BMKG Tegaskan Gempa Banten Bukan Penyebab Pemadaman Listrik

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 06 Agustus 2019
BMKG Tegaskan Gempa Banten Bukan Penyebab Pemadaman Listrik

Ilustrasi mati listrik. Foto: Net

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan padamnya listrik massal di sebagian Pulau Jawa bukan karena efek gempa Banten.

Pasalnya, jarak antara pemadaman listrik dan gempa Banten M 6,9 terpaut cukup lama. Jika gempa terjadi pada Jumat (2/8) lalu namun pemadaman listrik terjadi dua hari setelahnya.

Baca Juga: Mati Listrik Massal, Karding: Ini Bukti Buruknya Manajemen PLN

"Jika padamnya listrik akibat gempa maka listrik padam sudah terjadi sejak Jumat malam setelah pukul 19.03 WIB," ungkap Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhammad Sadly lewat keterangan pers kepada wartawan, Selasa (6/8)

Sadly menambahkan, dampak gempa Banten m 6,9 belum mampu menimbulkan kerusakan pada struktur bangunan yang kuat. Apalagi jarak antara episenter dan lokasi PLTU Suralaya sejauh 211 kilometer sehingga percepatan getaran tanah di Suralaya nilainya sangat kecil dan tidak memungkinkan terjadinya kerusakan.

Ilustrasi mati lampu. Foto: Net

Baca Juga: Polisi Selidiki Dugaan Unsur Pidana Pemadaman Listrik

Menurut Sadly, jika memperhatikan peta tingkat guncangan gempa Banten, maka dampak guncangan terbesar terjadi di wilayah Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta dalam skala intensitas III-IV MMI. Artinya getaran gempa dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu, hingga jendela dan pintu berderik dan dinding berbunyi.

Sadly menjelaskan, jika merujuk pada keterangan pers PLN, padamnya listrik di sebagian pulau Jawa disebabkan oleh gangguan pada gas turbin 1 sampai 6 di Suralaya.

Gangguan juga terjadi di pembangkit listrik tenaga gas turbin Cilegon. Gangguan ini menyebabkan aliran listrik di Jabodetabek mengalami pemadaman.

Baca Juga: Anies Akui Banyak Warga Lapor Kondisi Darurat Saat Listrik Padam

"Berdasarkan press rilis PLN, dapat disimpulkan bahwa padamnya listrik massal di beberapa daerah tidak diakibatkan oleh peristiwa gempa bumi," pungkas Sadly. (Knu)

#BMKG #Mati Lampu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Analisis Atmosfer Dasarian Agustus 2026: Bahaya El Niño Sangat Kuat, Peringatan Dini Kekeringan Ekstrem, Jawa Hingga Nusa Tenggara Berstatus Awas
Hasil pemantauan BMKG Agustus 2026 mengonfirmasi fenomena El Niño sangat kuat (+2.99). Cek daftar wilayah status Awas kekeringan dan jadwal hujan di sini
Angga Yudha Pratama - Senin, 24 Agustus 2026
Analisis Atmosfer Dasarian Agustus 2026: Bahaya El Niño Sangat Kuat, Peringatan Dini Kekeringan Ekstrem, Jawa Hingga Nusa Tenggara Berstatus Awas
Indonesia
BMKG Keluarkan Status Siaga Cuaca Ekstrem 24–27 Agustus 2026: Sumatra Barat Hujan Lebat, Daerah Ini Dikepung Angin Kencang
BMKG rilis peringatan dini cuaca ekstrem 24–27 Agustus 2026! Waspadai status Siaga hujan lebat di Sumbar, ancaman angin kencang, serta bahaya kekeringan kemarau
Angga Yudha Pratama - Senin, 24 Agustus 2026
BMKG Keluarkan Status Siaga Cuaca Ekstrem 24–27 Agustus 2026: Sumatra Barat Hujan Lebat, Daerah Ini Dikepung Angin Kencang
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Perairan Pulau Puah Sulawesi Tengah, Getaran Terasa hingga Gorontalo
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah perairan sekitar Sulawesi Tengah, Minggu (23/8) dini hari.
Yusuf Abdillah - Minggu, 23 Agustus 2026
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Perairan Pulau Puah Sulawesi Tengah, Getaran Terasa hingga Gorontalo
Indonesia
Gempa M 5,2 Kembali Guncang Ruteng Manggarai Pagi Ini, BMKG Minta Warga Waspada
Gempa bumi magnitudo 5,2 guncang Ruteng, Manggarai, NTT hari ini. BMKG imbau warga waspada gempa susulan setelah catat ribuan getaran
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 Agustus 2026
Gempa M 5,2 Kembali Guncang Ruteng Manggarai Pagi Ini, BMKG Minta Warga Waspada
Indonesia
BNPB dan BMKG Cari Potensi Awan Hujan Buat OMC Padamkan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya karhutla.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
BNPB dan BMKG Cari Potensi Awan Hujan Buat OMC Padamkan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Indonesia
Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai Kota-Kota di Indonesia, BMKG Peringatkan Bahaya Karhutla dan Potensi Angin Kencang
Peningkatan suhu udara pada siang hari memicu risiko dehidrasi serta kelelahan fisik bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 Agustus 2026
Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai Kota-Kota di Indonesia, BMKG Peringatkan Bahaya Karhutla dan Potensi Angin Kencang
Indonesia
TNI AL Kirim 217 Personel Bantu Mengobati dan Pemulihan Korban Gempa NTT
BMKG mencatat hingga Jumat (21/8) pukul 05.00 WIB telah terjadi 4.256 gempa susulan setelah gempa utama pada Sabtu (15/8).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
TNI AL Kirim 217 Personel Bantu Mengobati dan Pemulihan Korban Gempa NTT
Indonesia
Penanganan Karhutla Kalimantan Makin Intensif, 12.880 Personel Gabungan Dikerahkan di Tiga Provinsi
Pemerintah memperkuat operasi terpadu penanganan karhutla di Kalimantan. Sebanyak 12.880 personel gabungan dikerahkan di tiga provinsi prioritas.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 21 Agustus 2026
Penanganan Karhutla Kalimantan Makin Intensif, 12.880 Personel Gabungan Dikerahkan di Tiga Provinsi
Indonesia
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Siklon Tropis Saudel Ancam Sejumlah Wilayah Indonesia
BMKG mengungkap keberadaan Siklon Tropis Saudel di Samudra Pasifik sebelah timur laut Papua yang berpotensi memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan.
Frengky Aruan - Jumat, 21 Agustus 2026
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Siklon Tropis Saudel Ancam Sejumlah Wilayah Indonesia
Indonesia
Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Jumat 21 Agustus 2026: Pagi Cerah Ceria, Sore Hari Berpotensi Basah
Memasuki siang hari, cakupan awan mulai tebal di seluruh sudut wilayah Ibu Kota
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 Agustus 2026
Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Jumat 21 Agustus 2026: Pagi Cerah Ceria, Sore Hari Berpotensi Basah
Bagikan