Bocor, Ini Rahasia Strategi Jurkam Pemenangan Jokowi

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 01 Agustus 2018
Bocor, Ini Rahasia Strategi Jurkam Pemenangan Jokowi

Presiden Jokowi makan malam dengan sekjen partai koalisi. Foto: Infonawacita

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sekjen partai koalisi pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) membocorkan strategi kampanye Pilpres 2019 mereka. Ratusan ribu calon anggota legislatif (caleg) akan dijadikan juru kampanye dan dibekali data capaian pemerintah untuk memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2019.

"Untuk menghindari supaya jangan sampai pemilu kita ditandai dengan berita hoaks, maka akan dihadapi dengan 'counter' isu yang rasional dari data dan fakta. Kami bicara dalam kampanye, terkait dengan fakta," kata Sekjen NasDem Jhonny G Plate di Bogor, semalam.

Jhonny bersama dengan 8 orang sekjen partai koalisi pendukung Jokowi lainnya bertemu di restoran Grand Garden pada Selasa (31/7) malam untuk membicarakan teknis kampanye sekaligus tim pemenang Pilpres 2019.

sekjen nasdem
Sekjen NasDem Jhonny G Plate (tengah). Foto: MP

"Caleg dari partai koalisi itu rata-rata sekitar 20 ribu lebih per partai. Gabungan parpol koalisi Pak Jokowi itu lebih dari 150 ribu caleg dan mereka itu adalah hierarkis mulai dari pusat, provinsi, kabupaten dan kota. Mereka ini langsung sampai di garis depan karena ini pemilu serentak, maka caleg menjadi garis terdepat yang efektif," papar dia, dikutip Antara.

Para caleg sebagai jurkam itu pun akan dibekali dengan sosialisasi program-program pemerintah dan capaiannya kabinet kerja, termasuk mengenai angka kemiskinan berdasarkan data Balai Pusat Statistik (BPS).

"Yang kedua soal saksi, gabungan saksi parpol koalisi untuk pilpres juga ada banyak. Kalau ada 850 ribu TPS (tempat pemungutan suara), satu partai dua orang saksi per TPS, per partai sudah 1,7 juta, dikali 9 partai. Jadi hal-hal teknis seperti itu dibicarakan, bagaimana menjaga agar kualitas demokrasi kita, kualitas pemilu kita menjadi lebih baik," imbuh politikus NasDem itu.

jokowi sekjen
Presiden Jokowi bersama sekjen partai koalisi di Istana Bogor. Foto: Infonawacita

Sedangkan Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan akan ada tim khusus juga yang menggodok program Jokowi yang akan ditawarkan ke masyarakat pada saat kampanye pilpres mendatang.

"Ya dari tim ahlinya Pak Jokowi lah, para ahli yang menyampaikan dukungan kepada Pak Jokowi secara perorangan. Tim ahlinya banyak karena kan masing-masing misalnya bidang hukum itu ada sendiri, pertanian ada sendiri," kata Arsul.

Menurut Arsul, tim ahli itu bahkan berasal dari luar parpol. "Tim ahli kan justru kan dari luar, nanti setelah mereka selesai dengan program, sebut saja Nawacita jilid dua, kemudian diberikan ke parpol. Ketua timnya belum kita tentukan, itu nanti Pak Jokowi dan ketua umum parpol," tandas petinggi PPP itu. (*)

#Jokowi #Pilpres 2019
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka ni menegaskan pihaknya akan hadiri sidang asalkan surat panggilan diterima.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Indonesia
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Jaksa akan memanggil Jokowi dan Syarif di persidangan pada Kamis (5/11).
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Indonesia
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Jaksa akan menghadirkan Jokowi sebagai saksi dalam sidang Roy Suryo pekan depan. Roy menyebut kehadiran mantan presiden itu telah lama dinantikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi kemungkinan munculnya upaya pemakzulan Gibran setelah MK membacakan putusan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Indonesia
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Jokowi menegaskan Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan S1 saat menanggapi putusan MK soal ijazah SMA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Bagikan