BNPB Percepat Evakuasi Ternak Pengungsi Gunung Agung

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 06 Oktober 2017
BNPB Percepat Evakuasi Ternak Pengungsi Gunung Agung

Ilustrasi hewan ternak. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat proses evakuasi ternak sapi milik para pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, yang saat ini masih tersisa sekitar 15 ribu ekor.

"Jumlah terakhir sekitar 15 ribu harus diturunkan (dievakuasi)," kata Kepala BNPB Willem Rampangilei di Pos Komando Penanganan Darurat Gunung Agung di Karangasem, Bali, Jumat (6/10).

Menurut Willem, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah instansi di antaranya Kementerian Pertanian, Dinas Peternakan, TNI, BPBD, dan Pemkab Karangasem untuk proses evakuasi.

Dia menjelaskan, Pemkab Karangasem berupaya untuk menyediakan lahan seluas sekitar 300 hektare di zona aman yang tersebar di beberapa titik untuk menampung ternak milik pengungsi. Untuk kebutuhan pangan dan vaksin, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Pertanian.

Sedangkan Kodim 1623 Karangasem juga berencana menambah truk dan tenaga untuk membawa ternak sapi turun dari Gunung Agung.

Bantuan untuk penanganan evakuasi sapi ini telah disalurkan berupa lima ton pakan konsentrat, 10 ribu dosis obat-obatan, pembangunan kandang, atap, dan kelengkapannya dan kelengkapan untuk identifikasi ternak.

Satgas juga memfasilitasi bantuan dari berbagai pihak yakni menyalurkan bantuan yang telah diterima berupa pakan konsentrat 55 ton kendaraan untuk evakuasi ternak sebanyak sembilan unit truk.

Kendala dalam evakuasi ternak yakni terbatasnya kendaraan yang ada untuk evakuasi mengingat tersedia sekitar 20 truk. Selain itu, penyediaan pakan ternak yang terbatas menjadi juga salah satu kendala termasuk penyediaan kebutuhan konsentrat sapi untuk satu bulan diperkirakan sebanyak 1.200 ton dan saat ini tersedia 60 ton.

Begitu juga kebutuhan pakan hijau selama satu bulan diperlukan sekitar 15 ribu ton yang saat ini masih disediakan secara mandiri oleh para peternak.

Sebelumnya diperkirakan jumlah sapi yang berada di radius berbahaya sekitar 30 ribu ekor dan sekitar 10 ribu ekor sapi di antaranya telah dievakuasi oleh masyarakat secara mandiri dan ada juga yang dijual. (*)

Sumber: ANTARA

#Gunung Agung #BNPB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
OTT KPK, Adik Kepala BNPB Jadi Tersangka
Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan dugaan perbuatan melawan hukum, tanpa memandang latar belakang atau sosok yang bersangkutan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
OTT KPK, Adik Kepala BNPB Jadi Tersangka
Indonesia
Hotspot Karhutla Turun 77,5 Persen, Pemerintah Perkuat Pemadaman di Kalteng dan Sumsel
Pemerintah memperkuat pemadaman karhutla di Kalteng dan Sumsel. Data Kemenhut mencatat hotspot nasional turun 77,5 persen dalam 24 jam terakhir.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Hotspot Karhutla Turun 77,5 Persen, Pemerintah Perkuat Pemadaman di Kalteng dan Sumsel
Indonesia
Biar Asap Tidak Masuk Negara Tetangga, Pemadaman Karhutla di Prioritaskan di Kalteng dan Sumsel
Penanganan akan terus dilakukan untuk memadamkan titik api dan mengurangi asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
 Biar Asap Tidak Masuk Negara Tetangga, Pemadaman Karhutla di Prioritaskan di Kalteng dan Sumsel
Indonesia
Ikut Terciduk OTT Lolos Tersangka, Sestama BNPB Rustian Tinggalkan KPK Tanpa Komentar
Sestama BNPB Rustian dipulangkan KPK usai diperiksa intensif setelah sempat ikut diamankan dalam OTT pengadaan dana bencana. Simak penjelasan Jubir KPK Budi Prasetyo!
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Oktober 2026
Ikut Terciduk OTT Lolos Tersangka, Sestama BNPB Rustian Tinggalkan KPK Tanpa Komentar
Indonesia
Fakta Terkini OTT KPK, Sitaan Emas Batangan dan Duit Rp 14 Miliar Hingga Reaksi BNPB Sestama Dicokok
KPK amankan 14 orang termasuk Sestama BNPB dalam OTT korupsi pengadaan barang dan dana bencana. Simak fakta lengkap dan respons BNPB di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Oktober 2026
Fakta Terkini OTT KPK, Sitaan Emas Batangan dan Duit Rp 14 Miliar Hingga Reaksi BNPB Sestama Dicokok
Indonesia
Profil Rustian Sestama BNPB yang Kena OTT KPK, Uang Miliaran dan Emas Jadi Bukti
KPK gelar OTT dan tangkap Sestama BNPB Rustian terkait dugaan korupsi dana siap pakai kebencanaan. Cek profil dan kronologi penangkapan beserta barang buktinya di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 13 Oktober 2026
Profil Rustian Sestama BNPB yang Kena OTT KPK, Uang Miliaran dan Emas Jadi Bukti
Indonesia
Pejabat BNPB Diduga Terjerat OTT KPK
KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari pihak yang ditangkap dalam OTT tersebut sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Pejabat BNPB Diduga Terjerat OTT KPK
Indonesia
Karhutla belum Beres, 639 Hektare Lahan masih Terbakar
Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, upaya pemadaman masih berlangsung di enam provinsi terdampak.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Karhutla belum Beres, 639 Hektare Lahan masih Terbakar
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Indonesia
Api di TPA Jatibarang Semarang masih Berkobar, BNPB Sebut Pemadaman Dilakukan Lintas Sektor
Operasi pemadaman dan pendinginan melibatkan kolaborasi lintas sektor.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Api di TPA Jatibarang Semarang masih Berkobar, BNPB Sebut Pemadaman Dilakukan Lintas Sektor
Bagikan