Hati-Hati! Wilayah Sumut Bakal Dilanda Cuaca Ektrem Sampai 15 Desember 2025
Tangkapan layar - Prakirawan BMKG Medayu Bestari memaparkan prakiraan cuaca, seperi dipantau di kanal YouTube BMKG di Jakarta, Senin (8/12/2025). ANTARA/Tri Meilani Ameliya
MerahPutih.com - Belum reda penanganan bencana di berbagai daerah Sumatra Utara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar waspada potensi cuaca ekstrem di daerah tersebut.
Cuaca ekstrem ini dapat terjadi pada 8 hingga 15 Desember 2025 akibat adanya Bibit Siklon Tropis 918 di Samudera Hindia Barat Daya Lampung yang mengakibatkan adanya belokan angin dan konfluensi (pertemuan massa udara) di Sumut.
Bibit Siklon Tropis 91S juga didukung oleh aktifnya gelombang atmosfer dan Madden-Julian Oscillation (MJO) di sekitar pusat sirkulasinya. Kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) negatif masih akan berlangsung hingga bulan Desember 2025.
Selain itu, kata dia, suhu muka laut terpantau hangat berkisar 29-30 derajat Celsius dan kelembapan udara yang tinggi di semua lapisan atmosfer.
Dengan adanya faktor-faktor tersebut, lanjutnya, wilayah Sumatera Utara diprediksi akan menerima tambahan uap air, sehingga terjadi peningkatan pembentukan awan-awan hujan khususnya di wilayah pantai barat.
Wilayah yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat dan sangat lebat antara lain di Kabupaten Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Kota Gunungsitoli, Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga.
Kondisi yang sama juga dapat terjadi pada Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan. Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Langkat, Kota Medan, Kota Binjai, Deli Serdang, Karo, Simalungun, Samosir, Serdang Bedagai, Kota Pematang Siantar, dan Labuhanbatu Selatan.
BBMKG Wilayah I mengimbau masyarakat untuk lebih waspada karena dalam seminggu ke depan (8-15 Desember 2025) beberapa wilayah di Sumatera Utara diperkirakan akan mengalami peningkatan intensitas hujan.
Masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap dapat berlangsung aman dan lancar.
Mengingat cuaca bersifat dinamis, kata dia, masyarakat diharapkan untuk terus memantau informasi terkini dari BMKG.
Para kepala daerah juga diimbau untuk dapat berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri setempat, untuk terus mengikuti informasi yang disampaikan oleh BBMKG Wilayah I Medan melalui media sosial @infobmkgsumut.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi dan dapat menghubungi layanan informasi BBMKG ilayah I melalui call center di 0821-6804-3653 atau email [email protected].
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca
Operasi Modifikasi Cuaca Jalan Setahun Penuh, BPBD DKI Jakarta Anggarkan Rp 31 Miliar
Operasi Modifikasi Cuaca Digelar hingga 22 Januari 2026, BPBD DKI Jakarta Tekan Dampak Banjir
Nelayan dengan Perahu Kecil Harus Waspada, Tinggi Gelombang di Perairan Sumatera Utara Bisa Capai 2,5 Meter
Tekan Banjir di Jakarta, 2,4 Ton Garam Disemai di Langit Banten
Gempa Magnitudo 4,3 Terjadi di Anyer Banten
Hujan Guyur Mayoritas Wilayah Indonesia, Minggu (18/1), Waspada Petir di Beberapa Daerah
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Maluku Tengah Sabtu (17/1) Pagi, Tak Berpotensi Tsunami
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Diguyur Hujan Merata pada Sabtu (17/1)
Prakiraan Cuaca BMKG: Mayoritas Kota Besar di Indonesia Akan Diguyur Hujan Ringan pada Jumat, 16 Januari 2026