Bolehkan Penderita Diabetes Mendonorkan Darah
Penderita diabetes dilarang dekat (Foto: Pixabay/Antonio_Corigliano)
MENDONORKAN darah adalah salah satu cara untuk membantu orang lain. Dengan menyumbangkan darah yang kita miliki, kita bisa menyelamatkan nyawa hingga tiga orang. Namun pertanyaan pun muncul, apakah seorang penderita diabetes tetap boleh menyumbangkan darahnya.
Dilansir dari Boldsky, meski ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, penderita diabetes tipe 1 ataupun tipe 2 tetap boleh menyumbangkan darah. Sebelumnya, pendonor yang mengalami diabetes harus menjaga kadar gula darah dengan mengikuti diet sehat dan berolahraga setiap hari.
Baca juga:
Penting untuk memastikan bahwa kamu berada dalam kesehatan yang baik sebelum mendonorkan darah. Selain itu cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk memahami apakah obat-obatan yang kamu konsumsi akan mempengaruhi darahmu. Ketika kamu mengonsumsi asupan insulin, dipastikan kamu tidak diizinkan untuk mendonorkan darah.
Hal yang perlu diperhatikan lainnya penderita diabetes dengan masalah jantung tidak bisa menyumbangkan darahnya. Jika semua syarat terpenuhi, penderita diabetes aman untuk mendonorkan darahnya.
Baca juga:
Hal-Hal Kecil yang Bikin Gampang Terkena Flu
Setelah donor, antau kadar gula darah kamu dan makan makanan yang kaya zat besi selama 24 minggu. Jika lenganmu sakit minum acetaminophen. Untuk menghindari memar, tetap perban setidaknya selama empat jam. Kamu juga harus menghindari segala jenis aktivitas berat selama 24 jam setelah donasi. Tingkatkan asupan cairan setelah mendonorkan darah.
Kesimpulannya, jika diabetesmu terkendali, itu seharusnya tidak menghentikan kamu dari mendonorkan darah. Kamu dapat menyumbangkan darah setiap 56 hari atau menyumbangkan trombosit setiap 7 hari. Pastikan saja kamu melakukan diet sehat dan berolahraga setiap hari.
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk