Warga Greenland Turun ke Jalan Tolak Rencana AS Ambil Pulau Tersebut
Salah satu penyelenggara mengatakan, penduduk Greenland telah lama berada di bawah tekanan yang menciptakan rasa tidak aman dan takut.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Januari 2026
Warga Greenland Turun ke Jalan Tolak Rencana AS Ambil Pulau Tersebut
Indonesia
Trump Kembali Ancam Iran, Siap Ambil Tindakan Keras
Iran menekankan bahwa intervensi Amerika Serikat itu secara khusus melanggar prinsip kedaulatan nasional, nonintervensi dalam urusan internal negara, dan larangan ancaman atau penggunaan kekerasan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Januari 2026
Trump Kembali Ancam Iran, Siap Ambil Tindakan Keras
Dunia
AS Tidak Punya Penangkal Rudal Burevestnik Milik Rusia
Presiden AS Donald Trump memerintahkan militer Amerika Serikat untuk memulai lagi proses pengujian senjata nuklir setelah 33 tahun dihentikan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 02 November 2025
AS Tidak Punya Penangkal Rudal Burevestnik Milik Rusia
Indonesia
Indonesia Desak Tidak Ada Negara Gunakan Hak Veto Tolak Keanggotaan Penuh Palestina di PBB
Hak veto dimiliki lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yaitu Amerika Serikat, China, Inggris, Prancis, dan Rusia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 Juli 2025
Indonesia Desak Tidak Ada Negara Gunakan Hak Veto Tolak Keanggotaan Penuh Palestina di PBB
Indonesia
Istana Tegaskan Tarif Trump 19 Persen Lebih Rendah Dibanding Vietnam
Presiden Prabowo Subianto akan memberikan keterangan langsung kepada awak media setelah tiba di Jakarta usai merampungkan lawatan kenegaraan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 Juli 2025
Istana Tegaskan Tarif Trump 19 Persen Lebih Rendah Dibanding Vietnam
Indonesia
Bakal Kena Tambahan Tarif 10 Persen Akibat Gabung BRICS, Indonesia Harus Ubah Cara Nego Dengan AS
BRICS tengah membangun sistem pembayaran lintas negara berbasis mata uang lokal dan bank pembangunan bersama.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 Juli 2025
Bakal Kena Tambahan Tarif 10 Persen Akibat Gabung BRICS, Indonesia Harus Ubah Cara Nego Dengan AS
Indonesia
Rupiah Melemah Imbas Penerapan Tarif Produk Indonesia 32 Persen Oleh Trump
Apabila Indonesia dipandang melakukan tindak balas dengan menaikkan tarif, Trump mengancam akan membalas dengan menambah nilai tarif impor sesuai jumlah itu ditambah tarif 32 persen yang telah tetapkan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 Juli 2025
Rupiah Melemah Imbas Penerapan Tarif Produk Indonesia 32 Persen Oleh Trump
Dunia
Pertama dalam Sejarah Suriname Pilih Perempuan sebagai Presiden
Perempuan 71 tahun itu berjanji akan memberikan perhatian khusus pada generasi muda dan mereka yang belum memiliki kesempatan terbaik.
Dwi Astarini - Senin, 07 Juli 2025
Pertama dalam Sejarah Suriname Pilih Perempuan sebagai Presiden
Bagikan