BNPB: Kenaikan Kasus COVID-19 Tidak Timbulkan Banyak Kematian

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Sabtu, 19 Februari 2022
BNPB: Kenaikan Kasus COVID-19 Tidak Timbulkan Banyak Kematian

Wisma Atlet. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Peningkatan kasus COVID-19 dirasakan daerah selain ibu kota negara. Daerah awal yang menjadi episentrum COVID-19 di masa penyebaran Omicron ini seperti DKI Jakarta, Banten dan Bali sudah nampak mengalami penurunan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyebutkan, daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan provinsi di luar Jawa, kini mulai mengalami kenaikan.

Baca Juga:

Penambahan Kasus Harian COVID-19 Kembali di Bawah 60 Ribu

"Memang seperti itulah varian Omicron ini, tidak terlalu fatal akibatnya tetapi cepat sekali penularannya," kata Suharyanto di Balai Kota Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (19/2).

Ia mengatakan, kenaikan kasus COVID-19 di berbagai daerah itu sudah melampaui angka kenaikan yang terjadi pada masa lonjakan kasus COVID-19 varian Delta pada Juni 2021.

BNPB menegaskan, kenaikan kasus itu tidak menimbulkan banyaknya kasus kematian seperti saat lonjakan saat varian Delta. Saat lonjakan kasus varian Delta, kasus kematian dalam satu hari mencapai 2.000 orang.

"Saat Delta itu kasus konfirmasinya 56 ribu per hari dan yang meninggal 2.000 lebih, tapi sekarang kasus konfirmasi nasional 64 ribu, tertinggi, yang meninggal di bawah 250 orang," kata dia.

Dengan kondisi itu, lanjut ia, dari segi kefatalan, virus varian Omicron ini tidak sebesar Delta, tapi banyak juga yang meninggal. Berdasarkan evaluasi, kasus kematian itu timbul karena pasien yang terpapar COVID-19 itu belum menerima vaksinasi.

"Selain itu pasien yang mengalami kematian itu juga disebabkan sudah lanjut usia dan memiliki penyakit penyerta," katanya.

Wisma Atlet. (Foto: Antara)
Wisma Atlet. (Foto: Antara)

Sementara itu, jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Khusus COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, per Sabtu, berkurang 66 orang, apabila dibandingkan dengan angka pada satu hari sebelumnya, Jumat (18/2).

Pasien rawat inap terkonfirmasi positif (COVID-19) di Tower 4, 5, 6, dan 7 sebanyak 3.624 orang, sementara jumlah semula (satu hari sebelumnya) 3.690 orang. Terhitung sejak 23 Maret 2020 sampai 19 Februari 2022 jumlah pasien yang dirujuk ke RS Darurat Wisma Atlet sebanyak 154.149 orang.

Dari jumlah pasien rawat inap per Sabtu, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di RSDC Wisma Atlet Kemayoran saat ini 43,67 persen, mengingat kapasitas total tempat tidur 8.299 unit. Batas aman BOR yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah 60 persen. (Asp)

Baca Juga:

Hadiah Minyak Goreng Bagi Lansia Divaksin COVID-19

#BNPB #Omicron #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
KPK Pamerkan Barbuk Rp5,47 Miliar Kasus Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai BNPB
Petugas menunjukkan barang bukti hasil OTT terkait dugaan korupsi dana siap pakai BNPB di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 16 Oktober 2026
KPK Pamerkan Barbuk Rp5,47 Miliar Kasus Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai BNPB
Indonesia
Kepala BNPB Baru Akan Pertimbangkan Usulan Karhutla Jadi Bencana Nasional
BNPB akan memetakan kemampuan dan sumber daya yang tersedia di pemerintah pusat maupun daerah sebelum menentukan kebutuhan bantuan tambahan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Kepala BNPB Baru Akan Pertimbangkan Usulan Karhutla Jadi Bencana Nasional
Indonesia
Kristomei Sianturi Gantikan Suharyanto Jadi Kepala BNPB, ini Profilnya
Kristomei Sianturi resmi menggantikan Suharyanto menjadi Kepala BNPB. Berikut profil dan rekam jejaknya.
Soffi Amira - Kamis, 15 Oktober 2026
Kristomei Sianturi Gantikan Suharyanto Jadi Kepala BNPB, ini Profilnya
Indonesia
Mayjen Kristomei Sianturi Merapat ke Istana, Kabar Kepala BPNB Letjen Suharyanto Dicopot Makin Santer
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi dipanggil Presiden ke Istana. Isu penggantian Kepala BNPB Suharyanto kian menguat pasca OTT KPK!
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Oktober 2026
Mayjen Kristomei Sianturi Merapat ke Istana, Kabar Kepala BPNB Letjen Suharyanto Dicopot Makin Santer
Indonesia
BNPB Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Tekan Asap Karhutla
BNPB tetap memprioritaskan pemadaman api di sumber kebakaran.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
BNPB Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Tekan Asap Karhutla
Berita Foto
Momen KPK Tahan Lima Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan BNPB
Tersangka dan pihak swasta, Bima Setiawan (206) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (14/10/2026)
Didik Setiawan - Kamis, 15 Oktober 2026
Momen KPK Tahan Lima Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan BNPB
Berita Foto
Momen Sestama BNPB Rustian usai Menjalani Pemeriksaan KPK
Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Oktober 2026
Momen Sestama BNPB Rustian usai Menjalani Pemeriksaan KPK
Indonesia
Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai BNPB Terjadi Sejak 2022
Setyo menjelaskan dana siap pakai tersebut biasanya digunakan BNPB untuk kebutuhan mendesak terkait kebencanaan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai BNPB Terjadi Sejak 2022
Indonesia
OTT KPK, Adik Kepala BNPB Jadi Tersangka
Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan dugaan perbuatan melawan hukum, tanpa memandang latar belakang atau sosok yang bersangkutan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
OTT KPK, Adik Kepala BNPB Jadi Tersangka
Indonesia
Hotspot Karhutla Turun 77,5 Persen, Pemerintah Perkuat Pemadaman di Kalteng dan Sumsel
Pemerintah memperkuat pemadaman karhutla di Kalteng dan Sumsel. Data Kemenhut mencatat hotspot nasional turun 77,5 persen dalam 24 jam terakhir.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Hotspot Karhutla Turun 77,5 Persen, Pemerintah Perkuat Pemadaman di Kalteng dan Sumsel
Bagikan