BMKG Ungkap Keunikan Iklim Indonesia Saat Ini

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 20 Juli 2020
BMKG Ungkap Keunikan Iklim Indonesia Saat Ini

Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan telah memasuki musim kemarau, namun di wilayah ekuator masih berpotensi curah hujan tinggi.

"Keunikan ini karena wilayah Indonesia berada di sekitar garis ekuator serta diapit oleh dua Samudera dan dua Benua besar, menjadikan Indonesia yang merupakan negara kepulauan, memiliki dinamika cuaca dan iklim yang khas," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (20/7).

Baca Juga:

Rajin Cuci Tangan untuk Terhindar dari Pilek saat Musim Hujan dan Banjir

Keunikan itu salah satunya tampak pada kondisi cuaca atau iklim yang kontras. Kondisi tersebut, membuat sejumlah wilayah mengalami kekeringan, sementara hujan ekstrem justru mengguyur beberapa wilayah lainnya.

"Contohnya, pada saat musim kemarau melanda hampir di sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan, wilayah Indonesia bagian tengah mulai Sulawesi Tengah, Maluku hingga Papua bagian utara malah berpotensi mendapatkan curah hujan relatif tinggi dalam dua dasarian (20 hari) ke depan," ujar Dwikorita.

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, musim kemarau masih terus akan berlanjut hingga Oktober nanti. Deputi Klimatologi BMKG, Herizal, menjelaskan dari 342 daerah Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 64 persen ZOM telah memasuki musim kemarau hingga pertengahan Juli.

Hal ini seiring dominannya sirkulasi angin Monsun Australia yang bersifat kering dan bertiup dari arah Timur-Tenggara.

Adapun daerah yang telah memasuki musim kemarau antara lain Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Timur, sebagian besar Jawa Tengah dan Jawa Barat, DKI Jakarta bagian barat dan timur, Pesisir utara Banten, Pesisir timur Jambi, Riau dan Aceh, Sumatera Utara bagian tengah, utara dan timur.

Ilustrasi. Wisatawan beraktivitas di kawasan pantai berbendera merah atau larangan berenang di Pantai Kuta, Badung, Bali, Sabtu (4/1/2020). Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, Bali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem dengan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai angin kencang dan gelombang laut mencapai 2 meter atau lebih di sekitar Laut Bali, Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok, dan Samudera Hindia Selatan Bali. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym/foc

Serta Kalimantan Selatan bagian barat, Kalimantan Tengah bagian timur, Sulawesi Barat bagian selatan, Pesisir barat Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan.

Begitu juga dengan Maluku bagian barat, Papua Barat bagian timur, serta Papua bagian tengah, selatan dan utara.

Dari wilayah-wilayah yang telah memasuki musim kemarau tersebut, 30 persen ZOM telah mengalami kondisi kering berdasarkan indikator Hari Tanpa Hujan berturut-turut (HTH) atau deret hari kering bervariasi antara 21 sampai 30 hari, 31 sampai 60 hari, dan di atas 61 hari.

"HTH terpanjang terjadi di Oepoi, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur selama 70 hari. Sementara itu, prediksi Hujan BMKG hingga sembilan bulan ke depan menunjukkan musim kemarau secara umum akan berlangsung hingga Oktober 2020," kata Herizal.

Meski demikian, daerah yang tidak atau belum mengalami kemarau juga perlu mewaspadai adanya potensi curah hujan dengan kriteria Tinggi hingga Sangat Tinggi dalam empat bulan ke depan.

Daerah tersebut meliputi sebagian Aceh, Sumbar, Kalbar, Kaltara, Sultra, Sulteng, Sulbar, Maluku Utara, Papua Barat dan sebagian Papua (pada Juli), sebagian Aceh, Sumbar, Kalbar, Kaltara, Sulbar, Maluku Utara; Papua Barat dan Sebagian Papua (pada Agustus).

Aceh, sebagian Sumut, Sumbar, Kalbar dan Kaltara, Sulbar, Papua Barat dan sebagian Papua (September 2020), Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Kalbar, Kaltara, Sulbar, Papua Barat dan sebagian besar Papua (Oktober 2020).

Baca Juga:

Musim Hujan, Sebaiknya Pakai Ban Beralur Banyak

Potensi itu didasarkan pada kondisi suhu muka air laut perairan Indonesia yang masih cukup hangat, sehingga mensuplai cukup uap air ke atmosfer akibat proses penguapan.

Sementara itu, aktivitas gelombang ekuator tropis (Gelombang Kelvin dan Rossby) serta aliran massa udara Samudera Pasifik yang masuk ke Indonesia, berpotensi menimbulkan peningkatan aktivitas pembentukan awan konvektif di Indonesia sebelah utara ekuator, terutama di Indonesia bagian timur dan tengah. (*)

#BMKG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG Sabtu, 7 November 2026: Hujan Lebat Mengancam Padang hingga Nabire, Waspada Banjir Rob
BMKG merilis prakiraan cuaca Sabtu, 7 November 2026. Lima kota berpotensi dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Waspada gelombang tinggi dan banjir rob.
Frengky Aruan - Sabtu, 07 November 2026
Prakiraan Cuaca BMKG Sabtu, 7 November 2026: Hujan Lebat Mengancam Padang hingga Nabire, Waspada Banjir Rob
Indonesia
Prakiraan Cuaca Jakarta Sabtu, 7 November 2026: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Sore
BMKG memprakirakan cuaca Jakarta Sabtu, 7 November 2026, didominasi awan tebal. Sejumlah wilayah berpotensi diguyur hujan ringan pada sore hari.
Frengky Aruan - Sabtu, 07 November 2026
Prakiraan Cuaca Jakarta Sabtu, 7 November 2026: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Sore
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG Jumat 6 November 2026: Hujan Ringan hingga Disertai Petir di Sejumlah Kota Indonesia
BMKG merilis prakiraan cuaca Jumat, 6 November 2026. Sejumlah kota berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang, disertai petir di beberapa wilayah.
Frengky Aruan - Jumat, 06 November 2026
Prakiraan Cuaca BMKG Jumat 6 November 2026: Hujan Ringan hingga Disertai Petir di Sejumlah Kota Indonesia
Indonesia
Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 6 November: Seluruh Wilayah Diprediksi Berawan
BMKG memprediksi seluruh wilayah Jakarta berawan pada Jumat, 6 November 2026. Simak rincian suhu dan kelembapannya.
Yusuf Abdillah - Jumat, 06 November 2026
Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 6 November: Seluruh Wilayah Diprediksi Berawan
Indonesia
BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia Hari Ini
BMKG memprediksi hujan sedang hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada 6 November 2026. Simak penyebab dan potensi cuaca ekstrem.
Yusuf Abdillah - Jumat, 06 November 2026
BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia Hari Ini
Indonesia
Jakbar Diprediksi Alami Hujan Tinggi Puncak Musim Hujan 2027
Berdasarkan laporan BMKG, puncak curah hujan tertinggi diperkirakan terjadi pada Februari mendatang dengan potensi hujan ekstrem.
Dwi Astarini - Kamis, 05 November 2026
Jakbar Diprediksi Alami Hujan Tinggi Puncak Musim Hujan 2027
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG Kamis, 5 November 2026: Jakarta Berawan, Lampung Waspada Hujan Petir, Bagaimana Daerah Lain?
Prakiraan cuaca BMKG Kamis 5 November 2026. Sejumlah kota besar berpotensi diguyur hujan ringan, sementara Lampung diwaspadai hujan disertai petir.
Frengky Aruan - Kamis, 05 November 2026
Prakiraan Cuaca BMKG Kamis, 5 November 2026: Jakarta Berawan, Lampung Waspada Hujan Petir, Bagaimana Daerah Lain?
Indonesia
BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat 3 November 2026, ini Wilayah yang Perlu Waspada
BMKG memperingatkan hujan lebat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, Selasa (3/11). Berikut daftarnya.
Soffi Amira - Selasa, 03 November 2026
BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat 3 November 2026, ini Wilayah yang Perlu Waspada
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG Selasa, 3 November 2026: Hujan Guyur Banyak Kota, Gelombang Tinggi Perlu Diwaspadai
BMKG merilis prakiraan cuaca Selasa 3 November 2026. Waspada hujan petir, gelombang tinggi hingga 4 meter, dan potensi banjir rob
Frengky Aruan - Selasa, 03 November 2026
Prakiraan Cuaca BMKG Selasa, 3 November 2026: Hujan Guyur Banyak Kota, Gelombang Tinggi Perlu Diwaspadai
Indonesia
Prakiraan Cuaca Jakarta Selasa 3 November 2026: Pagi Cerah, Sore Berubah Basah
Prakiraan cuaca Jakarta Selasa 3 November 2026 dari BMKG. Hujan ringan berpotensi mengguyur Jakarta Barat, Pusat, Selatan, dan Timur pada sore hari
Frengky Aruan - Selasa, 03 November 2026
Prakiraan Cuaca Jakarta Selasa 3 November 2026: Pagi Cerah, Sore Berubah Basah
Bagikan